CARA MENGATASI KEKECEWAAN (Part 2) (NEHEMIA 4:14)

 

Minggu, 20 September 2020


Apakah obat penawar bagi penyakit kekecewaan yang buruk ini? Perhatikanlah apa yang Nehemia lakukan sebagai pemimpin yang bijaksana dan sebagai seorang hamba Allah. Ia tahu apa yang menyebabkan mereka kecewa, karena itu ia mengambil langkah-langkah yang semestinya untuk meluruskan masalah yang mereka alami.

Ada tiga prinsip untuk menolong Saudara di saat Saudara ingin menyerah, yaitu :

PERTAMA: Tata Ulang Hidup Kita.

Prinsip pertama dalam mengalahkan kekecewaan adalah dengan menata ulang hidup Anda. Ketika Anda merasa kecewa, jangan langsung menyerah dengan tujuan-tujuan hidup Anda, sebaliknya temukan sebuah pendekatan yang baru. Ketika Anda merasa kecewa, bukan berarti Anda sedang melakukan sesuatu yang salah. Anda bisa saja melakukan hal yang benar tapi dengan cara yang salah. Apakah orang-orang Yahudi ini salah karena membangun tembok? Tentu tidak, itu adalah pekerjaan yang benar, tetapi mereka melakukan hal yang benar dengan cara yang salah dan akibatnya mereka menjadi kecewa.

Apabila Anda mengalami masalah, tatalah ulang hidup Anda, jangan menyerah. Cobalah pendekatan yang baru. Tata ulang cara kerja Anda, waktu Anda, jadwal-jadwal Anda, program-program Anda, bahkan di dalam hal-hal rohani tata ulang mezbah doa Anda, pembacaan dan perenungan firman Anda, persekutuan-persekutuan Anda, fokus kembali kepada sasaran Anda. Bersihkan sampah-sampah, puing-puing serta kotoran-kotoran, hal-hal yang membuang-buang waktu Anda.

Perhatikan bahwa Nehemia berfokus pada prioritas-prioritas. Ketika ia menata ulang pekerjaannya, ia menempatkan orang-orang berdasarkan kelompok keluarga. Mengapa? Karena ia tahu bahwa setiap orang yang kecil hati membutuhkan dorongan dari kelompok. Kita membutuhkan orang lain dan keluarga adalah kelompok yang alamiah. Ketika seseorang dalam keluarga merasa kecewa, para anggota keluarga lainnya menghiburnya. Kita membutuhkan teman-teman Kristen kita untuk saling memberikan dukungan dan dorongan satu sama lain. Ketika ada yang kecewa, teman yang lain mengangkatnya, demikian sebaliknya dan seterusnya. Itulah yang dinamakan dukungan kelompok (Pengkhotbah 4:9-12). Maksudnya bahwa adalah penting memiliki orang lain dalam hidup kita untuk menolong dan mendorong kita.

KEDUA: Mengingat Tuhan.

“Kuamati semuanya, lalu bangun berdiri dan berkata kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain: "Jangan kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat dan berperanglah untuk saudara-saudaramu, untuk anak-anak lelaki dan anak-anak perempuanmu, untuk isterimu dan rumahmu." (Nehemia 4:14)

Dengan mengingat Tuhan, berarti kita menyerahkan/mendedikasikan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan. Apa saja yang khususnya harus kita ingat?

·      Kebaikan Tuhan pada kita di masa lalu.

·      Apa yang sedang Allah kerjakan dalam hidup kita sekarang.

·      Mengingat kuasa dan kesanggupan Allah untuk masa yang akan datang.

Ketika Anda merasa kecewa, alihkan pikiran Anda dari keadaan Anda kepada Tuhan, karena keadaan dapat membuat Anda depresi dan kecewa.

Ingat, pikiran Anda akan menentukan  perasaan Anda. Jika Anda merasa kecewa itu karena Anda memikirkan pikiran-pikiran yang melemahkan. Begitu juga sebaliknya, jika Anda ingin  termotivasi, mulailah memikirkan pikiran-pikiran yang positif yang dapat memotivasi Anda untuk maju dan meraih kemenangan.

KETIGA: Melawan/menolak kekecewaan.

Perhatikan apa yang dikatakan Nehemia 4:14b “Berperanglah untuk saudara-saudaramu, untuk anak-anak lelaki dan anak-anak perempuanmu, untuk istrimu dan rumahmu.” Apa maksud dari perkataan Nehemia ini? Maksudnya adalah jangan menyerah kepada kekecewaan tanpa perlawanan. Tolak dan lawan kekecewaan dan jangan menerima kekecewaan itu.

Alkitab mengajarkan bahwa kita orang Kristen ada dalam sebuah pertempuran peperangan hidup. Kita ada dalam konflik adikodrati yaitu peperangan melawan kekuatan-kekuatan negatif. Alkitab berkata bahwa iblis adalah pendakwa orang-orang Kristen; ia senang menjatuhkan kita. Itu adalah alat utamanya karena ia tahu bahwa orang Kristen yang kecewa akan memiliki kekuatan yang terbatas. Ia tahu bahwa saat Anda jatuh, keefektifan Anda menjadi hambar. Jadi, ia melakukan segala hal yang dapat dilakukannya untuk mengecewakan Anda. Yakobus berkata, “Lawanlah iblis (Yakobus 4:7). Lawan ia beserta pikiran-pikiran negatifnya, semua rasa kecewa yang coba ia berikan ke dalam hidup Anda. Kecewa adalah pilihan. Kita bisa kecewa atau tidak tergantung dengan sikap hati dan pilihan-pilihan kita. Jadi, kita bisa memilih untuk kecewa atau tidak. Namun sebagai pribadi yang sudah ditebus oleh darah Yesus dan diperlengkapi dengan kuasa supernatural Allah, melawan segala tipu muslihat iblis merupakan tindakan yang sangat bijaksana dan terpuji. Bangkit dan menanglah atas rasa kecewa Anda. Orang-orang besar adalah orang-orang biasa dengan jumlah kegigihan yang luar biasa. Mereka tetap bertahan di sana dan tidak menyerah. Jika mereka bisa, Anda juga bisa. Tuhan Yesus Memberkati!

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS