DUTA ATAU UTUSAN KRISTUS DI BUMI (Part – 1)



Minggu, 20 Nopember 2022
DUTA ATAU UTUSAN KRISTUS DI BUMI (Part – 1)
Kata ambassador diartikan dalam bahasa Indonesia dengan kata duta besar. Menurut KBBI kata duta besar, adalah orang yang diutus oleh pemerintah (raja dan sebagainya) untuk melakukan tugas khusus, biasanya ke luar negeri; utusan; misi; orang yang mewakili suatu negara di negara lain untuk mengurus kepentingan negara yang diwakilinya, membantu dan melindungi warga negaranya yang tinggal di negara itu.
Jadi seorang duta besar adalah seorang yang dikirim dari satu kekuasaan berdaulat ke kekuasaan yang lain; dan mewakili pribadi penguasa/negara/kerajaan yang mengirimnya.
Seperti yang kita baca dalam Alkitab, Tuhan Yesus Kristus pada saat berada di bumi, Ia mewakili pribadi Bapa di sorga (Yoh 5:36- 37); Demikian juga para rasul dan semua orang percaya, sedang bertugas mewakili pribadi Yesus Kristus di bumi ini (Yoh 20:20-21).
Seperti Yesus Kristus menyatakan kehendak Bapa kepada seluruh umat manusia; demikian juga rasul-rasul dan generasi orang percaya seterusnya menyatakan kehendak Yesus Kristus kepada dunia (Yoh 5:36; 10:37-38; Kisah 1:8). Kesimpulannya bahwa setiap orang percaya adalah utusan Kristus, menjadi seorang duta besar bagi Kristus. Intinya, bahwa kita semua orang percaya bukan berasal dari dunia tetapi sebagai utusan Kristus ke dunia (Yoh 15:18-19; 17:14-16); kita semua adalah rekan sekerja Allah (1 Kor 3:9).
Selaras dengan pemahaman di atas, rasul Paulus dan tim pelayanannya menyebutkan diri mereka sebagai utusan Kristus, yang dalam Alkitab bahasa Inggris ditulis dengan kata ambassador. 2 Kor 5:20 “Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
2 Cor 5:20 So we are Christ’s ambassadors; God is making his appeal through us. We speak for Christ when we plead, “Come back to God!” (NLT)
Dalam nats Kisah 2:41-47, kita menemukan bahwa hidup jemaat mula-mula adalah sebuah pelatihan untuk menjadikan orang percaya baru menjadi utusan Kristus. Catatan Alkitab dalam Kisah 2:41-47 menceritakan tentang bagaimana para rasul sedang mempraktekkan amanat agung dari Yesus Kristus yang dicatat dalam Injil Matius 28:18-19.
Mat 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Mat 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Yesus Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati, menyatakan bahwa Dia telah menerima segala kuasa di sorga dan di bumi (ay 18), lalu mengutus para murid-Nya untuk menjadi utusan-utusan-Nya ke seluruh bumi sampai akhir zaman.
Utusan-utusan-Nya ini diberi mandat yaitu untuk menjadikan semua bangsa murid Yesus Kristus dengan cara pergi memberitakan Injil, membaptis orang yang percaya dan mengajar orang yang percaya untuk mentaati segala perintah dari Yesus Kristus. Inilah tugas atau mandat yang mereka terima dari Yesus Kristus setelah kebangkitan-Nya dan mereka melakukannya.
Jemaat mula-mula adalah contoh bagaimana orang-orang percaya baru dimuridkan; Jemaat mula-mula merupakan sekolah pemuridan pertama yang dilaksanakan dengan jumlah murid sebanyak 3000 orang. Mereka tidak hanya dimuridkan oleh para rasul dan mengalami perubahan hidup tetapi mereka juga dipersiapkan untuk melakukan tugas dari Yesus Kristus yaitu memuridkan orang percaya yang baru lainnya.
Kitab Kisah Rasul mencatat melalui peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh Saulus, mengakibatkan jemaat mula-mula yang tadinya senantiasa berkumpul di Yerusalem, sekarang mereka tersebar ke mana-mana. Mereka tersebar ke seluruh negeri sampai sangat jauh, seperti yang dicatat dalam:
Kisah 8:4 Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.
Kisah 11:19 Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja.
Kisah 11:20 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan.
Dedikasi sebagai murid Yesus Kristus begitu nampak terlihat, di tengah-tengah penderitaan yang hebat setelah kematian Stefanus, mereka tidak lalai dalam menjalankan tugas mereka yaitu memberitakan Injil. Mereka adalah jemaat mula-mula yang sangat militan bagi Yesus.
Tugas seorang Ambassador dari Yesus Kristus adalah memberitakan Injil dan melayani orang percaya untuk dimuridkan agar supaya dapat melayani Yesus Kristus. Memberitakan Injil juga disebut sebagai pelayanan pendamaian (2 Kor 5:18-20). Isi pemberitaan Injil adalah memberitakan tentang kematian Yesus Kristus untuk menanggung semua dosa manusia, dikuburkan dan yang dibangkitkan pada hari ke-3 dari antara orang mati agar semua orang yang percaya diselamatkan (1 Kor 15:3-4);
A. MODEL PENGINJILAN
Alkitab adalah satu-satunya sumber bagi kita untuk mempelajari tentang Injil Yesus Kristus, di dalamnya ada peristiwa-peristiwa yang ditulis bagaimana Injil Yesus Kristus itu diberitakan dan hasil yang didapat dari pemberitaan Injil Yesus Kristus.
Alkitab mencatat ada dua metode penginjilan yaitu
1. Model Penginjilan Massa
Model Penginjilan Masa adalah pemberitaan Injil kepada orang dalam jumlah yang banyak di satu tempat tertentu, orang-orang ini belum sama sekali mendengar tentang Injil Yesus Kristus dan belum diselamatkan. Alkitab memberitahukan kepada kita, hal yang seperti ini dilakukan oleh Yesus, Petrus, Filipus dan Paulus. Kita ambil contoh kisah pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Filipus di Samaria.
Kisah 8:5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.
Kisah 8:6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.
Kisah 8:7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Kisah 8:8 Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.
Ayat-ayat dalam Kisah 8:5-8 menceritakan tentang penginjilan di kota Samaria oleh Filipus. Di situ diceritakan tentang keterangan jumlah orang yang hadir pada waktu itu dengan kalimat orang banyak, artinya pada waktu Filipus memberitakan Injil kepada orang banyak, Tuhan meneguhkan pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Filipus dengan tanda-tanda ajaib (ayat 6-7), sebagai hasilnya dalam pemberitaan Injil itu banyak orang menerima Injil Yesus Kristus dan menjadi orang percaya, lalu dibaptis air dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Dengan banyaknya orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan banyak tanda-tanda ajaib yang dilihat dan dialami membuat sukacita sorga melimpahi mereka sehingga sangatlah besar sukacita dalam kota itu.
2. Model Penginjilan Pribadi
Model Penginjilan Pribadi adalah memberitakan Injil kepada satu orang. Model ini sifatnya dapat dilakukan di mana saja, kapan saja dan dalam segala situasi, karena bersifat personal. Kita bertemu dengan sahabat, rekan kerja, rekan bisnis, tetangga, teman sekolah, orang yang bertemu di jalan, di mall, di pesawat, di pasar dan tempat- tempat lainnya.
Model penginjilan massa, kita telah melihatnya dari pelayanan Filipus di kota Samaria, namun untuk melihat model penginjilan pribadi, kita juga akan belajar dari pelayanan Filipus dalam Kisah Rasul 8:26-40. Dalam kisah ini Filipus disuruh oleh seorang malaikat untuk pergi ke jalan sepi (padang gurun ayat 26), ternyata di jalan yang sepi itu ada seorang Etiopia (seorang pembesar, jabatannya adalah bendahara dan sida-sida ratu Etiopia), dia seorang penganut agama Yahudi (proselit), habis beribadah di Yerusalem dan sedang dalam perjalanan pulang, dan sedang membaca kitab Yesaya 53:7-8 (ay 27- 28). Kemudian Roh Kudus menyuruh Filipus mendekati kereta itu dan berjalan di sampingnya (ay 29) dan Filipus mulai membuka pembicaraan dengan orang Etiopia itu, lalu Filipus memberitakan Injil Yesus dari kitab Yesaya 53:7-8 yang sedang dibaca itu, dan menjelaskan tentang baptisan air, sehingga bendahara Etiopia itu memberi diri dibaptis dalam air. Alkitab mencatat setelah ia menjadi percaya kepada Yesus dan dibaptis, ia meneruskan perjalanan pulangnya dengan sukacita (ay 35-39).
Dalam penginjilan pribadi ini kita melihat bagaimana Allah turut bekerja agar supaya bendahara ratu Etiopia itu diselamatkan. Allah menyuruh malaikat-Nya, Roh-Nya dan memberi fasilitas ilahi kepada Filipus, sehingga setelah menyelesaikan misinya Filipus dilarikan secepat kilat oleh Roh, pergi ke tempat lain dengan ajaib (ay 39-40).
Allah selalu bekerja di dalam hati seseorang yang sedang ada di dalam rencana keselamatan-Nya sehingga pada waktu Injil Yesus diberitakan, mereka menjadi percaya (bnd kisah Kornelius dalam Kisah rasul 10; Kisah Lidya dalam Kisah Rasul 16:14).
3. Model Kekinian
Di zaman kita sekarang ini, di dunia yang serba digital, penginjilan dapat dilakukan dengan banyak cara, tidak hanya model penginjilan masa dan model penginjilan pribadi, tapi kita dapat menggunakan semua sarana yang ada seperti buku, radio, televisi, media sosial dan lain-lain, yang pada intinya bahwa pemberitaan Injil Yesus Kristus selalu relevan bagi semua orang dalam semua generasi dan semua zaman.
Kalau kita membaca Alkitab tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, kita menemukan salah satu tanda kedatangan-Nya adalah semua bangsa akan mendengar Injil Yesus Kristus, seperti yang dikatakan Yesus dalam Injil Matius:
Mat 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."
Dari ayat ini kita dapat memahami bahwa Injil Yesus Kristus akan tetap menjadi berita yang dibutuhkan manusia di segala zaman, Injil selalu relevan untuk semua generasi manusia. Dari ayat Matius 24:14 kita dapat menarik kesimpulan bahwa Yesus menghendaki agar Injil-Nya selalu diberitakan kepada orang, karena hanya injil orang-orang bisa diselamatkan dan diubahkan. (bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS