MEMBANGUN KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN (Part – 3)
MEMBANGUN KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN (Part – 3)
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.” (Amsal 3:5-8)
C. BERGABUNG DALAM KOMUNITAS KELUARGA ALLAH (Komsel)
42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (Kis. 2:42)
Beberapa Alasan mengapa kita perlu bergabung dalam komunitas keluarga Allah:
1. Belajar dan Sharing Firman Tuhan (Kolose 3:16 FAYH)
“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.” (Kolose 3:16-17 ITB)
“Ingatlah akan apa yang diajarkan oleh Kristus dan biarlah perkataan-Nya memperkaya hidup Saudara serta menjadikan Saudara bijaksana. Ajarkanlah hal-hal itu kepada orang lain dan nyanyikanlah dalam mazmur, puji-pujian, dan nyanyian-nyanyian rohani; nyanyikanlah bagi Tuhan dengan hati yang penuh syukur. Hendaklah segala ucapan dan perbuatan Saudara layak mewakili Tuhan Yesus, dan datanglah bersama Dia ke hadirat Allah Bapa untuk bersyukur kepada-Nya.” (Kolose 3:16-17 FAYH).
Kolose 3:16 dalam terjemahan Firman Allah Yang Hidup (FAYH) menjelaskan, keberadaan orang percaya dalam sebuah komunitas tidak semata-mata menerima pengajaran firman Tuhan, tapi juga mengajarkan atau sharing firman Tuhan yang mereka terima dan alamai kepada saudara seiman di dalam komunitas.
Dalam Kitab Ayub dikatakan, Tuhan berbicara kepada kita melalui banyak cara,
“Allah berbicara dengan berbagai cara, namun tak seorang pun memperhatikan perkataan-Nya.” (Ayub 33:14 BMIK), salah satunya melalui teman atau saudara seiman di dalam komunitas. Mungkin ada bagian tertentu dari firman Tuhan yang sulit kita pahami, Tuhan bisa singkapkan melalui pemahaman dan pengalaman teman-teman kita di dalam komunitas. Artinya, di dalam komunitas kepercayaan kita kepada Tuhan akan sangat mungkin terbangun.
2. Saling Menasehati dan Menguatkan (Ibrani 10:25; bnd. Rut 1:21)
“Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (Ibrani 10:25 ITB)
“Hendaklah kita tetap berkumpul bersama-sama, dan janganlah lalai seperti orang lain. Kita justru harus lebih setia saling menguatkan, sebab kita tahu bahwa tidak lama lagi Tuhan akan datang.” (Ibrani 10:25 BIMK)
Setiap orang memiliki warna pergumulan hidup, namun tidak semua orang memiliki kemampuan untuk memecahkan dan mengatasinya. Nah, di komunitas orang percaya Anda akan tertolong menghadapi dan menyelesaikan masalah Anda melalui pengalaman hidup anggota komunitas yang lain. Di saat teman-teman yang lain sharing tentang bagaimana Tuhan menolong mereka menyelesaikan masalah demi masalah yang mereka hadapi, saat itu kita bisa mendapatkan rhema dan kekuatan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah yang kita hadapi.
Dalam kehidupan, ada saat dimana kita akan menghadapi kesulitan. Saat dalam keadaan ini, komunitas akan selalu ada untuk mendukung kita.
Berada dalam komunitas rohani yang dapat menerima dan mengasihi Anda, akan membuat Anda tertolong menghadapi keadaan yang paling sulit sekalipun. Para anggota komunitas adalah para pendukung pertama Anda.
Hal ini dialami oleh Naomi dan keluarganya. Selama bertahun-tahun, mereka meninggalkan Betlehem dan pindah ke Moab. Tapi saat kembali ke Betlehem, dia disambut kembali dengan baik. Bahkan saat dia mulai kembali dengan komunitasnya, mereka sepenuhnya mendukungnya.
“Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku.” (Rut 1: 21)
Di masa-masa sulit dalam kehidupan kita, kehadiran komunitas di sekitar kita sangat diperlukan untuk memperkuat, membangun dan mendukung kita dalam semua hal yang kita alami.
3. Menjaga Kesatuan Roh dan Mengobarkan Api Roh Kudus dalam Hidup Kita.
Hal ketiga yang perlu dimiliki dalam komunitas orang percaya adalah kesatuan roh. Hal ini penting sebab sebagai orang percaya kita menyadari di mana manusia tidak hanya terdiri dari jiwa dan tubuh saja, tetapi juga roh. Komunitas orang percaya tidak sekedar berbicara mengenai kesatuan secara fisik maupun jiwa (pikiran, perasaan dan kehendak), tetapi juga berbicara mengenai kesatuan roh.
Efesus 4:3-6, Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu babtisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
Kesatuan roh akan tercapai jika setiap orang percaya memiliki komunitas dan persekutuan yang baik di dalam belajar Firman Tuhan. Sebab kesatuan roh hanya dapat dimiliki ketika seseorang bersatu dan menyatu di dalam Tuhan. Oleh karena itulah, penting bagi setiap individu di dalam suatu komunitas orang percaya membangun dirinya dalam pengajaran Firman dan dalam ibadah.
Seseorang yang tidak membangun dirinya dalam pengajaran Firman dan ibadah, atau bahkan menjauhkan diri dari pertemuan ibadah akan menjadi pribadi yang tidak dapat menyatu secara roh dengan anggota lain. Sebaliknya, orang-orang yang demikian justru akan menjadi batu sandungan dan pembuat perpecahan dalam sebuah komunitas orang percaya.
Kemudian, di dalam komunitas juga Anda bisa saling menjaga dan mengobarkan api Roh Kudus. Kepada jemaat di Korintus, oleh ilham Roh Kudus Paulus menasehatkan;
“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11)
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Pada saat orang percaya mau hidup dan masuk dalam sebuah komunitas orang percaya. Ketika orang percaya yang memiliki api Roh Kudus di hati mereka berkumpul dalam sebuah komunitas, hal itu akan menghasilkan api yang lebih besar. Namun, ketika seorang percaya yang memiliki api Roh Kudus yang berkobar-kobar di hatinya menjauhkan diri dari komunitas, dipastikan apinya akan padam. Oleh karena itu, setiap orang percaya dianjurkan supaya tetap ada di dalam sebuah komunitas supaya roh mereka tetap menyala dan semangat mereka tidak kendor melayani Tuhan. Bagaimana dengan Anda, apakah Anda sedang berada di dalam sebuah komunitas atau sedang menjauh dari komunitas orang percaya?
Jika Anda ingin membangun kepercayaan yang bertumbuh kepada Tuhan, cara yang tepat adalah, Anda harus masuk dan berada dalam sebuah komunitas orang percaya. Tuhan Yesus Memberbati!

Komentar
Posting Komentar