CARA MELEPASKAN DIRI DARI STRES (Part 1) (Yohanes 8:12-16)
Minggu, 27 September 2020
Selama hidup-Nya, Yesus hampir selalu berada di bawah tekanan. Banyak
tuntutan yang melelahkan dalam zaman-Nya, Dia jarang memiliki waktu pribadi,
Dia terus menerus diusik, orang-orang berulang kali salah memahaminya,
mengkritiknya, dan mengolok-olok-Nya. Dia mengalami tekanan yang besar yang
akan membuat siapa pun dari kita jatuh bila mengalaminya. Namun apabila diamati
kehidupan Yesus, kita akan menemukan bahwa Dia tetap tinggal dalam kedamaian
sekalipun di bawah tekanan. Pertanyaannya, bagaimana Dia dapat melakukannya
dengan begitu berhasil? Hal ini harus menjadi observasi penting bagi kita agar
kita mampu melepaskan diri dari stres di saat tekanan mengintimidasi kita.
PERTAMA: KETAHUI DAN
KENALI SIAPA DIRI KITA.
Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh. 14:6); “Akulah
pintu” (Yoh. 10:9); “Akulah gembala yang baik” (Yoh. 10:11); “Akulah terang
dunia; barang siapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan,
melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12); “Aku Anak Allah” (Yoh.
10:36). Artinya Yesus tahu siapa diri-Nya.
Inilah yang disebut dengan prisip identifikasi diri. Ini sangat penting
untuk melepaskan diri Anda dari stres. Karena jika Anda tidak tahu siapa diri
Anda, orang lain akan mencoba mengira-ngira siapa diri Anda menurut penilaian
mereka. Artinya Anda sedang membiarkan orang lain memanipulasi Anda dan menekan
Anda untuk menjadi seseorang yang bukan Anda. Banyak stres dalam kehidupan
seseorang merupakan akibat dari topeng yang digunakannya, mereka tidak jujur
denga orang lain, menjalani kehidupan ganda, mencoba menjalani kehidupan yang
bukan dirinya sendiri. Mereka menetapkan standar-standar yang tidak realistis
untuk hidup mereka, sebagai akibatnya, ketegangan dan tekanan biasanya akan
muncul.
Jadi cara pertama untuk menyeimbangkan stres dalam hidup seseorang adalah
dengan cara memperoleh keseimbangan batiniah tentang siapa diri kita. Kita
harus memahami siapa diri kita dan siapa yang memiliki hidup kita. Alkitab
berkata setiap orang yang telah menjadi percaya kepada Yesus mereka adalah
anak-anak Allah. Jika Anda tidak memahami hal ini, maka Anda akan ditekan oleh
ketidakamanan.
KEDUA: KETAHUI SIAPA YANG
KITA SENANGKAN
Dalam Yohanes 5:30 Yesus berkata, “Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari
diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan
penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan
kehendak Dia yang mengutus Aku.”
Pesannya adalah, cobalah mengetahui siapa yang akan Anda senangkan. Anda
tidak mungkin dan tidak dapat menyenangkan hati semua orang, karena pada saat
Anda menyenangkan hati sekelompok orang maka kelompok yang lain akan marah
terhadap Anda. Sebab pada waktu Anda setuju dengan pendapat kelompok yang satu,
berarti Anda sedang menolak opini yang lain. Itu sebabnya merupakan hal yang
bodoh untuk melakukan hal-hal yang tidak mungkin, karena Allah sendiri tidak
pernah mencoba untuk menyenangkan semua orang. DIA memberikan pilihan-pilhan.
Yesus tahu siapa yang Dia coba senangkan; itu sudah pasti baginya, Yesus
berkata “Demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Da
Bapa menjawab , “Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan”
(Mat. 3:17).
Bila Anda tidak tahu siapa yang Anda coba senangkan, Anda akan jatuh ke
dalam tiga hal: (i) Kritikan (karena Anda khawatir dengan apa yang orang lain
pikirkan mengenai Anda); (ii) Kompetisi (karena Anda khawatir kalau-kalau ada
orang lain yang melebihi Anda); (iii) Konflik (karena Anda merasa terancam saat
orang lain tidak sependapat dengan Anda). Jika Anda mencari kerjaan Allah dan
kebenaran-Nya terlebih dahulu, maka hal-hal lain yang diperlukan dalam
kehidupan akan ditambahkan pada Anda (Matius 6:33). Hal itu berarti, jika Anda
berfokus untuk menyenangkan Allah, itu akan menyederhanakan hidup Anda tanpa
harus menghiraukan apa yang orang lain pikirkan.
KETIGA: KETAHUI APA YANG
COBA KITA CAPAI
Prisip ketiga supaya Anda bisa melepaskan diri dari stres adalah ketahui
apa yang Anda coba capai.
Dalam Yohanes 8:14 Yesus berkata, “Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku
sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar,
sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi”.
Artinya, jika Anda tidak merencanakan hidup Anda, dan menetapkan
prioritas-prioritas, maka Anda akan ditekan dengan apa yang menurut orang lain
penting. Tidak ada pilihan lain, Anda harus memutuskan apa yang penting dalam
hidup Anda atau jika tidak Anda akan membiarkan orang lain mengatakan apa yang
terpenting untuk hidup Anda. Anda harus menetapkan prioritas atau Anda akan
hidup dengan tekanan.
Persiapan mempermudah Anda melakukannya, dengan kata lain “Persiapan
mencegah tekanan, tetapi penundaan menciptakannya.” Pengaturan yang baik dan
persiapan yang baik mengurangi tekanan karena Anda tahu siapa diri Anda, siapa
yang Anda coba senangkan, dan apa yang ingin Anda capai. Memiliki tujuan-tujuan
yang jelas sangat membuat hidup lebih sederhana. Luangkan beberapa menit setiap
hari dalam doa untuk berbicara dengan Allah. Mintalah petunjuk kepada Tuhan
untuk menyingkapkan, apa yang benar-benar prioritas dalam hidup Anda, kemudian
lakukanlah. Bersama dengan tuntunan Tuhan Anda akan lepas dari tekanan-tekanan
yang dapat membuat Anda stres. Haleluya!

Komentar
Posting Komentar