KASIH YANG MENJADI DINGIN
Minggu, 20 Agustus 2023
Ps. Sondang Simamora, M.Th
“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.” (Matius. 24:12-13)
Akhir-akhir ini dunia diteror dengan berbagai jenis musibah, bencana alam, berbagai penyakit dan bentuk kekerasan lainnya. Semuanya menimbulkan ketakutan dan kekuatiran tentang masa depan. Sebagai orang percaya seharusnya iman kita semakin diteguhkan karena melihat tanda-tanda zaman yang sedang menggenapi nubuatan-nubuatan yang tertulis di Alkitab. Namun, Iblis memang licik dan penipu yang selalu berusaha meracuni pikiran orang percaya supaya iman mereka menjadi lemah dan kasih mereka pudar atau dingin. Tetapi itu pun telah dinubuatkan Yesus dan Paulus sebagai tanda dan keadaan di akhir zaman!
Berikut kita akan belajar beberapa hal penting terkait dengan kasih yang menjadi dingin:
I. PENYEBAB KASIH MENJADI DINGIN (ayat 12a)
Penyebab kasih menjadi dingin adalah “Kedurhakaan”. Dalam teks Yunani kata kedurhakaan ditulis dengan kata “ANOMIA” yang memiliki arti: Pelanggaran hukum, kejahatan, ketidaktaatan, dosa. Dari beberapa pengertian kata anomia, yang paling banyak dan sering dipergunakan untuk menyatakan kedurhakaan adalah “Pelanggaran Hukum” (sebanyak 10 kali).
Pelanggaran hukum yang dimaksud di sini adalah hukum-hukum Allah dan hukum dunia yang sedang berlaku di mana kita berada. Pelanggaran terhadap hukum-hukum yang sedang berlaku akan membuat hati nurani seseorang menjadi tumpul dan kehilangan sensitifitas terhadap kebenaran dan kasih, baik itu kepada Tuhan maupun sesama manusia.
II. BAHAYA KASIH YANG MENJADI DINGIN
- Manusia lebih mencintai dirinya sendiri
Rasul Paulus menubuatkan bahwa pada akhir zaman kondisi manusia akan banyak dan cenderung lebih mencintai diri sendiri (egosentris) dari pada Allah dan sesama.
2 Timotius 3:1-4, “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.”
Orang-orang akan lebih banyak menghabiskan waktu memuaskan hasrat manusiawi mereka melalui hobby dan kesenangan-kesenangan lain dari pada bersekutu dengan Tuhan dan saudara seiman. Akan banyak membuat alasan untuk menutupi kesuaman rohaninya.
- Diperhamba oleh Mamon (2 Timotius 3:2a)
Selain lebih mencintai diri sendiri, manusia pada akhir zaman akan cenderung diperhamba oleh mamon (hal-hal materi, uang dan kekayaan).
“Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang…”
Matius 6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
Manusia akan lebih banyak berlomba mencari kekayaan materi dari pada kekayaan rohani. Bekerja tidak mengenal waktu, pagi siang, sore malam sampai subuh mereka terus bekerja tanpa mengenal lelah. Begitu untuk ibadah kepada Tuhan, 2 jam saja di tempat ibadah sudah langsung jenuh dan gelisah. Tentu bekerja untuk menjadi kaya tidaklah salah dan juga tidak dosa. Tapi akan menjadi sangat salah dan dosa apabila hati seseorang dikuasai atau dikendalikan harta dan kekayaan.
- Dicela Oleh Tuhan.
Wahyu 2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
Dalam teks Yunani untuk kata mencela dipakai istilah “KATA”, artinya; Melawan, menentang. Artinya, Tuhan menentang atau melawan orang-orang yang meninggalkan kasih mereka kepada Tuhan, atau orang-orang yang telah menjadi dingin dalam kasih kepada Tuhan dan sesama.
Bahaya terbesar yang sedang kita hadapi adalah jika kita mengizinkan kasih menjadi dingin di saat kita menghadapi berbagai persoalan dan pergumulan hidup. Namun kesempatan dan momen seperti inilah yang dicari oleh Iblis. Iblis senang dengan hal semacam itu. Yang Iblis paling takuti adalah kesatuan Tubuh Kristus yang sesungguhnya. Ia mengetahui, bila orang-orang percaya hidup dan berjalan di dalam kasih dan kebenaran, hasilnya adalah Tubuh Kristus menjadi sempurna dan serupa dengan Kristus. Umat Tuhan yang demikian akan menghancurkan Iblis di bawah kakinya (Rm. 16:20). Iblis akan berusaha mati-matian supaya kita tidak menjadi Gereja seperti yang dikehendaki Allah. Ia tidak mau melihat Anda menjadi seorang pemenang yang telah menang atas godaan dunia, bahkan yang sudah mencapai potensi maksimal sebagai seorang percaya.
III. CARA MENJAGA KASIH TETAP HANGAT KEPADA TUHAN (ayat 13)
Partanyaannya adalah, apakah ada soslusi bagi mereka yang sudah dingin dalam kasih atau yang telah meninggalkan kasih mereka yang semula? Berikut firman Tuhan memberikan jawaban kepada kita.
Wahyu 2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
- Bertobat
- Melakukan Kembali Tindakan Kasih Kepada Tuhan
- Bertahan Sampai Akhir
Matius 24:13 “Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”
Firman Tuhan berkata, bertobat dan lakukan kembali apa yang semula Anda pernah alami dan lakukan, kemudian bertahanlah sampai akhir.
Sebelum Antikristus muncul dan menjadi nyata, banyak orang akan menjadi murtad karena tidak mau berjalan di dalam kebenaran dan tidak mau hidup dengan gaya hidup mengasihi Tuhan dan saling mengasihi antar sesama.
2 Tesalonika 2:3 “Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa.”
1 Timotius 4:1 “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.”
2 Timotius 2:17-18,“Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang.”
Bahkan Nabi Yesaya menceritakan betapa manusia akan tertipu oleh kegelapan yang akan datang, karena yang baik disebut jahat dan yang jahat disebut baik.
Yesaya 5:20, “Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit.”
.jpg)
Komentar
Posting Komentar