Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

CARA MELEPASKAN DIRI DARI STRES (Part 1) (Yohanes 8:12-16)

Gambar
  Minggu, 27 September 2020 Selama hidup-Nya, Yesus hampir selalu berada di bawah tekanan. Banyak tuntutan yang melelahkan dalam zaman-Nya, Dia jarang memiliki waktu pribadi, Dia terus menerus diusik, orang-orang berulang kali salah memahaminya, mengkritiknya, dan mengolok-olok-Nya. Dia mengalami tekanan yang besar yang akan membuat siapa pun dari kita jatuh bila mengalaminya. Namun apabila diamati kehidupan Yesus, kita akan menemukan bahwa Dia tetap tinggal dalam kedamaian sekalipun di bawah tekanan. Pertanyaannya, bagaimana Dia dapat melakukannya dengan begitu berhasil? Hal ini harus menjadi observasi penting bagi kita agar kita mampu melepaskan diri dari stres di saat tekanan mengintimidasi kita. PERTAMA: KETAHUI DAN KENALI SIAPA DIRI KITA. Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh. 14:6); “Akulah pintu” (Yoh. 10:9); “Akulah gembala yang baik” (Yoh. 10:11); “Akulah terang dunia; barang siapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan...

CARA MENGATASI KEKECEWAAN (Part 2) (NEHEMIA 4:14)

Gambar
  Minggu, 20 September 2020 Apakah obat penawar bagi penyakit kekecewaan yang buruk ini? Perhatikanlah apa yang Nehemia lakukan sebagai pemimpin yang bijaksana dan sebagai seorang hamba Allah. Ia tahu apa yang menyebabkan mereka kecewa, karena itu ia mengambil langkah-langkah yang semestinya untuk meluruskan masalah yang mereka alami. Ada tiga prinsip untuk menolong Saudara di saat Saudara ingin menyerah, yaitu : PERTAMA: Tata Ulang Hidup Kita. Prinsip pertama dalam mengalahkan kekecewaan adalah dengan menata ulang hidup Anda. Ketika Anda merasa kecewa, jangan langsung menyerah dengan tujuan-tujuan hidup Anda, sebaliknya temukan sebuah pendekatan yang baru. Ketika Anda merasa kecewa, bukan berarti Anda sedang melakukan sesuatu yang salah. Anda bisa saja melakukan hal yang benar tapi dengan cara yang salah. Apakah orang-orang Yahudi ini salah karena membangun tembok? Tentu tidak, itu adalah pekerjaan yang benar, tetapi mereka melakukan hal yang benar dengan cara yang salah...

CARA MENGATASI KEKECEWAAN (Part 1) (NEHEMIA 4:1-2)

Gambar
  Minggu, 13 September 2020 Mengapa kekecewaan merupakan penyakit yang begitu menakutkan? Karena kecewa bersifat universal. Kekecewaan adalah hal yang umum dan semua orang dapat atau pasti pernah merasa kecewa, demikian juga dengan orang percaya. Kekecewaan dapat juga terjadi berulang-ulang (kambuhan) dan kecewa juga bersifat menular di mana orang lain dapat merasa kecewa karena Anda kecewa. Namun demikian, kekecewaan masih dapat disembuhkan. BEBERAPA HAL PENYEBAB KEKECEWAAN: PERTAMA: Keletihan. Orang-orang Yehuda berkata, “kekuatan para pengangkat sudah merosot.” Dengan kata lain, mereka sudah bekerja sangat lama dan lelah secara fisik. Mereka nyata-nyata sangat letih/kering secara fisik dan emosi. Kapan keletihan dan kekecewaan dapat terjadi? “Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi.” (ay 6a) Tahukah Saudara, kapan Saudara paling cenderung menjadi kecewa? Bila Saudara mengerjakan proyek tidak sampai selesai. Semua orang bekerja keras pada awalnya “ka...

CARA TERBAIK MENANGANI PEPERANGAN HIDUP (Part 2) (2 Tawarikh 20:1-4)

Gambar
  Minggu, 06 September 2020 Di minggu yang lalu, kita telah belajar tiga poin cara terbaik menangani peperangan-peperangan hidup kita, yaitu; kenali musuh kita, kedua, bawa persoalan hidup kita kepada Tuhan, dan ketiga, akui ketidakmampuan kita kepada Tuhan. Saat ini kita akan mempelajarinya lebih lanjut. Simak beberapa poin berikut ini: KEEMPAT: BERGANTUNG SEPENUH KEPADA TUHAN Setelah Yosafat mengakuiba hwa dia tidak bisa berbuat apa-apa, ia menambahkan “tetapi mata kami tertuju kepada-Mu” (ayat 12 NIV). Prinsip ke-empat dalam menaklukkan peperangan-peperangan hidup ialah dengan bergantung sepenuh kepada kekuatan atau sumber-sumber Allah. Anda harus menujukan pandangan Anda kepada Tuhan, bukan kepada yang lain. Musa sanggup menjalani hidupnya dengan tenang di tengah-tengah krisis karena dia selalu mengarahkan pandangannya kepada Tuhan. Kadangkala kita sudah sangat terbiasa menujukan pandangan kita kepada hal-hal lain yang bukan Tuhan saat kita menghadapi kesulitan hidup....