RAHASIA MENGALAMI KEAJAIBAN TUHAN DI BAWAH TEKANAN MUSUH
Hakim-hakim 6:1-14
1 Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya,
2 dan selama itu orang Midian berkuasa atas orang Israel. Karena takutnya kepada orang Midian itu, maka orang Israel membuat tempat-tempat perlindungan di pegunungan, yakni gua-gua dan kubu-kubu.
3 Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur, lalu maju mendatangi mereka;
4 berkemahlah orang-orang itu di daerah mereka, dan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apapun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledaipun tidak.
5 Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya,
6 sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN.
7 Ketika orang Israel berseru kepada TUHAN karena orang Midian itu,
8 maka TUHAN mengutus seorang nabi kepada orang Israel, yang berkata kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang menuntun kamu keluar dari Mesir dan yang membawa kamu keluar dari rumah perbudakan.
9 Aku melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan semua orang yang menindas kamu, bahkan Aku menghalau mereka dari depanmu dan negeri mereka Kuberikan kepadamu.
10 Dan Aku telah berfirman kepadamu: Akulah TUHAN, Allahmu, maka janganlah kamu menyembah allah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku itu." (Jdg. 6:1-10 ITB)
11 Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.
12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani."
13 Jawab Gideon kepada-Nya: "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian."
14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"
Dalam kisah di atas ada dua hal menarik yang dapat kita renungkan supaya kita dapat belajar bagaimana kita harus bersikap supaya kita tidak jatuh ke dalam berbagai tekanan, dan bagaimana caranya kita mengalami pemulihan dan kemenangan dari tekanan hidup yang terjadi karena kesalahan yang kita lakukan.
1. PENYEBAB ORANG ISRAEL MENGALAMI TEKANAN
- Mereka Melakukan Kejahatan di Mata Tuhan (Ayat 1)
- Mereka Beribadah Kepada ilah lain (berhala) Sesembahan Orang Amori (ayat 7-10)
Penyembahan berhala dan kepercayaan terhadap ilah lain selalu merupakan tindakan kejahatan di mata Tuhan yang membuat umat-Nya mengalami berbagai tekanan dan penderitaan hidup karena cemburu dan murka Tuhan.
2. PENGAMPUNAN YANG MENGHASILKAN KEAJAIBAN DAN KEMENANGAN
APA YANG DILAKUKAN BANGSA ISRAEL DAN GIDEON UNTUK MENGALAMI KEAJAIBAN DAN KEMENANGAN DARI TUHAN SAAT MENGALAMI TEKANAN HIDUP?
- BERSERU KEPADA TUHAN (Ayat 6B)
“... Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN.”
Pada saat mereka merasakan tekanan yang semakin berat dari orang Midian, mereka berseru dan mengadukan persoalan yang mereka hadapi kepada Tuhan. Ini adalah sebuah sikap positif yang mereka tunjukkan di hadapan Tuhan. Mereka tidak mengutuki Tuhan, tapi sebaliknya, mereka menyadari bahwa tanpa Tuhan mereka tidak bisa. Hal serupa perlu kita lakukan di saat kita mengalami intimidasi. Berserulah kepada-Nya karena Dia Allah yang peduli dengan seruan umat-Nya. Dia tidak akan membiarkan seruan kita hilang dan meluap ditelan awan di angkasa. Alkitab berkata, Dia berespon terhadap seruan umat-Nya.
- MEMBANGUN MEZBAH TUHAN DAN MEROBOHKAN MEZBAH BAAL DAN TIANG BERHALA (Ayat 25-27)
25 Pada malam itu juga TUHAN berfirman kepadanya: "Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya.
26 Kemudian dirikanlah mezbah bagi TUHAN, Allahmu, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik, lalu ambillah lembu jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang akan kautebang itu."
27 Kemudian Gideon membawa sepuluh orang hambanya dan diperbuatnyalah seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. Tetapi karena ia takut kepada kaum keluarganya dan kepada orang-orang kota itu untuk melakukan hal itu pada waktu siang, maka dilakukannyalah pada waktu malam.
Di dalam Kitab Nahum dikatakan, Dia adalah Allah yang cemburu dan pembalas...
Hal ini masih berlaku sampai saat ini. Tuhan tidak menghendaki umat-Nya memiliki sesembahan yang lain selain diri-Nya. Apabila Tuhan menemukan adanya penyimpangan penyembahan di kehidupan umat-Nya, Dia akan bertindak mendisiplin umat-Nya tersebut. Itulah yang diminta Tuhan untuk dilakukan Gideon yaitu meroboh mezbah baal dan menebang tiang berhala, kemudian membangun mezbah untuk-Nya.
Untuk kehidupan kekeristenan saat ini, Tuhan juga menginginkan agar kita merobohkan dan menjauhkan segala bentuk penyimpangan penyembahan dari pada-Nya, kemudian membangun dan mendirikan kembali mezbah bagi-Nya. Berhala adalah segala sesuatu yang mengalihkan kepercayaan dan penyembahan kita kepada Tuhan. Hal itu bisa dalam bentuk kesenangan atau hoby, pekerjaan dan kebiasaan buruk lainnya, di mana kita terikat dengan hal-hal tersebut.
Sebagai orang percaya dan anak Tuhan, biarlah hati dan penyembahan kita hanya tertuju kepada Dia pemegang kendali atas segala yang ada. Haleluya!
- TIDAK TERIKAT DENGAN MASALAH DAN KEGAGALAN MASA LALU (Ayat 13).
“Jawab Gideon kepada-Nya: "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian."
Gideon sempat tergoda dan hampir saja tidak mau bertindak karena terpengaruh oleh masalah yang dialami bangsanya di masa lalu, dia berkata, ... Ah, tuanku, jika Tuhan menyertai kami... kenapa demikian, karena:
- Masalah dapat membuat keyakinan seseorang menjadi tawar.
- Masalah dapat menimbulkan ketakutan-ketakutan di dalam hati seseorang.
Oleh sebab itu, kita perlu belajar dari kisah Gideon ini, bahwa kita tidak perlu mengalami kekalahan hari ini karena membiarkan dan mengijinkan masalah dan kegagalan di masa lalu membayangi pikiran kita.
- JANGAN MENAKAR KEKUATAN TUHAN DENGAN PORSI YANG KITA MILIKI (Ayat 14-15)
14 Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"
15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku."
Hampir setiap orang mengalami perkara yang satu ini, yaitu ketika mereka disuruh atau diperintahkan melakukan sesuatu, yang pertama mereka lihat adalah kekuatan dan bekal/modal apa yang ada pada mereka.
Gideon juga melakukan hal yang sama, katika Tuhan melalui malaikat-Nya memerintahkan dia untuk pergi menyelamatkan bangsanya dari penindasan orang Midian, dia berkata, “... kaum ku adalah yang paling kecil di antara suku manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluarga ku.”
Kabar baiknya adalah, waktu Tuhan menyuruh kita melakukan sesuatu, Dia tidak akan pernah membiarkan kita berjalan sendirian, tapi Dia akan bersama kita dan memperlengkapi kita. Banyak contoh-contoh di dalam Alkitab, di mana ketika Tuhan menyuruh orang yang paling sederhana pun melakukan tugas yang dari Tuhan, mereka tidak dibiarkan berjalan dan bertindak sendirian. Hal yang sama juga akan terjadi dalam kehidupan kita, pada waktu kita melakukan perintah Tuhan maka Dia selalu menyertai kita.
- TAAT MENGIKUTI PETUNJUK TUHAN (Pasal 7:9-15)
9 Pada malam itu berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Bangunlah, turunlah menyerbu perkemahan itu, sebab telah Kuserahkan itu ke dalam tanganmu.
10 Tetapi jika engkau takut untuk turun menyerbu, turunlah bersama dengan Pura, bujangmu, ke perkemahan itu;
11 maka kaudengarlah apa yang mereka katakan; kemudian engkau akan mendapat keberanian untuk turun menyerbu perkemahan itu." Lalu turunlah ia bersama dengan Pura, bujangnya itu, sampai kepada penjagaan terdepan laskar di perkemahan itu.
12 Adapun orang Midian dan orang Amalek dan semua orang dari sebelah timur itu bergelimpangan di lembah itu, seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi laut banyaknya.
13 Ketika Gideon sampai ke situ, kebetulan ada seorang menceritakan mimpinya kepada temannya, katanya: "Aku bermimpi: tampak sekeping roti jelai terguling masuk ke perkemahan orang Midian; setelah sampai ke kemah ini, dilanggarnyalah kemah ini, sehingga roboh, dan dibongkar-bangkirkannya, demikianlah kemah ini habis runtuh."
14 Lalu temannya menjawab: "Ini tidak lain dari pedang Gideon bin Yoas, orang Israel itu; Allah telah menyerahkan orang Midian dan seluruh perkemahan ini ke dalam tangannya."
15 Segera sesudah Gideon mendengar mimpi itu diceritakan dengan maknanya, sujudlah ia menyembah. Kemudian pulanglah ia ke perkemahan orang Israel, lalu berkata: "Bangunlah, sebab TUHAN telah menyerahkan perkemahan orang Midian ke dalam tanganmu."
Inti dari kemenangan yang diraih oleh Gideon dan bangsanya adalah ketaatan mengikuti petunjuk dan melaksanakan perintah Tuhan. Alkitab mencatat, setiap kemenangan dan mujizat yang diterima dan dialami seseorang, baik secara personal dan kolektif dari Tuhan, selalu berkaitan dengan ketaatan. Artinya, ketaatan seseorang mengikuti dan menjalankan perintah Tuhan akan menghasilkan mujizat dan kemenangan. Bagaimana dengan Anda?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS