MEMBERITAKAN INJIL DAN MENYEMBUHKAN ORANG SAKIT


Minggu, 02 Oktober 2022
MEMBERITAKAN INJIL DAN MENYEMBUHKAN ORANG SAKIT
“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." (Markus 16:15-18).

Pelayanan kesembuhan merupakan bagian dari kunci pemberitaan Injil. Sebuah kebenaran yang sungguh bahwa Allah menyembuhkan dicatat dalam Alkitab, baik dalam PL maupun PB. Alkitab memberikan kesaksian bagaimana Allah telah mempersiapkan penyembuhan-penyembuhan untuk penyakit kita.
A. ASAL MUASAL SAKIT PENYAKIT
1. Perbuatan dosa.
Kisah Adam dan Hawa. Adam dan Hawa diciptakan tanpa dosa, tanpa cacat dan tanpa kesalahan, mereka diciptakan serupa dengan gambar Allah (Kej 1:26). Mereka hidup dalam persekutuan dengan Allah tanpa noda, tanpa dosa, bebas dari semua perasaan moral yang salah, hidup damai di hati dan dalam keserasian.
Mereka juga tidak mengenal ketakutan, tidak terserang oleh penyelewengan mental atau tekanan mental, tidak mempunyai pertimbangan tentang hal-hal yang jahat, mereka hidup telanjang tapi tidak merasa bersalah (Kej 2:25). Hidup dengan faktor-faktor ini membuat mereka hidup sehat sempurna. Jadi Adam dan Hawa adalah makhluk ciptaan yang sempurna, sehat secara rohani, fisik, mental dan perasaan. Mereka adalah hasil karya Allah yang menakjubkan dari kreatifitas Allah.
Allah membuat sebuah taman yang indah untuk mereka tinggal dan usahakan, dan Allah telah memberi perintah kepada mereka supaya tidak memakan buah tentang pengetahun yang baik dan jahat (Kej 2:17) dan memberitahukan akibatnya jika mereka melanggar yaitu mereka akan mati secara rohani. Kematian rohani ini yang akan membawa kepada penderitaan dan kematian secara fisik (Kej 3:16-19).
Dengan diusirnya mereka dari hadirat Allah di taman Eden (Kej 3:23-24), maka terjadilah kematian rohani dan dalam waktu bersamaan hukum kematian secara fisik mulai berlaku dan bekerja dalam tubuh mereka. Proses penghancuran dimulai melalui penyakit dan penuaan. Satu tindakan ketidaktaatan yang telah dilakukan oleh Adam dan Hawa berlaku juga kepada semua keturunannya (Roma 5:12-19).
Dari ketidaktaatan mereka kepada Tuhan Allah, maka timbullah semua sikap dan emosi negatif yang mengancam dan menghancurkan kesehatan seperti merasa ketidaklegaan (penyakit), ketidakteraturan, ketidakmampuan, ketidakgembiraan (kemurungan), ketidaknyamanan, kekacauan, ketidakcocokkan, ketidakpuasan (kekecewaan), ketidakharmonisan, ketidaksatuan (perpecahan).
Alkitab memberikan banyak contoh bagaimana dosa menyebabkan sakit penyakit seperti pada kisah Miryam yang kena penyakit kusta (Bil 12:1,9-12; Ul 24:9); Raja Uzia yang kena kusta karena sombong (2 Taw 26:16-21). Kisah orang lumpuh selama 38 tahun, yang disembuhkan oleh Yesus. Dia diperingatkan agar jangan berbuat dosa lagi supaya jangan terjadi hal yang lebih buruk lagi (Yoh 5:5, 8-9,14).
Prinsipnya: Menuntun supaya bertobat dari dosa
2. Perbuatan Setan-setan
Kisah anak yang diserang oleh roh jahat yang menyebabkan dia menjadi bisu dan tuli dan mengalami penderitaan yang hebat seperti penyakit ayan (Mark 9:16-22); Kisah Ibu yang diserang oleh roh jahat yang menyebabkan dia mengalami sakit bungkuk selamat 18 tahun (Luk 13:11-16). Kisah seorang yang bisu yang dibawa kepada Yesus, pada saat roh jahat yang menyebabkan bisu itu diusir, maka ia dapat berbicara. Jadi Alkitab menuliskan kepada kita bahwa ketika roh jahat atau setan-setan itu diusir, maka terjadi kesembuhan.
Prinsipnya: Setan-setan harus diusir dari dalam diri seseorang di dalam nama Yesus.
3. Mengabaikan Kesehatan.
Jangan mengabaikan kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Jaga dan rawat kesehatan kita dengan memakan makanan yang bergizi dan sehat yang mengandung unsur vitamin. Selain itu, kita juga harus menjaga pola makan kita dengan baik, sehat dan bergizi.
Jangan juga mengabaikan waktu istirahat. Kurangnya istirahat dan waktu tidur yang tidak cukup dapat memicu timbulnya penyakit pada tubuh kita, kerja yang tidak mengenal istirahat dan memaksa tubuh melampaui batasannya juga akan mendatangkan penyakit pada tubuh kita.
Contoh dalam Alkitab orang Kristen yang sakit adalah Epafroditus (Fil 2:25-30), sakit dan hampir mati karena terlalu banyak kerja dalam melayani Tuhan dan umatNya; Timotius (1 Tim 5:23) mengalami sakit pencernaan yang menyebabkan tubuhnya sering lemah.
Prinsip: Memperhatikan pola hidup sehat; makan dan istirahat dengan cukup, dan olah raga.
4. Proses Penuaan Alamiah Menurunkan Kekuatan Fisik
Hidup yang kita jalani di bumi ini ada tiga fase yaitu usia anak-anak; usia muda dan usia lanjut. Pada usia muda, adalah masa produktif untuk bekerja (Rat 3:27); mengingat dan mengasihi Tuhan (Peng 12:1: Ul 34:7). Dengan bertambahnya waktu maka fase ketiga dimasuki yaitu usia lanjut atau tua, di mana mulai mengalami penurunan, dari penurunan kekuatan, pandangan mata yang mulai kabur, pikiran yang sering lupa dan sebagainya. Sekalipun usia makin bertambah banyak Allah tetap menginginkan kita sehat di masa tua kita. Namun memang tidak dapat dipungkiri, fase di usia tua menjadi rentan terhadap penyakit. Alkitab memberi contoh Daud sakit di masa tuanya (1 Raja 1:1) ; nabi Elisa sakit pada masa tuanya (2 Raja 13:14,20). Jadi di masa tua tetap menjaga kualitas makanan, tidur dan olah raga serta tetap berkarya agar selalu bugar dan sehat.
Prinsipnya: Menjaga dan melangsungkan pola hidup sehat, makanan, istirahat dan olah raga.
5. Untuk menyatakan pekerjaan Allah dan kemuliaan Allah
Kisah orang buta sejak lahirnya lalu menjadi pengemis menjadi perbincangan para murid Yesus, mereka menanyakan kepada Yesus, siapakah yang berbuat dosa sehingga orang ini buta dari sejak lahirnya, apakah karena dosanya atau dosa orang tuanya. Yesus mengatakan bahwa orang ini buta sejak lahirnya, bukan karena dosanya atau dosa orang tuanya, melainkan supaya pekerjaan Allah dinyatakan kepadanya dan supaya Allah dimuliakan (Yoh 9:1-7)
Joh 9:3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
Joh 9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.
Kisah Lazarus yang dibangkitkan oleh Yesus untuk menyatakan kemuliaan Allah (Yoh 11:40 bnd dengan apa yang Yesus telah lakukan selalu mendatangkan kemuliaan Allah dalam Lukas 13:17; Mat 9:8; 15:31; Mark 2:12; Lukas 7:16).
Sebagai orang Kristen kita harus memiliki pemahaman yang menyeluruh dan yang benar:
· Memandang dengan benar setiap kejadian yang berhubungan khususnya perihal penyakit bahwa Bapa di sorga tetap mengasihi kita dan bahwa Dia tetap baik bagi kita.
· Tuhan berdaulat dan berkarya di dalam segala situasi sesuai dengan kehendak-Nya. Belajar dari rasul Paulus dalam 2 Kor 12:7-10. Dia memiliki pemahaman yang baru: di dalam kelemahan, kuasa menjadi sempurna.
· Tetap percaya dan berharap kepada Tuhan sekalipun belum mengalami kesembuhan.
B. YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN DAN PENYEMBUH KITA
Setiap berkat yang kita terima dari Allah Bapa datang lewat kemenangan Yesus di bukit Golgota, termasuk di dalamnya kesembuhan dari segala penyakit. Yesus telah disalibkan, mati, dikubur dan dibangkitkan pada hari ketiga untuk pengampunan dosa dan keselamatan manusia. Rasul Paulus di dalam suratmya kepada jemaat Korintus menuliskan agar jemaat Korintus memberi diri didamaikan dengan Allah.
2 Kor 5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
Kata didamaikan dapat diartikan Yesus menjadi pendamaian bagi kita, melalui pengorbanan Yesus di kayu salib, Allah berdamai dengan kita, manusia berdosa. Kristus adalah pendamaian bagi kita artinya kita DIJADIKAN SATU dengan Allah, tujuannya adalah agar kita yang terasing karena dosa MENJADI TIDAK TERASING LAGI dan memulihkan kita untuk BERSEKUTU KEMBALI dengan Allah dan untuk memulihkan semua yang telah hilang dari manusia sebagai akibat dari kejatuhan dalam dosa.
Dosa dan Penyakit adalah kutukan ganda yang jatuh atas umat manusia, dan melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib tersedia penyembuhan ganda bagi umat manusia.
Hal ini dapat kita lihat dalam nubuatan nabi Yesaya tentang Mesias dalam Yesaya 53:
Yesaya 53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
Yesaya 53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Dari ayat-ayat di kitab Yesaya 53:4,11, 12 kita mendapatkan 3 hal yaitu:
1. Ada kata choliy. Yes 53:4
Kata choliy diartikan sebagai kepedihan, penyakit. Kata choliy berasal dari kata chalah yang berarti menjadi lemah, sakit atau terganggu, penderitaan. Di dalam PB, injil Matius mengutip Yesaya 53:4 dengan bunyi:
Mat 8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." Dari ayat ini kita dapatkan bahwa kesembuhan fisik dapat terjadi dari pengorbanan Yesus di kayu salib. Jadi Yesuslah yang telah memikul kelemahan dan penyakit kita.
2. Ada kata kerja yaitu nasa (ibrani). Yes 53:4,12
Kata nasa diterjemahkan dengan kata dipikul dan menanggung. Kata dipikul ayat 4, digunakan juga dalam ayat 53:12 yang dituliskan dengan kata menanggung.
Yesaya 53:12 ….sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
Kata nasa ini digunakan dalam ayat 4 dan ayat 12 yang diartikan memikul (ay 4) dan menganggung (ay 12).
Karena kata nasa ini digunakan untuk 2 hal yaitu memikul penyakit dan kelemahan dan menanggung dosa, maka kita dapat memahami bahwa Yesus Kristus telah memikul penyakit-penyakit kita dalam cara yang sama Dia telah menanggung atau memikul dosa-dosa kita. Jadi Yesus Kristus telah memikul penyakit-penyakit itu bagi kita. Ketika Dia memikul dosa-dosa kita, akibatnya kita pun bebas dari dosa, demikian pula halnya dengan penyakit kita, karena Kristus telah memikul penyakit kita, kita pun bebas dari penyakit.
3. Ada kata kerja: sabal (ibrani) dalam ayat 11:
Yesaya 53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
Kata pikul ditulis dalam teks ibraninya sabal diartikan menanggung sesuatu, sebagai suatu hukuman. Jadi kalimat yang mengatakan kejahatan mereka dia pikul mengandung makna Mesias menanggung hukuman.
Dari ketiga hal di atas kita bisa simpulkan bahwa Jika Yesus Kristus telah memikul hukuman bagi dosa-dosa kita, maka kita tidak perlu lagi menderita. Jika Yesus Kristus telah memikul penyakit-penyakit kita, maka kita tidak usah menanggungnya lagi seperti apa yang dikatakan nabi Yesaya dan rasul Petrus bahwa oleh bilur-bilurnya kamu telah sembuh (Yes. 53:5; 1 Pet. 2:24).
C. ALASAN YESUS KRISTUS MENYEMBUHKAN
Alkitab PB menuliskan banyak kisah di mana Yesus menyembuh orang-orang yang datang kepadanya seperti ayat-ayat di bawah ini:
Mat 4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
Mat 4:24 Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
Mat 8:16 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
Mat 15:30 Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
Luk 7:21 Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.
Dari beberapa ayat yang kita kutip, memang tidak dapat disangkal bahwa Yesus melakukan penyembuhan yang sangat luar biasa bagi orang banyak pada waktu itu.
Dari kitab-kitab Injil kita mendapatkan alasan mengapa Yesus menyembubkan? Menemukan alasan yang benar merupakan hal sangat penting bagi kita, khususnya bagi kita yang hidup di masa sekarang ini, dengan menemukan motif atau dorongan mengapa Yesus menyembuhkan akan membuat kita dapat menaruh iman dan harap kepada-Nya karena Alkitab mengatakan bahwa Yesus Kristus tidak berubah; Ibrani 13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
Alasan Yesus Kristus menyembuhkan adalah
1. Untuk menggenapi nubutan firman Tuhan dalam PL. Yes 53:4-6; Mat 8:16-17.
2. Untuk menunjukkan hati-Nya yang penuh belas kasihan. Mat 14:14; 20:34; Mark 1:45; 5,41; 5:19; Lukas 7:13.
3. Untuk membuktikan bahwa Allah telah mengutus-Nya. Yoh 3:34; 6:29.
4. Untuk menghancurkan pekerjaan Iblis. 1 Yoh 3:8; Kisah 10:38; Ibr 2:14
5. Untuk menyatakan pekerjaan Allah dan kemuliaan Allah. Yoh 9:3-4; 11:40; Luk 17:17-18.
D. MENCONTOH DARI YESUS DAN PARA RASUL
Pada bulan lalu kita sudah belajar bahwa para rasul mengadakan tanda-tanda ajaib dan mujizat dengan luar biasa, namun kita harus ingat bahwa hal itu tidak terjadi mendadak atau tiba-tiba saja mereka menjadi bisa melakukannya, kitab Injil mencatat bahwa mereka yang dipilih sebagai murid sebelum Yesus di salibkan, mereka sudah melihat, belajar dan dilatih oleh Tuhan Yesus sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan Yesus.
Pada bulan lalu juga kita belajar bagaimana para rasul mengusir setan-setan sebagai tanda yang menyertai, maka di bulan ini kita juga belajar bagaimana melayani dalam pelayanan kesembuhan.
Pada bagian poin D ini kita akan belajar dan melihat dari Yesus dan para rasul bagaimana menyembuhkan orang sakit, sebagaimana Yesus dan para rasul melakukannya, demikian juga kita dapat mencontoh dalam melayani orang sakit oleh pertolongan Roh Kudus.
1. Yesus mengucapkan Firman yang bekuasa. Mat 8:5-13
2. Yesus menumpangkan tangan atau menjamah atau mengulurkan tangan-Nya ke atas orang yang sakit. Lukas 4:40; Mark 6:5; Mat 8:3; Mat 9:29.
3. Yesus mengusir penyakit. Yesus berbicara langsung kepada penyakitnya, menghardik dan memerintahkannya untuk pergi. Lukas 4:38-39, di sini Yesus memperlakukan penyakit demam sama dengan mengusir setan yang menyebabkan sakit.
4. Yesus dijamah oleh orang sakit (tindakan iman). Mat 14:35-36; Mark 5:25-29.
5. Yesus menggunakan media untuk menyembuhkan. Mark 7:33; Yoh 9:6. Para rasul menggunakan media: minyak (Mark 6:13; Yak 5:14); bayangan Petrus (Kis 5:15); sapu tangan (Kis 19:11-12); dan sebagainya sesuai tuntunan Roh Kudus.
Hal yang perlu diperhatikan adalah semua karya Yesus dan para rasul yang dicatat dalam Alkitab PB, merupakan pekerjaan Roh Kudus yang mengurapi, oleh karena itu kita yang rindu dipakai oleh Tuhan dalam melayani orang sakit harus bergantung pada tuntunan Roh Kudus (Kisah 10:38; Kis 19:11).
LANGKAH-LANGKAH MEMPRAKTEKAN PELAYANAN KESEMBUHAN: BAGI YANG BELUM PERCAYA:
1. Beritakan Injil Yesus Kristus. Markus 16:15-16
2. Tumpangkan atas orang sakit. Markus 16:18
3. Sembuhkan orang sakit dan beritakan Injil. Lukas 10:9.
4. Tuhan meneguhkan firman-Nya. Markus 16:20
BAGI ORANG PERCAYA: Yak 5:14-16
1. Datang kepada Yesus untuk meminta kesembuhan (Matius 11:28-29) atau memanggil Pemimpin rohani seperti DM, Tim Care Gereja untuk didoakan.
2. Jika ada dosa yang belum diakui, diminta untuk mengakuinya (saling mengaku dosa).
3. Mendoakan dengan iman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS