Minggu, 17 September 2023
CARA MERESPONI JANJI PERLUASAN DARI TUHAN
Yosua 1:1-9
Saya percaya, kita pa
sti mengerti prinsip yang berlaku, bahwa ketika TUHAN menjanjikan sesuatu kepada umat-Nya, itu tidak berarti umat-Nya berpangku tangan saja sambil menunggu-nunggu. Tetapi umat-Nya harus melakukan bagiannya dalam mewujudkan janji tersebut. Bukan berarti TUHAN tidak mampu, tetapi TUHAN tidak mau kalau kita tidak turut serta dalam rencana-Nya yang luar biasa. Itu sebabnya Tuhan sangat mengharapkan respon dari kita umat-Nya untuk mewujudkan setiap janji-janji-Nya.
sti mengerti prinsip yang berlaku, bahwa ketika TUHAN menjanjikan sesuatu kepada umat-Nya, itu tidak berarti umat-Nya berpangku tangan saja sambil menunggu-nunggu. Tetapi umat-Nya harus melakukan bagiannya dalam mewujudkan janji tersebut. Bukan berarti TUHAN tidak mampu, tetapi TUHAN tidak mau kalau kita tidak turut serta dalam rencana-Nya yang luar biasa. Itu sebabnya Tuhan sangat mengharapkan respon dari kita umat-Nya untuk mewujudkan setiap janji-janji-Nya.
Ada 4 (empat) tindakan yang harus kita lakukan sebagai bagian kita untuk mewujudkan janji-janji Tuhan dalam hidup kita:
1. PERKATAKAN TERUS FIRMAN TUHAN YANG KITA TERIMA
“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8)
TUHAN mengulang janji-Nya kepada Yosua sebagaimana Ia telah katakan kepada Musa, pendahulunya. TUHAN berjanji bahwa tanah leluhur Israel akan diberikan kembali kepada Israel dan tidak satupun yang akan kuat bertahan melawan mereka, tetapi bagian mereka harus meng-klaim tanah itu (meng-klaim janji) dan aktif memperkatakan Firman Tuhan yang diterimanya. Mengapa harus demikian? Karena firman Tuhan memberikan jaminan bahwa setiap firman yang keluar dari mulut Allah pasti akan digenapi.
“Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepada-Nya.” (Yesaya 55:11)
“Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?” (Bilangan 23:19)
Ingat, perkataan-perkataan yang keluar dari mulut kita dapat mencipta dan membuat perubahan-perubahan.
“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.” (Amsal 18:21)
“Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan, bahwasanya seperti yang kamu katakan dihadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.” (Bilangan 14:28)
Untuk itu persiapkan diri kita untuk menerima dan mengalami janji-janji dari Tuhan. Perkatakan terus janji-janji firman Tuhan dalam hidup kita sehari-hari kemudian perhatikanlah apa yang akan terjadi!
2. JANGAN MUDAH PUTUSASA/TAWAR HATI (MILIKI MENTAL JUARA)
“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.” (Yosua 1:6)
Bapak ibu, jangan pernah berpikir bahwa ketika Tuhan memimpin kita kepada suatu tujuan yang telah ia rencanakan bagi kita, semuanya berjalan tanpa proses. Sebaliknya, kita akan melewati tahap demi tahap prosesnya. Dan ketika kita sedang menghadapi proses itu banyak hal yang sangat mungkin terjadi. Ada hal yang menyukakan hati dan ada yang menjengkelkan. Ada yang membuat semangat kita naik tetapi ada juga yang menjatuhkan. Untuk menghadapi semuanya itu kita perlu ketenangan dan jangan panik. Artinya kuatkan dan teguhkan hati kita dan jangan mudah atau cepat putusasa. Milikilah mental pemenang! Karena memang kitalah pemenangnya. Arahkan terus pandangan kita kepada Tuhan dan tetaplah berserah kepada-Nya. Rasa dan sikap mudah menyerah terhadap proses/persoalan yang kita hadapi akan membuat kita stres dan tidak mengalami janji-janji Tuhan. Bangkit dan maju terus meraih sukses bersama Tuhan.
3. BERTINDAK HATI-HATI, JANGAN GEGABAH
“... bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa;” (Yosua 1:7b)
Bertindak hati-hati artinya, analisa dengan baik, amati dengan teliti dan cermat. Dalam hal ini, parameternya adalah Alkitab atau firman Tuhan. Artinya setiap rencana dan tindakan harus diselaraskan dan sesuai dengan firman Tuhan.
Di dalam kehati-hatian dan ketenangan akan muncul hikmat yang dari Tuhan dan biasanya hikmat itu akan menuntun kita berjalan di dalam kerendahan hati dan penguasaan diri. Tetapi sebaliknya, kecerobohan sering sekali membuat kita bertindak tanpa pertimbangan dan perhitungan yang matang. Apalagi keinginan-keinginan tersebut merupakan ambisi pribadi, wah... bisa-bisa menghalalkan segala cara. Al-hasil kegagalanlah yang dituai. Singkirkan tindakan-tindakan gegabah dari hidup kita. Jadilah Tenang!
4. JANGAN MENYIMPANG DARI CARA-CARA-NYA TUHAN
“... Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi.” (Yosua 1:7c)
Memakai cara-cara yang bukan cara-Nya Tuhan tentu tidak sehat bagi pertumbuhan iman dan rohani kita. Bahkan ada kemungkinan akan mencelakakan dan membahayakan kita.
Misalnya; Pernah terjadi suatu kejadian, di mana pesawat penumpang dari Kanada hendak terbang menuju Korea. Namun Pilotnya salah mengatur koordinatnya satu derajat saja, sehingga pesawat penumpang tersebut masuk ke jalur militer Rusia. Apa yang terjadi? Pasukan militer Rusia yang sedang berjaga menembaki pesawat tersebut hingga pesawatnya jatuh dan terbakar yang mengakibatkan pesawatnya hancur dan semua penumpang di dalamnya tewas.
Demikian halnya dengan kehidupan kita, ketika kita memakai cara-cara kita untuk mengendalikan kehidupan kita, ada kemungkinan kita menyimpang dari titik koordinat-Nya Tuhan yang akan mengakibatkan kita mengalami kematian rohani. Coba Anda bayangkan, jika dalam satu hari saja Anda melenceng satu derajat karena tidak bersaat teduh dan tidak membaca firman Tuhan, dalam satu minggu Anda sudah menyimpang tujuh derajat. Kalau satu bulan, dua bulan, tiga bulan dst? Anda bisa benar-benar jauh dari Tuhan tanpa Anda sadari.
Untuk itu, mari kita gunakan metode atau cara-Nya Tuhan saja, yaitu cara-cara yang sesuai dengan firman Tuhan. Percayalah bahwa semua akan berakhir dengan baik dan nama Tuhan dipermuliakan. Mari kita berikan sebuah nilai yang berbeda untuk menunjukkan bahwa kita adalah anak-anak Tuhan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran. Hasilnya: Keberuntungan akan menyertai kita ke manapun kita pergi. Tuhan Yesus memberkati!

Komentar
Posting Komentar