MEMBANGUN KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN (Part – 2)

"WARTA MINGGUAN"
16 April 2023
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.” (Amsal 3:5-8)
B. Belajar Tentang Tuhan
1. Mengenal Nama Pribadi dan Sebutan Tuhan.
a. Nama Pribadi Tuhan
- Yehoshua (Ibrani)
Nama Yesus berarti : Keselamatan, atau "TUHAN adalah keselamatan", "TUHAN menyelamatkan", "TUHAN Juruselamat" :
Nama Yesus dalam bahasa Ibrani adalah יְהוֹשׁוּעַ - YEHOSYUA' atau YEHOSHUAyõd - hê' - vâv - syïn - vâv - 'ayin, di era pembuangan ke Babel, karena pengaruh bahasa Aram, maka nama ini disingkat menjadi יֵשׁוּעַ - YESYUA' atau YESHUAyõd-syïn-vâv-'ayin. Hal ini ibarat nama Alexander menjadi Alex saja. Dengan perkataan lain, nama Yesus Kristus dalam bahasa Ibrani adalah יְהוֹשׁוּעַ - YEHOSHUA' dan dalam bahasa Aram ditulis יֵשׁוּעַ - YESHUA'. Dalam perkembangan selanjutnya dalam bahasa Aram, Nama יֵשׁוּעַ - YESHUA' menjadi - יֵשׁוּע - YESHU' - atau - יֵשׁוּ - YESU.
Kata יְהוֹשׁוּעַ - YEHOSHUA' memang berasal dari dua kata Ibrani yaitu יְהֹוָה - YHVH (TUHAN) dan יָשַׁע - YASHA' (menyelamatkan dalam bin'yan Hif'il). Jadi, nama Yesus berarti "YHVH (TUHAN) adalah keselamatan" atau "YHVH (TUHAN) menyelamatkan". (Sumber: Sarapan Pagi.com)
- Iesous (Yunani)
ιησους - IÊSOUS adalah "helenisasi" dari nama: bentuk Aramaic: יֵשׁוּעַ - YESHUA', ketika nama ini di-Yunani-kan, Nama itu ditulis dengan suffix "S" yang menandakan pengenaan kepada seorang laki-laki (masculine).
Note:
Bentuk Aramaic יֵשׁוּעַ - YESHUA' tidak dihelenisasikan dengan: ιησουᾶ - IÊSOUA, tetapi ditulis sesuai kaidah bahasa Yunani, yaitu menjadi: ιησους - IÊSOUS, perhatikan suffix "S" dibelakangnya.
Hal ini bisa dibandingkan dengan bentukan כֵּיפָא - KEFA ke dalam bahasa Yunani. Dalam kaidah penulisan bahasa Yunani, Bentuk Nominative-nya tidak ditulis dengan Κηφᾶ - KEPHA, tetapi ditulis dengan Κηφᾶς - KEPHAS dengan suffix "S" di belakangnya, sebab Simon adalah laki-laki. Hal ini dikarenakan suffix "A" lazim untuk "noun feminine" (utamanya untuk kasus nominative).
Penulisan Nama Yesus dalam bahasa Yunani bisa bermacam-macam sesuai bentuk yang digunakan dalam suatu kalimat yang sesuai "Grammar Yunani"-nya. (Sumber: Sarapan Pagi.com)
Dalam Yohanes 17, Tuhan Yesus membuat pernyataan tentang nama Bapa di Sorga, yaitu “Nama-Mu yang Kau berikan kepada-Ku”
11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. (Yohanes 17:11-12)
- Nama Yesus berasal dari Sorga:
20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1:20-21)
- Nama Yesus Nama di atas segala nama:
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:9-11)
b. Sebutan untuk Tuhan
- Elohim
Istilah “Elohim” dalam pengertian umum Ke-Allahan terdapat sekitar 2.570 kali dalam Perjanjian Lama. Kira-kira 2.310 kali istilah ini digunakan bagi Allah yang benar. Pertama kali disebut dalam ayat pertama Alkitab. Kata ini juga dipakai untuk menunjukkan kepada ke-allahan palsu dalam Kejadian. 35:2,4; Kel. 12:12; 18:11; 23:24). Arti kata elohim tergantung dari asal katanya. Beberapa orang mengerti bahwa kata ini datang dari sebuah akar kata yang mempunyai arti “takut”, dan menunjukkan bahwa Ke-Allahan harus ditakuti, dihormati, atau disembah.
- Yahweh (YHWH)
Sebutan utama yang kedua bagi Allah adalah, YHWH, Tuhan, atau Yahweh. Ini adalah nama yang paling sering dipakai, tercatat kira-kira 5.321 kali dalam Perjanjian Lama.
Nama ini berasal dari akar kata “hawa” yang berarti “keberadaan” (Pkh. 11:3) atau “perkembangan” (Neh. 6:6). Nama ini digunakan oleh Hawa (Kej. 4:1), orang-orang di Zaman Set (ayat 26), oleh Nuh (9:26), dan Abraham (Kejadian 12:8; 15:2,8). Kepada Musa arti yang dalam dari nama ini dibukakan. Allah berkata bahwa walaupun Dia menyatakan diri kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, Ia belum dikenal oleh mereka dengan nama Yahweh (Kel. 6:3). Arti yang paling lengkap dan dalam dari nama itu belum dikenal. Pernyataan ini datang kepada musa di belukar menyala ketika Allah menyebut diri-Nya sebagai “AKU ADALAH AKU” (Kel. 3:14), yang gagasan utamanya adalah bahwa Allah menyertai umat-Nya Israel.
- Adonai
Adonai adalah sebuah bentuk jamak yang agung. Bentuk tunggalnya berarti, tuan, majikan, pemilik (Kej. 19:2; 40:1; 1 Sam. 1:15). Kata ini dipakai sebagaimana dalam hubungan antara manusia (seperti tuan dan budak, Kel. 21:1-6). Bila dipakai dalam hubungan antara Allah kepada manusia, kata ini mengandung makna otoritas mutlak dari Allah. Yosua mengakui otoritas Panglima bala tentara Tuhan (Yos. 5:14), Yesaya menyerahkan diri kepada otoritas Tuhan, Tuannya (Yes. 6:8-11). Dalam Perjanjian Baru sebutan ini menggunakan kata yang seimbang artinya, yaitu: “Kurios” artinya “tuan”.
c. Sebutan Tuhan Sesuai Perbuatan-Nya:
- Jehovah – Jireh, Tuhan yang Mencukupi/menyediakan (Kej. 22:14)
- Jehova – Rapha, Tuhan adalah Penyembuh
- Jehova – Nissi, Tuhan adalah Panji-panjiku (Kel. 17:15)
- Jehovah – Shalom, Tuhan adalah Sumber Damai Sejahtera (Hak. 6:24)
- Jehovah – Sabbaoth, Tuhan Semesta Alam (1 Sam. 1:3). Ini adalah sebuah gambaran militer yang melukiskan Yahweh sebagai panglima bala tentara malaikat dari surga maupun bala tentara Israel (1 Samuel 17:45). Gelar ini menyatakan kedaulatan dan kemahakuasaan Allah dan sering dipakai oleh para nabi (Yesaya dan Yeremia) untuk mengingatkan umat Israel selama masa-masa krisis nasional bahwa Allah adalah Pemimpin dan Pelindung mereka.
- Jehovah – Makkadesh, Tuhan yang Menyucikan/menguduskan (Kel. 31:130
- Jehovah – Roi, Tuhan adalah Gembalaku (Maz. 23:1)
- Jehovah – Tsidkenu, Tuhan adalah Keadilan Kita (Yer. 23:6)
- Jehovah – Shammah, Tuhan Hadir di situ (Yeh. 48:35)
- Jehovah – Elohim – Israel, Tuhan, Allah Israel (Hak. 5:3; Yes. 17:6)
2. Belajar Mengenal Sifat Tuhan.
Berikut beberapa tentang Sifat Tuhan:
- Allah Mahatahu
Allah adalah Roh yang sempurna, oleh sebab itu pengetahuan Allah adalah sempurna. Allah Mahatahu, artinya Allah mengetahui segala sesuatu dan pengetahuan-Nya sempurna dan tidak dapat diduga (1 Yohanes 3:20; Ayub 37:16; Mazmur 147:5). Ayat dari Mazmur tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan Allah sangat luas dan tak terhingga. Manusia tidak dapat memiliki segala pengetahuan, kebijaksanaan, dan Rahmat Allah (Ayub 11:7-8; Yesaya 40:28; Roma 11:30). Seluruh maksud dan rencana Allah yang berkenaan dengan manusia tidak dapat dipahami dan diduga pikiran manusia sepenuhnya.
- Allah Mahakuasa
Artinya, Allah berkuasa melakukan segala sesuatu yang Ia kehendaki. Kuasa Allah tidak terbatas. Tidak ada pekerjaan yang sukar bagi Allah; tidak ada hal yang mustahil bagi Allah. Segala alam takluk dan tunduk di bawah kuasa dan kehendak Allah (Kejadian 1:3; 18:14; Ayub 42:2; Mazmur 33:6-7; 107:25-29; Nahum 1:3-6). Allah berkuasa menjadikan hal-hal yang baru, melakukan perkara-perkara rohani yang Ajaib (Matius 3:9; Efesus 1:19; 3:20; 2 Kor. 4:6).
- Allah Mahahadir
Artinya, Allah ada di segala tempat di seluruh bagian alam dan dekat kepada kita masing-masing (Maz. 139:7-10; Yer. 23:23-24; Kis 17:24-28; Yes. 57:15). Di dalam Dia tiap-tiap orang hidup dan bergerak. Karena Allah adalah Roh, maka tidak ada yang dapat menghalangi kehadiran Allah.
- Allah Mahasuci
Artinya, Allah tidak dapat berdosa dan tidak bertoleransi dengan dosa. “Allah Maha Kudus (Yesaya 57:15). “... Kuduslah kamu, sebab Aku Tuhan, Allahmu Kudus” (Imamat 19:1-2)
- Allah Mahakasih
Sifat Allah yang paling mendasar adalah Kasih (Agape) yang melebihi kasih yang lain. Kasih-Nya adalah sempurna. (1 Yoh. 4:8,16; 1 Kor. 13:1-13). Respon kita: “Mencintai Allah dan sesama” (Matius 22:37-40).
Hal-hal yang berkaitan dengan kasih:
Kemurahan Allah (Maz. 130:7; Ef. 2:4; Yak. 5:11).
Kebaikan Allah (Maz. 145:9-15)
Anugerah Allah (Ef. 1:2; 2 Tim. 1:2)
Kecemburuan Allah (Keluaran 34:14; Yesaya 42:8)
- Allah Mahaadil dan Benar
Kebenaran adalah kesucian dalam aksinya melawan dosa. Kesucian Allah menuntut bahwa dosa harus diadili. Penghukuman adalah tindakan dari kebenaran dan keadilan. (Kejadian 18:25).
- Allah Mahamurah (Murah hati)
Secara umum, rahmat dan kemurahan Allah berarti kemurahan dan pengasihan dan kebaikan Allah yang dinyatakan bagi manusia, baik bagi manusia yang mentaati perintah Allah ataupun yang tidak.
Rahmat dan kemurahan Allah dinyatakan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya (Roma 9:15-18). Allah memberikan rahmat-Nya sesuai dengan kehendak-Nya, dan kita perlu ingat bahwa kehendak Allah itu suci dan sempurna.
- Allah Mahasetia
Kata Setia dari teks asli berbahasa Ibrani diartikan “sokong” atau “tanggung”. Orang yang setia berarti orang yang dapat “menyokong” kita, yang “menanggung” kita, yang kepada-Nya kita dapat bersandar tanpa merasa kuatir (Ul. 7:9; 32:4; Yes. 49:7; 1 Kor. 1:9; 10:13; 1 Tes. 5:24; 2 Tes. 3:3; 1 Yoh. 1:9).
3. Aku Tahu kepada Siapa Aku Percaya.
Dari pengenalan dan pengalamannya bersama Tuhan, Paulus berkata: “... aku tahu kepada siapa aku percaya”.
“Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.” (2 Tim. 1:12)
Ungkapan pernyataan Paulus tersebut mendeskripsikan keteguhan imannya kepada Tuhan karena memang ia mengenal Allah yang dipercayainya. Ketika seorang percaya benar-benar mengenal apa yang dipercayai, hal tersebut akan menolong pertumbuhan kepercayaan mereka terhadap yang dipercayai. Oleh sebab itu, teruslah belajar mengenal Tuhan supaya iman dan kepercayaan Anda bertumbuh di dalam DIA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS