MENJADI SAKSI BAGI KRISTUS (Part – 1)
Minggu, 16 Oktober 2022
MENJADI SAKSI BAGI KRISTUS (Part – 1)
“Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (Kis. 2:46-47)
Dari kedua ayat di atas kita akan belajar beberapa kebenaran yang ada di dalamnya yaitu:
A. ORANG-ORANG YANG MENERIMA INJIL KRISTUS MENGALAMI PERUBAHAN HIDUP
Firman Tuhan dalam Kisah 2: 44-46 memberitahukan kepada kita yang hidup di jaman sekarang ini sebuah gambaran bagaimana kehidupan Kristen itu dipraktekkan pada gereja mula-mula. Kita sudah belajar bahwa jemaat mula-mula terdiri dari orang-orang Yahudi dan non Yahudi yang sebelumnya menganut agama Yahudi, mereka sama sekali tidak mengenal Yesus Kristus dan ajaran-Nya. Mereka tidak tahu bagaimana menjalani hidup sebagai murid Yesus, tapi setelah mereka mendengar Injil yang disampaikan oleh rasul Petrus pada hari raya Pentakosta, mereka akhirnya menjadi orang percaya kepada Yesus Kristus, mereka memberi diri dibaptis dan mereka bertekun dalam pengajaran para rasul.
Di dalam Kisah Rasul pasal 2 yang telah kita pelajari, kita menemukan kata kunci keberhasilan gereja mula-mula yaitu ketekunan. Kata tekun dicatat dalam ayat 42, 46 untuk memberitahukan kepada kita bahwa ketekunan selalu membuahkan hasil yang sangat baik yaitu jemaat yang mengalami pembaharuan. Setelah mereka bertekun dalam pengajaran, bertekun dalam persekutuan, bertekun dalam memecahkan roti dan bertekun dalam doa maka dampaknya mulai kelihatan yaitu hidup mereka diubahkan.
Alkitab menuliskan ketika mereka bertekun di dalam komunitas persekutuan (di rumah), bertekun berdoa bersama di bait Allah dan bertekun memecahkan roti secara bergilir di rumah mereka masing- masing, mereka menjadi manusai baru di dalam Kristus: hati nurani mereka telah disucikan oleh darah Yesus (Ibr 9:14) membuat mereka hidup dengan sehati, artinya mereka hidup dengan satu pikiran dan saling mendukung, mereka hidup dengan tulus hati, artinya hidup dengan rendah hati. Mereka hidup dengan kemurahan hati atau baik hati dan senantiasa memuji-muji Tuhan. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka bertumbuh secara rohani dengan baik, hal ini nampak dari apa yang ditulis dalam Alkitab, mereka hidup saling mengasihi.
Sekarang mereka menjadi murid Yesus, mempunyai gaya hidup yang baru, yang dibaharui oleh Roh Kudus. Apa yang terjadi dalam hidup mereka ternyata diperhatikan oleh masyarakat di Yerusalem pada waktu itu.
Ayat 47 menuliskan tentang mereka yaitu Mereka disukai semua orang.
Kata disukai semua orang memiliki makna bahwa kehidupan yang mereka praktekkan sebagai murid Yesus diterima oleh masyarakat banyak, artinya penduduk Yerusalem pada waktu itu menyukai kehidupan yang dilakukan oleh orang-orang percaya baru ini. Gaya hidup mereka yang baru sebagai orang Kristen diterima bahkan disukai atau disenangi oleh orang lain pada waktu itu.
Gaya hidup adalah pola tingkah laku sehari-hari segolongan manusia di masyarakat. Gaya hidup merupakan perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk mencerminkan status sosialnya. Catatan Alkitab yang mengatakan mereka disukai semua orang merupakan catatan yang sangat penting bagi kita, karena hal ini memberikan pengertian bahwa Injil Yesus Kristus mengerjakan dan menghasilkan perubahan hidup dan perubahan hidup yang terjadi merupakan kesaksian yang sangat efektif karena dapat dilihat dan dirasakan secara langsung oleh orang lain. Rasul Paulus juga menuliskan tentang betapa pentingnya menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, kepada jemaat Korintus, dia menuliskan bahwa orang yang percaya kepada Yesus adalah ciptaan baru, bahkan dalam kitab Galatia 6:15, Paulus menegaskan menjadi ciptaan baru lebih berarti dari pada sunat atau tidak bersunat.
Perubahan hidup yang kita alami karena karya Roh Kudus di dalam hidup kita adalah rencana Allah bagi kita, Dia mempunyai tujuan agar kita menjadi saksi Yesus. Jadi menjadi saksi Yesus merupakan kehendak Allah bagi semua orang yang percaya kepada-Nya, hal ini dinyatakan Yesus pada saat sebelum naik ke sorga, Dia menyatakan kepada para murid-Nya agar mereka semua menjadi saksi-Nya. Dalam Injil Lukas 24:46-48; Kisah 1:8 dinyatakan:
Luk 24:46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, Luk 24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
Luk 24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
Kisah 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
Kata saksi dalam teks Yunani ditulis dengan kata “martus” artinya orang yang memberi kesaksian tentang sesuatu yang ia sendiri telah melihatnya. Pada waktu itu, para rasul adalah saksi mata dan saksi utama tentang hidup, kematian dan kebangkitan Yesus, dan Yesus menyatakan agar mereka menjadi saksi-Nya mulai dari Yerusalem sampai ke ujung bumi (Kisah 1:8, 22; KIsah 3:8; 1 Yoh 1:1-4).
Bagaimana dengan kita yang di jaman sekarang? Menjadi saksi Kristus pada masa kini adalah memberi kesaksian kepada orang lain tentang karya penebusan Yesus Kristus di kayu salib dan tentang karya Yesus di dalam hidup kita. Kalau para rasul menjadi saksi mata tentang Yesus Kristus secara langsung dan Roh Kudus meneguhkan kesaksian mereka dengan tanda-tanda ajaib dan mujizat-mujizat (Markus 16:15-20), maka bagi kita yang bukan saksi mata, tapi memiliki kesaksian Yesus dan kesaksian para rasul yang ada di dalam Alkitab, maka seperti Tuhan menyertai para rasul, Dia juga menyertai kita sehingga akan terjadi hal yang sama ketika kita memberitakan Injil Yesus Kristus, Roh Kudus akan meneguhkan kesaksian kita dengan tanda-tanda ajaib dan mujizat-mujizat.
Melalui kebenaran dalam Alkitab, kita memiliki pemahaman bahwa Injil Yesus Kristus dan Roh Kudus akan selalu menjadi pemantik terjadinya penyataan kuasa Allah agar orang-orang yang mendengar Injil menjadi percaya dan hal ini berlaku sampai kesudahan jaman (Matius 28:19-20).
Menjadi saksi Yesus sangatlah penting dan sangat bermanfaat bagi orang lain dimana mereka bukan hanya mendengar kesaksian tentang apa yang Yesus telah lakukan tapi juga melihat sendiri dari kehidupan kita yang telah mengalami perubahan hidup sehingga mereka menjadi percaya.
Bersaksi artinya memberikan kesaksian bahwa Kristus adalah Pribadi seperti yang dikatakan-Nya. Kesaksian seperti itu bertujuan untuk membagikan kesaksian dari seorang saksi mata tentang kebenaran Yesus (1 Yoh. 1: 1- 3). Tuhan Yesus meminta orang percaya menjadi saksi-Nya. Seorang saksi bagi Kristus adalah orang yang mengenal Dia dan yang mempunyai kerinduan untuk memperkenalkan Dia kepada orang lain.
Kehidupan yang diubahkan adalah kehendak Allah bagi setiap orang percaya atau seorang murid Yesus, hidup orang percaya yang telah diubahkan merupakan sebuah kesaksian yang nyata tentang kekuasaan Kristus. Perubahan hidup merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan Kristen seperti firman Tuhan yang dituliskan oleh rasul Paulus kepada jemaat Roma dalam Roma 12:1-2 yang berbunyi:
Rom 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Rom 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Hidup yang diubahkan akan membuat kesaksian semakin efektif dan berdaya guna serta nyata karena dapat dilihat.
B. TUHAN MENAMBAHKAN SETIAP HARI
Kisah 2:47…Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Kita tahu bahwa pada hari Pentakosta, Roh Kudus memberikan jiwa-jiwa baru sebanyak 3000 orang, setelah peristiwa itu Roh Kudus masih terus bekerja menambahkan jiwa-jiwa baru setiap hari, sehingga jumlah orang percaya dituliskan dalam Alkitab semakin bertambah banyak (Kisah 2:41,47; 4:4; 5:14; 6:1,7), bukan saja secara jumlah tetapi juga secara wilayah, gereja berkembang mulai dari Yerusalem terus meluas ke wilayah lain.
Pada saat kita mempelajari kehidupan jemaat mula-mula, kita menemukan tulisan dalam Alkitab yang menyatakan bahwa jumlah mereka dari waktu ke waktu semakin bertambah. Dari sini kita dapat memiliki pemahaman bahwa pertambahan jiwa-jiwa yang diselamatkan adalah hal yang sangat penting bagi Yesus Kristus, Dia menghendaki semua bangsa menjadi murid-Nya (Matius 28:19-20).
Rahasia pertambahan jiwa-jiwa dalam jemaat mula-mula yang dicatat dalam kitab Kisah Para Rasul adalah:
1. Adanya pemberitaan kesaksian tentang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus setiap hari atau kontinyu. (Kisah 2:32- 33; 4:33; 5:42).
Sebagai murid Yesus, para rasul dan orang percaya baru pada waktu itu melakukan perintah Yesus, yaitu menjadi saksi-Nya untuk memberitakan Injil tentang kematian dan kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Para rasul semua aktif dalam memberitakan Injil, contohnya dalam ayat:
Kisah 1:22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.”(proses pemilihan pengganti Yudas Iskariot adalah tujuan menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus).
Kisah 2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.
Kisah 4:33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.
Para rasul menggunakan setiap kesempatan untuk bersaksi dan memberitakan Injil.
2. Adanya Tanda Ajaib dan Mujizat yang terjadi dalam pelayanan mereka terus menerus (Kisah 2:43; 4:33; 5:12-16).
Tidak dapat dipungkiri bahwa pelayanan para rasul yang disertai dengan banyak tanda-tanda ajaib dan mujizat-mujizat menyedot orang banyak datang ke dalam komunitas mereka. Seperti yang dicatat dalam Kisah 2:43, dampaknya sangat terasa karena jiwa-jiwa yang datang mendengar Injil dan mengalami kuasa Allah, kita dapat pastikan mereka menjadi percaya dan bergabung.
Dalam Kisah 5:12-16 dituliskan sebagai berikut:
Kisah 5:12 Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat.
Kisah 5:13 Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak.
Kisah 5:14 Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan,
Kisah 5:15 bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka.
Kisah 5:16 Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.
Dari ayat-ayat di atas jelas sekali bahwa pelayanan yang disertai dengan kuasa Allah, akan membuat jiwa-jiwa baru berdatangan, bukan saja dari orang-orang di Yerusalem tapi juga dari kota-kota sekitar Yerusalem.
3. Perubahan hidup yang dilihat setiap hari (Kisah 2: 44-46; 4:32- 33).
Tidak semua orang Yahudi pada waktu itu menerima kesaksian bahwa Yesus adalah Mesias, tetapi orang-orang yang menolak itupun sangat suka melihat persekutuan orang Kristen mula- mula tersebut, hasilnya Tuhan setiap hari menambahkan pada persekutuan jemaat mula-mula orang-orang yang menerima kesaksian para rasul dan jemaat mula-mula menerima mereka sebagai orang percaya. Jiwa-jiwa baru yang berdatangan karena pelayanan para rasul, disambut baik oleh orang-orang percaya baru dengan penuh kasih dan perhatian. Perilaku yang baik itu akan membuat orang- orang baru senang bergaul dengan mereka, orang percaya baru ini bukan hanya disukai semua orang tetapi juga diminati oleh semua orang. Kalimat yang mengatakan dalam Kisah 2:47… Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan, artinya Tuhan menambahkan jiwa-jiwa baru ke dalam gereja mula-mula. Tuhan sendiri yang kirim jiwa-jiwa baru untuk bergabung ke dalam gereja.
4. Tuhan secara aktif menambahkan jiwa baru setiap hari (Kisah 2:47).
Dalam Kisah 2:41, Tuhan menambakan jumlah orang percaya dari 120 orang menjadi 3000 orang, tetapi dalam Kisah 2:47, Tuhan secara aktif terus menambahkan dengan jiwa-jiwa baru. Ini adalah kedaulatan Tuhan atas gereja-Nya. Tuhan menambahkan jiwa-jiwa baru ke dalam gereja pada waktu itu sehingga gereja bertambah banyak jumlahnya. Di sini kita melihat bahwa Tuhan terus berkarya di dalam gereja-Nya, melalui gereja-Nya, Dia terus menambahkan orang-orang yang diselamatkan.
Kata kunci yang kita dapatkan adalah kata yang ditulis oleh Alkitab pada jemaat yang mula-mula yaitu kata tiap-tiap hari atau setiap hari. Setiap hari para rasul memberitakan Injil, setiap hari kuasa Allah dinyatakan, setiap hari orang menyaksikan perubahan hidup yang terjadi dan setiap hari Tuhan meneguhkan firman-Nya dengan tanda-tanda ajaib dan mujizat-mujizat dan setiap hari Tuhan membawa jiwa-jiwa baru ke dalam komunitas jemaat mula-mula. Jemaat mula-mula melakukannya setiap hari, hasilnya setiap hari Tuhan menambahkan jiwa-jiwa baru. Amen!

Komentar
Posting Komentar