ALLAH YANG HIDUP ADALAH ALLAH PEMBUAT KEAJAIBAN
DANIEL 3:1-30
Daniel dan kawan-kawannya di tawan oleh raja Nebukadnezar ke Babel. Kawan-kawannya adalah Hananya, Misael dan Azarya..Nama mereka ini memiliki arti tersendiri yaitu Daniel: Allah adalah Hakimku, Hananya; Tuhan menunjukkan kasih karunia, Misael:Siapa yang setara dengan Allah dan Azarya: Tuhan menolong.Nama mereka Ketika ada di Babel diberikan oleh penguasa di sana adalah: Daneil=Beltsazar, Hananya= Sadrak, Misael= Mesakh, Azarya= Abednego. Nama-nama mereka merupakan nama-nama dewa yang ada di Babel. Daniel=Bel melindunggi hidupnya, Hananya= Hamba Aku yaitu dewa bulan, Misael= Bayangan Pangeran, Azarya= Hamba nego yaitu dewa hikmat atau bintang fajar.
Ke 4 orang muda ini di pekerjakan oleh Raja Nebukadnezar di kerajaannya, melalui tahap-tahapan yang sangat selektif tanpa ada unsur KKNlah sekarang. Karena mereka orang tawanan tanpa ada bekingan dari seseorang..
Di waktu mereka sedang dalam tahap seleksi disitulah timbul persoalan yang berat apa itu?
Di perhadapkan dengan dilema(Daniel 1: 8-10)
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tidak usah menajiskan dirinya,selanjutnya; maka Allah mengarunikan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu.tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja.
Jika kita diperhadapkan dengan pilihan mau makan ayam atau mau makan ikan tentu itu tidak menjadi masalah atau pergumulan berat karena itu semuanya enak-enak. Tetapi Daniel dan kawan-kawan di perhadapkan dengan pilihan yang berat, mereka diberikan makanan dan minuman raja yang pada dasarnya adalah najis karena telah dipersembahkan kepada dewa-dewi raja Nebukadnezar.
Selain dari Soal makan dan minum ada lagi yang ,enjadi tantangan bagi Daniel dan kawan-kawannya adalah:
· Perapian yang menyala-nyala.(Daniel 3:6)
siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
Pergumulan kali ini sangatlah luar biasa..antara Hidup dan Mati. Bagi orang yang masih mau Hidup tentu lebih baik menyembah Patung yang di buat oleh Nebukadnezar dan jauh lebih baik dan menyenangkan. Dengan harapan bahwa akan tetap mendapatkan kedudukan dikerajaan Babel..Mungkn Sebagian orang saat ini juga memiliki prinsip yang sama seperti yang saya katakan tadi. Tetapi Perapian yang menyala-nyala tidak menyurut Konsistensinya anak muda itu.Perintah raja adalah sebuah perintah yang tidak dapat dibatalkan..perkataan raja adalah sebuah undang-undang yang tidak dapat di Tarik lagi dengan cara apapun..Kematian dan kebinasaan telah di depan mata mereka. Sungguh berani melawan titah raja adalah hukuman MATI.Tidak ada yang enak kalau di bakar, kecuali Sate dan Ikan Toman…Ternyata mereka tetap konsisten biar mereka di BAKAR DALAM PERAPIAN.
· Mereka tidak Pernah Takut.(12)
Ada beberapa orang Yahudi , yang kepada mereka tuanku berika pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja: mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuan ku dirikan.
Sadrakh,Mesakh dan Abednego sangat tahu apa yang akan mereka alami Ketika mereka tidak mau menyembah patung emas yang telah di dirikan oleh raja Nebukadnezar..Sebab telah di katakan dari awal bahwa Perapian akan menantikan orang yang tidak sujud menyembah patung tersebut. Pertanyaannya adalah apakah mereka TAKUT? Ternyata mereka berani menantang maut, mereka berani menantang Titah raja, dengan segala resiko.
- Negosiasi masih dibukakan(15)
Sekarang, jika kamu bersedia,demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu!. Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku.
Ancaman ini sekaligus juga merupakan Negosiasi agar mereka mau menyembah Patung yang di dirikan oleh Nebukadnezar..Dalam segala persoalan atau situasi yang kita hadapi pasti ada cara yang dipakai untuk membuat kita diam sejenak dan memikirkan apa yang menjadi resiko jika seandainya saya lakukan dan apa resiko seandainya saya tidak lakukan.. Bagi orang yang telah memutuskan untuk tidak mau melakukan sebuah pelanggaran maka dia akan tetap berkomitmen bahwa segala resiko akan saya hadapi meskipun keputusan yang saya ambil adalah salah.
Dan tetap konsisten juga bahwa keputusan saya bulat tidak mau kompromi dengan cara-cara yang tidak benar, meskipun menghadapi resiko di Pecat.Bagi Sadrakh, Mesakh dan Abednego, keputusan sudah multak bahwa mereka tidak akan menyembah patung tersebut dengan segala resiko
- Mereka BERANI MELAWAN ARUS(16-18)
Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
Jawaban mereka terhadap pertanyaan raja dengan menegosiasi tersebut sangat tegas, tidak perlu di ulang lagi bahwa mereka tidak akan menyembah patung tersebut. Ini tipe orang yang konsisten, tetap pada pendiriannya. Tanpa pikir Panjang atau mengulur-ulur waktu dengan kawan-kawan, mereka sepakat bahwa tidak.Sikap mereka ini menandakan bahwa mereka memiliki :
· Iman yang TEGUH(17-18)
Jika Allah kami yang kami puja, sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tangganmu ya raja.
Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuan ku dirikan itu.
Kepercayaan yang sangat teguh kepada Allah lah yang benar-benar Hidup membuat mereka berani membangkang dan melawan raja. Keteguhan itulah yang di pelihara oleh mereka sejak mereka di bawa ke Babel dengan tetap berIbadah kepada Allahnya tanpa rasa takut dan gentar. Saya percaya bahwa orang-orang muda ini tetap bersekutu dan berdoa kepada Allahnya seperti dicatat bahwa Daniel berdoa 3 x sehari ia berlutut serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
· Mereka Tetap di PANGGANG(19-23)
Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh,Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya, untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.
Lalu diikatlah ketiga orang itu, dengan jubah, celana,topi dan pakaian-pakaian mereka yang lain, dan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas.
Tiga sahabat itu tetap terpanggang..Tuhan tidak mengubah pikiran raja Babel lalu membatalkan rencana pemanggangan mereka. Eksekusi tetap berjalan sebagai konsekwensi tidak mau menyembah patung emas raja babel..Secara manusia saya sedikit memikirkan apakah Tuhan tidak sanggup memadamkan api yang besar itu? Pasti dapat dan sanggup, karena Dia adalah Allah yang luar biasa..tetapi keajaiban tidak akan terjadi jika Allah memadamkan api yang sedang menyala-nyala dengan hujan dan air yang banyak..Tetapi keajaiban itu terjadi dan menjadi catatan yang luar biasa adalah Ketika 3 orang yang masuk ke dalam perapian tersebut berjalan kian kemari tanpa ada rasa panas dan tidak ada yang terbakar dan lebih Ajaib lagi ada 1 orang yang bersama-sama mereka. Ayat ke 24: Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya; Bukankah tiga orang yang kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu? Jawab mereka kepada raja; Benar ya raja.
Katanya; tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas ditengah-tengah api itu, mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa.
Inilah pernyataan yang keluar dari mulut raja Nebukadnezar sebuah kesaksian bahwa: 26; Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapianyang menyala-nyala itu, berkatalah ia; Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi , keluarlah dan datanglah kemari! Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.
Keajaiban terjadi Ketika kita di perhadapkan dengan segala pergumulan dan persoalan hidup. Kita tidak pernah mengalami mujizat kesembuhan jika kita tidak pernah SAKIT.. Kita tidak pernah mengalami pertolongan Tuhan kalau kita tidak pernah mengalami kesesakan hidup, kita tidak pernah mengalami pengampunan Tuhan, kalau kita tidak berDosa…
Mari kita semua umat Tuhan jemaat GBI Putussibau terus dan tetap mengalami Tahun Keajaiban dan keBesaran Tuhan di tahun ini..Jangan pernah takut dan gentar menghadapi persoalan dan pergumulan sebab disitulah kita akan mengalami keAjaiban dan keBesaran Tuhan.
Berkatalah Nebukadnezar: Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego ! Ia telah mengutus malaikat-malaikatNya dan melepaskan hamba-hambanNya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah alah mana pun kecuali Allah mereka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS