BERUSAHA SUNGUH-SUNGGUH MENGENAL TUHAN



Minggu, 25 September 2022

BERUSAHA SUNGUH-SUNGGUH MENGENAL TUHAN

Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi." (Hosea 6:3)

“Alangkah indahnya, kalau kita dapat sungguh-sungguh mengenal TUHAN! Marilah kita dengan tekun berusaha mengenal Dia, maka Ia pasti akan menyambut kita, sama seperti fajar pasti terbit pada pagi hari, atau hujan pasti turun pada awal musim semi. (Hosea 6:3 FAYH)

Kata “berusaha sungguh-sungguh” dalam teks Ibrani ditulis dengan kata “RADAPH”, yang secara harafiah dapat diartikan; mengejar sampai dapat (seperti seseorang mengejar musuh – pencuri); mengikuti sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah. Sehingga kata “RADAPH” secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah usaha yang dilakukan dengan gigih, sepenuh hati tanpa mengenal lelah untuk mendapatkan sesuatu.

MENGAPA KITA HARUS BERUSAHA SUNGGUH-SUNGGUH MENGENAL TUHAN?

1. Supaya Iman Percaya Kita tidak Diombang-ambingkan Rupa Pengajaran Palsu Manusia.

11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,

12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. (Efesus 4:11-15)

Untuk mengenal Tuhan dengan benar, kita perlu belajar dan diajar sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Rasul Paulus oleh ilham Roh Kudus mencatat bahwa Yesus telah memberikan lima jawatan sebagai sarana mencapai tujuan dan kemaksimalan tersebut. Nah, kesediaan untuk diajar dan belajar di sini sejajar dengan yang disebut “berusaha sungguh-sungguh” mengenal Tuhan. Tujuannya selain untuk mengenal Tuhan dengan benar, juga supaya kita bertumbuh dewasa penuh dalam pengenalan akan Kristus sehingga iman percaya kita tidak mudah terombang-ambing dan disesatkan oleh rupa-rupa pengajaran manusia. Di saat kita memiliki pemahaman firman Tuhan dengan benar dan persekutuan yang hidup/harmoni dengan Tuhan, kita akan memiliki kepekaan atau ketajaman rohani untuk mengidentifikasi pengajaran-pengajaran yang kita dengar. Kita akan mampu membedakan pengajaran yang sungguh berasal dari Tuhan atau yang sekedar menyenangkan hati dan telinga kita. Untuk itu, sediakan dan beri waktu untuk belajar dan diajar firman Tuhan agar kita dapat mengenal Allah sesuai kebenaran-Nya.

2. Supaya Kita Tidak Binasa

Orang yang tidak mengenal Allah dengan benar akan binasa.

Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. (Hosea 4:6)

Umat-Ku dihancurkan karena mereka tidak mengenal Aku, dan itu semua adalah kesalahanmu, hai para imam, karena kamu sendiripun tidak mau mengenal Aku. Karena itu, Aku tidak mau mengakui kamu sebagai imam-Ku. Aku akan “lupa” memberkati anak-anakmu karena kamu telah melupakan hukum-hukum-Ku. (Hosea 4:6 FAYH).

Melalui nabi Hosea Tuhan memberikan teguran dan peringatan yang cukup keras terhadap bangsa Israel dan imam-imam yang bertugas di tengah-tengah bangsa itu.

Hal menarik yang perlu dianalisa dalam teguran Tuhan tersebut ialah, bahwa bangsa Israel akan binasa karena tidak mengenal Tuhan bukan karena tidak ada imam-imam di sana sebagai penyelenggara ibadah dan pengajar firman Tuhan. Namun mereka tidak menjalankan fungsinya sebagai imam yang ideal bagi Tuhan. Sesungguhnya para imam itu tau dan memiliki kebenaran Tuhan, tapi mereka menolak untuk mengajarkan apalagi melakukannya. Akibatnya, umat itu binasa dan Tuhan menolak para imam sebagai imam-Nya, juga melupakan keturunan mereka.

Sepintas Tuhan terlihat tidak kooperatif dengan keputusan-Nya. Masakan imam yang bersalah dan teledor mengajar kebenaran lalu umat terkena dampaknya? Ya, sekilas terlihat begitu, tapi realitanya Tuhan tetap di pihak yang benar. Alasannya adalah, saat itu Hukum Taurat yang diterima oleh Musa dari Tuhan sudah ada pada mereka yang menjadi dasar dan tolok ukur kehidupan mereka sebagai umat pilihan. Tapi toh umat itu juga mengabaikan untuk belajar dan mentaati Hukum-hukum Tuhan yang diajarkan oleh Musa. Oleh hal itulah bangsa itu akan binasa karena tidak mau belajar mengenal Tuhan dengan benar.

Implikasinya bagi umat Tuhan masa kini, belajarlah dengan sungguh mengenal Tuhan melalui kebenaran-Nya dan berhati-hatilah menerima pengajaran dari orang yang menyebut diri pelayan Tuhan. Sedapat mungkin kita harus mengenali mereka dan pengajarannya, apakah mereka sungguh-sungguh mengajarkan kebenaran firman Tuhan secara holistik, atau hanya memilih ayat-ayat tertentu untuk menyenangkan hati dan telinga pendengarnya sehingga maksud dan isi hati Tuhan yang hakiki dan esensial tidak tersampaikan dengan baik yang membuat pendengarnya tidak memahami maksud Tuhan yang sebenarnya. Firman Tuhan berkata, kebinasaan akan menghampiri mereka yang tidak mengenal Tuhan.

Ketika seseorang percaya Injil, dan membuka hati menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, Tuhan memeteraikan (memberikan) Roh Kudus di hati mereka yang akan berfungsi menuntun mereka hidup di dalam segala kebenaran Allah. Artinya, tidak ada alasan bagi orang percaya masa kini untuk tidak mengenal Tuhan dengan benar karena mereka telah memiliki firman dan Roh Kudus sebagai penuntun hidup mereka. Oleh sebab itu, berusahalah dengan segenap hati belajar firman Tuhan, dituntun oleh Roh supaya kita berjalan sesuai kehendak Tuhan dan tidak binasa.

3. Karena Orang Yang Sungguh-sungguh Mencari dan Mengenal Tuhan Pasti akan Mengalami:

- Perjumpaan Pribadi dengan Tuhan

12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;

13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,

14 Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. (Yeremia 29:12-14)

Kepada suku Yehuda atau Israel selatan yang sedang berada di pembuangan Babel Tuhan berjanji, apabila mereka datang berseru dan mencari Tuhan dengan segenap hati mereka, maka Tuhan berkenan ditemukan oleh mereka. Artinya, mereka akan mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan. Ini sesuatu yang luar biasa yang saya yakini bahwa kita juga merindukannya.

- Janji-janji dan Pertolongan Dari Tuhan

Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi." (Hosea 6:3)

Dalam Hosea 6:3b dikatakan, ... Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.

Pernyataan “Ia pasti muncul seperti fajar” adalah penekanan kepastian janji Tuhan yang tidak pernah menunda dan tidak pernah terlambat dinyatakan dalam hidup kita persis seperti fajar yang tidak pernah menunda untuk terbit di pagi hari. Sedangkan pernyataan “Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi”, berbicara tentang kehadiran hadirat Allah yang memberikan kesegaran kepada setiap jiwa yang mengalami kekeringan. Di dalam Alkitab curahan hujan hampir selalu dihubungkan dengan kehadiran Roh Kudus dan manifestasi Allah dalam karya-Nya. Artinya, orang yang bersungguh hati mencari dan mengenal Tuhan akan mengalami janji-janji dan semangat yang tinggi di dalam Tuhan. Haleluya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS