DUTA ATAU UTUSAN KRISTUS DI BUMI (Part – 2)
Minggu, 04 Desember 2022
DUTA ATAU UTUSAN KRISTUS DI BUMI (Part – 2)
B. MENGAPA KITA HARUS MEMBERITAKAN INJIL?
Ini merupakan pertanyaan yang perlu kita jawab dari hasil perenungan yang mendalam di hati kita sebagai seorang Kristen yang mengasihi Yesus Kristus, sebab jika kita tidak memahami hakiki dari Injil Yesus Kristus, maka kita tidak dapat memberitakan Injil-Nya.
Mari kita mencoba menjawab pertanyaan mengapa kita harus memberitakan Injil Yesus Kristus?
Ada beberapa alasan utama mengapa kita harus memberitakan Injil Yesus Kristus?
1. Karena berita Injil Yesus Kristus adalah satu-satunya berita yang dapat menyelamatkan manusia dari hukuman kekal.
Yesus
memerintahkan para rasul untuk pergi ke seluruh dunia untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk atau ke semua manusia. Perintah ini tanpa batasan wilayah suatu negara, tanpa batasan bahasa dan tanpa batasan waktu artinya semua manusia di muka bumi dari segala jaman harus mendengar Injil-Nya.
memerintahkan para rasul untuk pergi ke seluruh dunia untuk memberitakan Injil kepada segala makhluk atau ke semua manusia. Perintah ini tanpa batasan wilayah suatu negara, tanpa batasan bahasa dan tanpa batasan waktu artinya semua manusia di muka bumi dari segala jaman harus mendengar Injil-Nya.
Mar 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Mar 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Yesus mengatakan siapa yang percaya kepada Injil dan dibaptis akan diselamatkan, tapi siapa yang mendengar Injil dan tidak percaya akan dihukum. Yesus tidak mendirikan sebuah agama baru, tapi melalui kematian dan kebangkitan-Nya Ia ingin semua manusia diselamatkan dari hukuman kekal.
Manusia diperhadapkan kepada 2 pilihan sangat penting dalam hidupnya pada waktu mendengar berita Injil Yesus. Manusia bisa memilih percaya kepada Injil atau menolaknya. Setiap pilihan itu mengandung resiko masing-masing. Memilih percaya kepada Injil Yesus Kristus, manusia akan menerima pengampunan dosa dan menerima hidup kekal, sebaliknya menolak untuk percaya kepada Injil Yesus Kristus, manusia akan dihukum dalam hukuman kekal. Dosa membawa semua manusia kepada maut dan hukuman maut (Roma 1:16; 3:23; 6:23).
Injil membawa setiap manusia berada di posisi persimpangan jalan: jalan yang satu menuju kehidupan kekal dan jalan satu lainnya menuju kepada kematian kekal. Yesus adalah jalan yang membawa manusia kepada kehidupan kekal (Yoh 14:6).
Yesus telah mati menanggung dosa semua manusia dan menjadi pendamaian bagi semua manusia, oleh sebab itu Allah Sang Pencipta memerintahkan kepada manusia untuk bertobat dan percaya kepada Anak-Nya Yesus Kristus (Kisah Rasul 17:30-31; 1 Tim 1:15; 1 Yoh 5:11-13).
2. Karena berita Injil Yesus Kristus adalah berita yang sanggup mematahkan kuasa maut.
2 Tim 1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
2 Tim 1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
2 Tim 1:10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
Berita Injil Yesus Kristus adalah berita yang mendatangkan kuasa yang sangup mematahkan maut atau kematian, kuasa yang memberikan hidup kekal bagi yang mau percaya. Jadi semua harus mendengar berita yang dahsyat ini melalui orang percaya. Maut adalah kematian kedua, di mana posisi manusia terpisah dari Allah selama-lamanya di dalam lautan api, hal ini kita dapatkan dari kitab Wahyu, bahwa manusia berdosa yang tidak percaya akan dihukum dalam lautan api.
Ada dua jenis kitab tentang kehidupan manusia yaitu kitab perbuatan dan kitab kehidupan. Mereka yang namanya tidak ditulis dalam kita kehidupan akan dibuang dalam neraka. Agar nama setiap orang ditulis dalam kitab kehidupan, mereka harus mendengar berita Injil Yesus dan percaya kepada-Nya.
Wahyu 20:11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
Wahyu 20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
Wahyu 20:13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.
Wahyu 20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
Wahyu 20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
Wahyu 21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang- orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
3. Karena memberitakan Injil Yesus Kristus adalah perintah.
Sangat jelas bahwa Tuhan memerintahkan kepada para rasul untuk pergi memberitakan Injil. Namun bukan saja kepada para rasul tetapi juga kepada setiap generasi orang percaya sampai Tuhan datang kedua kalinya.
Pada saat kita membaca ayat-ayat dibawah ini, kita mendapatkan bahwa perintah Tuhan untuk memberitakan Injil berlaku di segala zaman.
Mat 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."
Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Mat 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Mar 13:10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.
Mar 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Mar 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Jadi dari ayat-ayat di atas, kita memahami bahwa setiap kita mempunyai tugas untuk memberitakan Injil.
4. Karena kasih Yesus yang menggerakkan saya.
Alkitab mencatat bahwa perjalanan Yesus dari desa ke desa, dari kota ke kota dalam memberitakan Injil digerakkan oleh belas kasihan-Nya terhadap jiwa-jiwa. Dia melihat orang banyak yang datang kepada-Nya dengan mata hati-Nya.
Mat 9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Mat 9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
Mar 6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
Belas kasih adalah sifat yang ada pada Allah dan ada pada manusia. Istilah belas kasihan dimaknai sebagai kasih sayang atasan kepada bawahan, yang sama sekali bawahan itu tidak layak menerimanya. Pemikiran Allah terhadap manusia sehubungan dengan kesalahan adalah kasih karunia, sedangkan pemikiran Allah terhadap manusia sehubungan dengan kesengsaraan manusia ialah kasih sayang atau belas kasihan.
Yesus semasa hidup-Nya dalam pelayanan-Nya dicatat dengan kalimat tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan. Seharusnya hal ini menjadi teladan bagi kita dalam melakukan perintah Yesus untuk memberitakan Injil. Hati kita harus digerakkan oleh kasih-Nya untuk menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang agar supaya mereka mendengar berita Injil yaitu tentang betapa besar kasih Allah kepada mereka agar mereka diselamatkan dengan memberikan Yesus Anak-Nya yang terkasih menjadi korban penebusan bagi dosa-dosa mereka.
Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di kota Korintus memberikan contoh kepada kita, ketika dia pergi memberitakan Injil sebagai berikut:
2 Kor 5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.
2 Kor 5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
Sebagai utusan Kristus atau seorang ambasador Yesus Kristus, sebaiknya pemberitaan Injil terjadi karena kasih Yesus yang menggerakkan kita untuk membawa orang-orang bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Haleluya!

Komentar
Posting Komentar