TETAP PERCAYA KEPADA YESUS
Markus 5:25-34
Tidak ada satu orang pun manusia yang menginginkan kehidupannya dirundung masalah, bertahun-tahun digerogoti sakit penyakit, dan menghendaki kondisinya semakin memburuk.
Namun, dalam teks firman Tuhan di atas, Alkitab mendeskripsikan sebuah kisah yang sangat memprihatinkan dan memilukan, di mana ada seorang wanita yang mengalami sakit pendarahan sudah selama 12 tahun. Sesungguhnya tidak gampang untuk menjalani kehidupan yang berat seperti wanita itu, apalagi dalam kondisi yang cukup lama.
Kalau kita membaca narasi kisah tersebut dengan seksama, kita akan menemukan setidaknya ada tiga situasi sulit yang dialami wanita itu yang membuat keadaan hidupnya semakin parah: Pertama, penderitaan fisik (sakit) yang sudah menahun yang membuat kondisinya semakin memburuk dan kritis.
Kedua, akibat penyakit tersebut terjadi krisis ekonomi dan keuangan karena semua hartanya telah habis terjual untuk berobat. Ketiga, status sosial karena sakit pendarahan.
Dalam kitab Imamat 15:19 dikatakan, seorang wanita yang mengalami pendarahan, dia dianggap najis selama ia mengalami pendarahan tersebut. Dapat dibayangkan bagaimana status sosial wanita ini di tengah-tengah masyarakat pada saat itu. Dia tidak bisa bergaul bebas di tengah masyarakat pada umumnya. Tidak hanya dalam pergaulan, tapi dalam hal beribadah di bait suci, ia tidak bisa bebas oleh karena penyakit yang dideritanya.
Namun dari pengalaman pahit kehidupan wanita ini kita dapat belajar beberapa hal positif yang dapat membangkitkan semangat dan iman kita di dalam Tuhan.
1. WANITA INI TIDAK KEHILANGAN PENGHARAPAN (ayat 26-27)
“Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.” (Markus 5:26-27)
Di tengah-tengah pergumulan berjuang melawan penyakit selama 12 tahun, wanita ini telah memberikan teladan yang sangat baik dan kuat bagi setiap orang percaya. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun kehidupan wanita ini diselimuti pergumulan yang begitu berat, menyakitkan yang sangat menguras kekuatan fisik dan iman. Namun, di atas semua itu ada satu hal yang membuat kita pantas mengaguminya yaitu bahwa wanita masih memiliki pengharapan untuk sembuh dan dipulihkan.
Jika wanita ini mengalami pendarahan selama belasan tahun, maka dipastikan kondisi fisiknya semakin merosot dan lemah karena darah yang bisa berkurang di dalam tubuhnya yang membuat dia bisa mengalami komplikasi penyakit lainnya. Namun, sekali lagi wanita ini mampu menghadapi masa-masa sulit yang sedang dia alami dalam hidupnya. Mengapa bisa demikian? Karena wanita ini tidak kehilangan pengharapan akan kesembuhannya, tidak pernah berhenti untuk percaya, dan tidak menyerah pada realita hidup yang sedang dia jalani.
Wanita ini telah memberikan pelajaran dan cerminan iman yang luar biasa. Untuk itu, apapun kondisi Anda hari-hari ini, seperti apa pun beratnya beban yang sedang Anda tanggung hari-hari ini, jangan pernah berputus-asa, jangan kehilangan pengharapan, apalagi untuk menyerah, jangan! Di tengah-tengah situasi hidup yang sangat berat sekalipun, semangat juang Anda harus tetap dikobarkan.
2. TETAP BERJUANG MENDEKAT KEPADA YESUS (ayat 27)
“Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.” (Markus 5:27)
Kita bisa membayangkan betapa lemahnya fisik wanita ini, betapa ringkihnya tubuhnya, namun tidak demikian dengan semangatnya. Dia berupaya maju di tengah kerumunan orang untuk mendekati dan menghampiri Yesus. Kenapa demikian, karena fokus hidupnya tertuju kepada Yesus. Dia tau bahwa jawaban yang dia perlukan hanya dapat diperoleh di dalam Yesus. Kondisi fisiknya boleh lemah, badannya boleh tidak kuat tetapi tidak menghalangi dia untuk terus maju dan melangkah ke arah Yesus.
Oleh sebab itu, mari kita belajar kepada wanita ini, bagaimana pun kondisi hidup Anda, bagaimana pun situasi yang sedang Anda alami, dan seperti apa pun lemahnya fisik Anda hari-hari ini, tetaplah semangat dan teruslah berjuang datang kepada Yesus dan mempercayai Dia. Jangan ijinkan masalah-masalah yang menerpa hidup Anda seperti kesulitan ekonomi, persoalan sakit penyakit, pergumulan hidup menghalangi Anda untuk datang mendekat kepada-Nya.
3. MEMILIKI KEYAKINAN YANG TEGUH UNTUK SEMBUH (ayat 28)
“Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." (Markus 5:28)
Pada ayat 28 dalam nats bacaan di atas, Alkitab mencatat dengan jelas bagaimana iman wanita ini dinyatakan, asal ku jamah saja jubah-Nya maka aku akan sembuh.
Fisiknya boleh lemah dan ringkih karena sakit, kondisi keuangan dan perekonomiannya boleh morat-marit, tetapi imannya tidak tidak luntur dan pudar karena pergumulan hidup. Status sosialnya boleh tidak bersahabat karena mungkin ia dikucilkan oleh masyarakat karena ia dianggap najis karena penyakit yang ia derita, tetapi itu tidak menyurutkan imannya untuk percaya kepada Yesus. Sehingga pada waktu ia mendengar Yesus datang, ia spontan berusaha keras mendekati Yesus dan berkata: Asal kujamah saja jubah-Nya aku pasti sembuh.
Bagaimana dengan Anda, apakah iman Anda tetap berkobar di saat-saat sulit menghadang kehidupan Anda? Sekali lagi, jangan biarkan pergumulan hidup membunuh iman Anda, sebaliknya, jadikanlah masalah hidup yang Anda hadapi sebagai hamba yang baik mengantarkan Anda menikmati kemenangan dan suka cita yang sejati dari Tuhan.
Hasilnya:
Sakit penyakit yang menggerogoti selama bertahun-tahun, keuangan dan perekonomian yang seret, dan status sosial yang kurang bisa diterima di tengah masyarakat luas, seketika sembuh dan dipulihkan karena iman dan pengharapan kepada Yesus. Tuhan Yesus benar-benar menjadi jawaban bagi setiap orang yang percaya dan berharap kepada-Nya. Firman Tuhan sungguh “Ya dan Amen” untuk setiap janji Allah. Roma pasal 5 berkata, “Pengharapan kepada Tuhan tidak pernah mengecewakan”.
Pesan ilahinya bagi kita, Jika Tuhan Yesus sanggup memulihkan keadaan wanita ini, maka Tuhan Yesus sanggup juga menyembuhkan segala sakit penyakit kita, Tuhan Yesus sanggup juga memulihkan keadaan hidup kita. Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Oleh sebab itu, pada waktu kita mengalami pergumulan yang sulit, menghadapi berbagai macam persoalan hidup, tetaplah percaya dan yakini bahwa Tuhan akan bertindak dan sanggub memberikan solusi terbaik atas setiap persoalan dan pergumulan yang kita hadapi.
Jangan berhenti berharap, jangan berhenti percaya, jangan kehilangan iman, tapi arahkanlah mata iman kita fokus kepada Allah yang sanggup memberkati dan memulihkan keadaan kita. Tuhan Pasti memulihkan. Amin!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS