DASAR-DASAR KEBANGKITAN DAN KEMENANGAN (Part-2)

Minggu, 16 Januari 2022

Minggu lalu kita sudah belajar hal pertama yang sangat fundamental yang harus dimiliki setiap orang untuk mengalami kebangkitan dan kemenangan yaitu, tujuan hidup yang jelas. Tujuan hidup yang jelas sangat berperan penting dalam kebangkitan dan kemenangan seseorang. Kita akan mengalami kesulitan bangkit dari kegagalan tanpa tujuan hidup yang jelas karena kita akan berjalan tanpa arah dan non target. Namun, ketika kita mengetahui dengan jelas tujuan hidup kita di dalam Tuhan, hal itu akan menginjeksi semangat baru untuk bangkit. Nah, selain tujuan hidup yang jelas, hal fundamental kedua yang dapat menolong kita bangkit dan berkemenangan adalah pola pikir yang benar.  

B. POLA PIKIR YANG BENAR

Sebelum kita sampai pada pola pikir yang benar, kita akan melihat dan belajar beberapa sumber-sumber pemikiran yang dapat mempengaruhi pikiran manusia.

SUMBER-SUMBER PIKIRAN MANUSIA:

·      KEBENARAN DIRI SENDIRI

Pemikiran ini dibangun dan terbentuk melalui pengalaman dan trauma masa lalu. Misalnya, Sering berbuat baik tapi sering ditipu orang. Lama-lama, akhirnya tidak mau berbuat baik lagi karena takut ditipu. Di dalam pikiran mereka telah terbentuk asumsi bahwa semua orang/ manusia sama, yaitu penipu. Orang-orang hidup hanya memanfaatkan kebaikan sesamanya untuk mencapai dan menwujudkan tabiat jahat mereka. Biasanya orang yang sering tertipu akan sangat introvert dan memiliki rasa curiga yang tinggi terhadap sesama yang berinteraksi dengannya.

·      STANDART MORAL YANG DIAJARKAN DUNIA

Pola pikir ini sering terbentuk melalui media-media yang dianggap sebagai kebenaran. Bisa melalui iklan-iklan yang sedang tren dipromosikan di berbagai stasiun televisi dan media cetak. Misalnya, seseorang dikategorikan cantik menarik dan berharga apabila wanita tersebut memiliki rambut panjang lurus, hidung mancung dan kulit putih, sehingga dampak dari standart ini banyak wanita berlomba-lomba mengubah penampilan mereka dari yang natural menjadi polesan semu. Rambut kriting diluruskan, kulit kuning langsat dipaksa menjadi putih melalui berbagai bahan kosmetik pemutih, hidung yang mancung ke dalam coba ditarik keluar melalui berbagai bedah hidung hanya untuk mendapatkan sebuah pengakuan dari dunia. Sebenarnya hal ini tidak hanya terjadi dan dialami kaum Hawa, kaum Adam banyak juga terjebak dalam hal yang sama. Mereka rela menghabiskan uang yang banyak untuk memenuhi tuntutan standart dunia. Mereka lupa firman Tuhan yang berkata bahwa siapapun mereka, seperti apa pun keadaan mereka, dari latar belakang keluarga yang bagaimana pun mereka, mereka berharga di hadapan Tuhan.

“Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.” (Yesaya 43:4)

Kita berharga di mata Tuhan bukan karena polesan luar, tapi karena pengorbanan Kristus yang telah menebus kita dari hidup penuh dosa dan sia-sia.

 

 

 

·      AJARAN NENEK MOYANG YANG TIDAK SESUAI FIRMAN TUHAN NAMUN DIPERCAYA SEBAGAI KEBENARAN

Biasanya ajaran ini dijadikan norma kehidupan yang diwariskan turun temurun dan dipercaya sebagai kebenaran. Misalnya, supaya kamu diberkati, kamu harus berbakti kepada arwah nenek moyang mu, dll.

Paulus dengan tegas menasehati jemaaat di Kolose agar mereka tidak hidup lagi dengan cara hidup yang demikian.

Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. (Kolose 2:8)

Petrus berkata, cara hidup seperti itu adalah hal sia-sia.

Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. (1 Petrus 1:18-19)

Oleh sebab itu, supaya pola pikir kita benar seperti yang Tuhan pikirkan, kita harus mengisinya dengan firman Tuhan.

·      FIRMAN TUHAN SEBAGAI SUMBER PEMIKIRAN

Bagaimana supaya pikiran kita dipenuhi firman Tuhan?

-       Belajar membaca dan merenungkan firman Tuhan

“Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.” (1 Timotius 4:13)

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1:8)

-          Melatih pikiran memikirkan perkara di atas.

“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:1-2)

Waktu kita belajar secara disiplin mengisi pikiran dengan firman Tuhan, maka kita akan mengalami perubahan pola pikir dan memiliki sensitifitas terhadap kehendak Allah.

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Bangun terus sikap yang mencintai dan menghargai firman Tuhan agar pola pikir kita diubahkan menjadi seperti pola pikir Kristus dan kita mengalami kemenangan-kemenangan. Haleluya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS