MEMBERITAKAN INJIL DAN MENGUSIR SETAN (Part – 1)

 

Minggu, 04 September 2022

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." (Markus 16:15-18)

Ayat-ayat di atas memberitahukan kepada kita:

1.  Memberitakan Injil adalah perintah Yesus kepada murid-Nya

2. Percaya dan dibaptis adalah perintah Yesus bagi orang yang mendengar Injil dan menjadi satu paket keselamatan.

3. Kuasa untuk mengusir setan ada di dalam nama Yesus.

4. Kuasa berbicara dalam berbagai bahasa baru menjadi solusi dalam memberitakan Injil kepada semua bangsa, perbedaan bahasa tidak lagi menjadi halangan karena ada tanda ini.

5. Kuasa untuk memegang ular; minum racun maut dan tidak terkena celaka.

6. Kuasa untuk menyembuhkan orang sakit di dalam nama Yesus.

Saat ini kita akan fokus berbicara pada ayat ke 17, yaitu tanda orang percaya bahwa mereka akan mengusir setan-setan di dalam nama Yesus.

A.    MENGAPA KITA HARUS BELAJAR TENTANG MENGUSIR SETAN- SETAN?

1.   Karena mengusir setan adalah perintah Yesus. Matius 10:18; Yak 4:7; 1 Pet 5:8-9.

2.  Karena mengusir setan merupakan tanda orang percaya. Markus 16:17

3.  Karena Iblis dan setan-setan adalah musuh yang sesungguhnya (makhluk roh yang tidak kasat mata).

Kita harus menyadari bahwa ada kelompok orang yang tidak percaya adanya setan- setan, tetapi ada juga orang yang percaya adanya setan-setan dan takut. Sebagai orang Kristen kita mempercayai adanya setan-setan seperti yang diajarkan dalam Alkitab dan kita tidak boleh takut, sebaliknya kita diperintahkan untuk melawan. Seperti halnya yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, rasul Yakobus, rasul Petrus menyebut Iblis sebagai lawan. 1 Pet 5:8 (BMIK: musuhmu). Rasul Paulus menyebut Iblis dan kerajaannya sebagai lawan. Musuh orang Kristen bukan manusia (darah dan daging), tapi melawan pemerintah-pemerintah (Yun: arche); penguasa-penguasa (Yun: exousia); penghulu-penghulu dunia (Yun: kosmokrator); roh-roh jahat di udara (Yun: pneumatikos poneria) Efesus 6:11-12. Kita memahami bahwa Iblis masih bekerja untuk menyerang orang percaya melalui bujukan berbuat dosa, ajaran sesat dsb.

4.  Karena Yesus telah menang. Ibr 2:14

Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Yesus Kristus telah mengalahkan Iblis. Bapa di sorga menghendaki setiap orang Kristen hidup di dalam kemenangan bersama Yesus Kristus. Ibr 2:14; Kol 2:13-15.

B.   SIAPAKAH IBLIS atau SETAN-SETAN?

Ketika kita belajar tentang Iblis dan setan-setan, kita harus memakai Alkitab sebagai satu-satunya sumber, kita tidak boleh menggunakan sumber lain di luar Alkitab. Jadi apa yang dinyatakan di dalam Alkitab itulah yang Allah kehendaki untuk kita ketahui.

Alkitab memberitahukan tentang Iblis, setan/roh jahat/roh najis sebagai berikut:

1.   Iblis ialah malaikat Tuhan yang berbuat dosa dan dibuang dari sorga. Yesaya 14:12-14 (KJV); 1 Yoh 3:8. Dalam konteks ini raja Babel menjadi gambaran dari Lucifer. Perlu kita pahami bahwa Tuhan tidak menciptakan Iblis atau setan-setan, yang benar adalah Tuhan menciptakan malaikat terang, tapi oleh kehendak bebasnya malaikat Lucifer ini memberontak kepada Allah dan membawa malaikat-malaikat lainnya bersama-sama memberontak kepada Allah. Harus ingat Tuhan adalah Sang Pencipta dan malaikat-malaikat adalah mahkluk ciptaan. Setelah kejatuhannya dalam dosa, iblis di buang ke bumi.

2.  Iblis adalah pemimpin kerajaan kegelapan. Ef. 6:11-12.

Dalam bahasa Ibrani (PL) disebut Satan; dalam Bahasa Yunani: Satanas; dalam bahasa Aram disebut Diabolos. Kata “Iblis“ dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Arab.

Alkitab PL tidak banyak mencatat dan menerangkan tentang Iblis/setan/roh jahat, dalam PL hanya ditulis dalam: Ulangan 32:17; kisah Saul (1 Sam 16:14); kisah Ayub (1:7); Kisah Daud (1 Taw 21:1); kisah Imam Besar Yoshua (Zak 3:1); Raja Israel memanggil roh peramal (2 Raja 21:6; Maz 106:37), sekalipun pewahyuan tentang Iblis atau roh-roh jahat sangat sedikit, namun pekerjaan Iblis banyak ditulis dalam PL. Sedangkan Alkitab PB sangat banyak mencatat tentang Iblis, setan-setan/roh jahat dan pekerjaannya.

3.  Iblis adalah pembunuh manusia dan tidak hidup dalam kebenaran. Yoh 8:44

Alkitab menuliskan beberapa sebutan atau julukan Iblis yaitu bapa segala dusta (Yoh 8:44); beelzebul (Mat 12:24); penguasa dunia (Yoh 12:31; 14:30; 16:11); penguasa kerajaan angkasa (Ef 2:2); menyamar sebagai malaikat terang (2 Kor 11:14); naga besar/ular tua (Why 12:9;20:2); pendakwa (Why 12:10); pencoba (Mat 4:3).

C.    APAKAH PEKERJAAN IBLIS DAN SETAN-SETAN?

Arti kata satan/satanas adalah lawan, penentang, musuh, dan arti kata diabolos adalah sijahat, pemfitnah, pendusta/penipu, pemimpin segala kuasa jahat (lawan dari segala sesuatu yang baik dan benar), jadi dari arti kata namanya, kita mendapatkan bahwa pekerjaan Iblis secara umum adalah selalu melawan Allah dan bekerja untuk menggagalkan maksud-maksud Allah, secara khusus rencana Allah dalam hidup manusia.

Perlu kita garis bawahi bahwa dari semua pekerjaan iblis, hanya satu tujuan yang ingin dicapai yaitu ingin dipuji, disembah sama seperti Allah.

Di bawah ini kita akan belajar tentang 3 pekerjaan Iblis secara luas yaitu :

1.   Menyiksa dan membuat manusia menderita.

Iblis/ setan-setan akan menyerang manusia melalui bujukan untuk berbuat dosa; melalui sakit penyakit; melalui rasa bersalah (tuduhan); dalam kisah Ayub melalui bencana dsb. Dalam Alkitab PL, Iblis membujuk Adam dan Hawa untuk memberontak terhadap Allah; Iblis membujuk Daud untuk melanggar firman Allah, Iblis membawa raja-raja bangsa Israel melakukan penyembahan berhala dsb, di dalam Alkitab PB, Iblis menyebabkan banyak penderitaan kepada manusia (Mark 1:34), Iblis menyerang anak-anak (Mark 9:20-27).

2.  Menghalangi manusia untuk mengenal Yesus Kristus sebagai Juruselamat.

Kitab Injil mencatat setiap kali Yesus dan para rasul memberitakan Injil, selalu menghadapi penentangan dari Iblis/setan-setan. Iblis menentang Yesus dalam pelayanannya melalui orang-orang Farisi, Ahli Taurat, melalui Petrus yang memberikan pendapat untuk tidak pergi ke salib (Mat 16:23). Elimas menjadi alat Iblis untuk membelokan kebenaran Injil (Kis 13:6-12).

Iblis dan setan-setan akan selalu berusaha membuat orang- orang tidak mau mendengarkan Injil Kristus, walaupun orang itu sudah mendengar, Iblis berusaha mengalihkan perhatiannya sehingga ia lupa akan keselamatannya. Iblis membutakan pikiran manusia sehinggga tidak melihat cahaya Injil Kristus (2 Kor 4:3-4). Iblis terus menerus menggodai manusia (1 Kor 7:5); Iblis menjadikan manusia selalu berbuat dosa (1 Yoh 3:10); Iblis merampas benih unggul ilahi yang ditaburkan di dalam hati manusia (Mark 4:15); Ia “menyebarkan anak-anak si jahat” di ladang yaitu dunia (Mat 13:38); Iblis menyiksa manusia (Luk 13:16); menyesatkan pikiran (2 Kor 11:3).

3.  Menghambat orang Kristen sehingga menjadi tidak efektif dalam melayani Yesus Kristus.

Orang Kristen dan hamba-hamba Tuhan merasakan hambatan itu di dalam hidupnya, Iblis menghambat melalui berbagai rintangan dosa, tuduhan-tuduhan, membuat tidak bergairah lagi melayani Yesus, meninggalkan pelayanan, hidup dalam dosa, menyerang keluarga dan pelayanan yang ada.

Tidak sedikit kita mendengar orang Kristen yang meninggalkan imannya dan tidak sedikit para hamba Tuhan yang berhenti (Ef 4:31) melayani karena kecewa, terluka batinnya dan sebagainya. Contohnya: Ananias dan Safira membuka hatinya bagi Iblis sehingga menguasai hati mereka (Kis 5:3); Iblis membujuk Yudas Iskariot untuk menghianati Yesus (Luk 22:3; Yoh 13:2). Iblis selalu menentang berita Injil (nampak dalam pelayanan Yesus dan para rasul 1 Tes 2:18.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS