MENJADI SAKSI BAGI KRISTUS (Part – 2)
Minggu, 30 Oktober 2022
MENJADI SAKSI BAGI KRISTUS (Part – 2)
“Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (Kis. 2:46-47)
C. CARA MENJADI SAKSI
Dari nats Kisah 2:46-47, kita dapat melihat bahwa orang Kristen mesti terus bersaksi untuk membawa jiwa-jiwa yang terhilang kepada Kristus. Untuk menjadi saksi Yesus, kita dapat belajar dari ajaran Yesus bagaimana orang percaya dapat menjadi saksi-Nya.
1. Melalui Hidup Baru Dalam Kristus.
Dalam
pengajaran-Nya, Yesus mengajarkan agar setiap orang percaya kepada-Nya menjadi terang dan garam dunia, seperti yang ditulis dalam Alkitab yaitu:
pengajaran-Nya, Yesus mengajarkan agar setiap orang percaya kepada-Nya menjadi terang dan garam dunia, seperti yang ditulis dalam Alkitab yaitu:
Mat 5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Mat 5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Mat 5:15 Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Mat 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Ketika Yesus mengajarkan tentang menjadi garam dan terang dunia, ajaran ini ditujukan kepada para murid-Nya (Mat 5:1). Menjadi garam dan terang dunia adalah merupakan kotbah Yesus di atas bukit yang mengajarkan tentang nilai-nilai hidup orang percaya sebagai anak-anak terang di dunia (Mat 5:2-12).
Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi garam dunia. Garam tidak berguna apa-apa jika hanya disimpan pada tempatnya. Garam harus digunakan supaya ada khasiatnya seperti memberikan rasa sedap pada makanan, mengawetkan makanan, mematikan kuman dan sebagainya. Demikian juga dengan kekristenan kita, jika hidup kita hanya untuk diri sendiri, gereja kita sendiri, maka dampaknya tidak dapat dirasakan oleh orang lain di sekitar kita.
Yesus juga mengajarkan jangan taruh pelita di bawah gantang, karena cahayanya tidak dapat digunakan untuk menerangi sekitarnya, demikian juga kita sebagai orang Kristen, jangan sampai cahaya Kristus yang telah kita terima, kita gunakan hanya untuk diri kita dan menutup diri terhadap orang di sekitar kita. Keselamatan yang telah kita terima di dalam Yesus Kristus, mesti dibagikan kepada orang lain.
Yesus mengajarkan bahwa menjadi garam dan terang adalah berbentuk tingkah laku tutur kata dan perbuatan baik kita.
Mat 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Perbuatan baik kita dapat dipakai oleh Tuhan untuk membawa jiwa-jiwa datang kepada-Nya. Supaya kita menjadi orang Kristen yang berbuah melalui perkataan dan perbuatan baik, rahasianya adalah kita harus memiliki persekutuan dengan Yesus dan Firman-Nya sama seperti pokok anggur dan carangnya (Yoh 15:1-8).
2. Melalui Pemberitaan Injil.
Kita dapat memberitakan Injil kepada siapa saja baik secara individu maupun secara massal. Namun pemberitaan secara individu jauh lebih efektif karena dapat dilakukan di mana saja, kapan saja dan kepada siapa saja.
Ketika Anda memberitakan Injil artinya Anda sedang menyampaikan berita tentang pengampunan dosa yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus pada saat Dia mati dan bangkit dari antara orang mati (1 Kor 15:3-4; bnd. Kis. 10:43).
Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; (1 Korintus 15:3-4)
Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya." (Kis. 10:43)
Sedangkan ketika kita bersaksi, kesaksian kita dapat berisi berita Injil atau perbuatan Tuhan dalam hidup kita.
Jadi, kita bisa bersaksi tentang kebaikan atau perbuatan Tuhan yang kita alami, kita dapat menceritakan apa yang terjadi sebelum mengalami atau mengenal Tuhan dan sesudah mengalami dan mengenal Tuhan.
Berikut adalah langkah-langkah untuk memenangkan jiwa:
a. Berdoalah untuk mereka yang ingin saudara menangkan.
Berdoa syafaat untuk orang yang akan Anda menangkan merupakan tindakan yang sangat penting. Doa syafaat memberikan ruang kepada Roh Kudus untuk berkarya di dalam hidup orang yang sedang kita doakan. Yesus juga melakukan doa syafaat untuk orang-orang yang akan diselamatkan (Yes 53:6-7; Yoh 17:20). Doa menghadirkan Allah di atas pribadi, kelompok masyarakat, kota dan bangsa untuk Dia bekerja.
b. Membangun jembatan.
Setiap orang ketika berhubungan dengan orang lain, pasti ada gap atau jarak. Untuk menjangkaunya kita harus membangun jembatan agar tercipta suatu hubungan. Jembatan ini dibuat bertujuan untuk mencari yang terhilang agar mereka dapat mendengar berita tentang kasih Allah, di mana Allah telah mengampuni dosa-dosa manusia karena kematian dan kebangkitan Yesus dari antara orang mati.
Bangunlah hubungan yang baik dengan orang-orang yang sedang kita doakan agar kita dapat berkomunikasi dengannya dan agar ada kesempatan untuk bersaksi.
c. Bergantung sepenuhnya kepada Roh Kudus.
Supaya orang dapat terbuka hatinya terhadap Injil Yesus Kristus, kita harus mengandalkan kuasa Roh Kudus. Roh Kuduslah yang akan menuntun kita untuk memberitakan Injil atau kesaksian yang akan kita sampaikan sehingga orang yang mendengarnya menjadi percaya. Roh Kuduslah yang akan menyadarkan seseorang akan kebutuhannya tentang keselamatan jiwanya.
d. Tetaplah percaya dan terus mendoakannya.
Setelah Roh Kudus mempertemukan kita kepada orang yang akan diselamatkan dan kita sudah memberitahukan tentang Injil atau kita telah bersaksi, maka kita harus tetap percaya kepada kerja kuasa Roh Kudus dengan cara tetap mendoakan. Berita Injil yang kita sampaikan adalah ibarat benih. Benih yang ditabur di hati seseorang harus dirawat supaya tumbuh dengan baik. Doa-doa kita ibarat air yang menyirami benih.
Mulailah bersaksi dan memberitakan Injil kepada setiap orang yang terhilang yang membutuhkan pengampunan dosa dan keselamatan. Karena tanpa tanpa Injil tidak mungkin mereka diselamatkan. Selamat bersaksi dan memberitakan Injil Kristus. Amen!

Komentar
Posting Komentar