DASAR-DASAR KEBANGKITAN DAN KEMENANGAN (Part-1)
Minggu, 09 Januari 2022
Pada
dasarnya semua orang ingin menjalani dan menikmati hidup yang lebih layak dan
berkemenangan. Hampir tidak ada manusia normal yang menginginkan kehidupan yang
stagnan, terpuruk, gagal, dsb. Sebagian di antara mereka telah berupaya sekuat
tenaga membangun kehidupan yang lebih baik, namun disayangkan, sering kali upaya
tersebut terhenti di paroh jalan karena merasa dihadang oleh
kebuntuan-kebuntuan yang menurut mereka terlalu berat untuk dihadapi dan
ditanggulangi. Apakah seutuhnya benar begitu, atau apakah benar bahwa masalah
adalah esensi kegagalan? Berikut kita akan belajar dasar-dasar yang harus
dimiliki seseorang untuk mengalami kebangkitan dan kemenangan.
DUA DASAR FUNDAMENTAL YANG DAPAT
MEMBUAT ANDA BANGKIT DAN BERKEMENANGAN DI DALAM TUHAN. PERTAMA: TUJUAN HIDUP; KEDUA: POLA PIKIR YANG BENAR.
A.
TUJUAN
HIDUP
Tujuan hidup yang jelas adalah
hal penting yang harus dimiliki seseorang untuk mengalami kebangkitan dan
kemenangan-kemenangan dalam hidupnya. Berikut alasan-alasan mengapa tujuan
hidup yang jelas dapat membuat seseorang mengalami kebangkitan dan kemenangan.
Ø Karena Tujuan Hidup yang
Jelas Memunculkan Semangat Juang dalam Diri Seseorang.
Bila tidak ada wahyu, menjadi
liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. (Amsal 29:18)
Where there is no vision, the
people perish: but he that keepeth the law, happy is he. (Prov. 29:18 KJV)
Dalam terjemahan King James
Version (KJV), kata wahyu ditulis dengan “vision atau visi”. Arti “VISI”
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “kemampuan untuk melihat pada inti
persoalan, pandangan atau wawasan ke depan”. Jika dijabarkan secara sederhana,
visi dapat diartikan sebagai “Kemampuan untuk melihat gambaran dan tujuan besar
hidup dan cita-cita di masa depan”. Seseorang harus memiliki tujuan hidup yang
jelas agar hidupnya memiliki semangat juang.
Ø Karena Tujuan Hidup yang
Jelas akan Menekan Rasa Frustrasi dalam diri Seseorang.
“Tetapi aku berkata: "Aku
telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan
sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada
Allahku." (Yesaya 49:4)
Ketika kita benar-benar memahami
bahwa yang kita kerjakan tersebut memiliki nilai kekekalan di dalam Tuhan, hal
itu akan menolong kita keluar dari rasa frustrasi.
Ø Karena Tujuan Hidup yang
Jelas dapat Menolong Kita lebih Fokus
“Saudara-saudara, aku sendiri
tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku
melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di
hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu
panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” (Filipi 3:13-14)
“Saudara-saudara, saya belum lagi
menjadi seperti yang diharapkan, tetapi saya mencurahkan segenap tenaga saya
untuk satu perkara ini, yaitu dengan melupakan yang telah lalu dan mengharapkan
yang akan datang, saya berusaha mencapai akhir perlombaan untuk menerima pahala
yang telah disediakan Allah bagi kita di Surga, karena apa yang dilakukan
Kristus bagi kita.” (Filipi 3:13-14 FAYH).
Rasul Paulus berjuang keras untuk
mencapai sesuatu yang di depannya karena dia tau ada upah yang telah disediakan
Kristus baginya di Surga sehingga dia mengabaikan hal-hal yang dapat mengganggu
konsentrasinya mengejar tujuan tersebut.
Ø Karena Tujuan Hidup yang
Jelas dapat Memunculkan Kerja Sama yang Baik
Contoh: Ezra
“Bangkitlah, karena hal itu
adalah tugasmu. Kami akan mendampingi engkau. Kuatkanlah hatimu, dan
bertindaklah!" Kemudian bangkitlah Ezra dan menyuruh para pemuka imam dan
orang-orang Lewi dan segenap orang Israel bersumpah, bahwa mereka akan berbuat
menurut perkataan itu, maka bersumpahlah mereka.” (Ezr. 10:4-5)
Pada saat bangsa Israel menyadari
bahwa mereka telah menyimpang dari perintah dan tujuan hidup yang telah Tuhan
tetapkan bagi mereka, mereka bangkit dalam kebersamaan mendukung imam Ezra
untuk menegakkan dan melakukan kembali perintah-perintah Tuhan dalam hidup
mereka. Kesadaran akan tujuan hidup dalam diri seseorang akan menolong dan
memotivasi mereka membangun kebersamaan.
Ø Karena Tujuan Hidup yang
Jelas akan Membantu Evaluasi/Introspeksi Diri
“Ujilah dirimu sendiri, apakah
kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin
akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak
demikian, kamu tidak tahan uji.” (2 Korintus 13:5)
Paulus dengan penuh kasih
menasehati jemaat di Korintus agar mereka mengevaluasi hati dan keteguhan
percaya mereka kepada Kristus. Sebab saat itu pengajar-pengajar palsu sedang
berusaha mempengaruhi jemaat di Korintus supaya mereka tidak sepenuhnya mempercayai
ajaran yang telah disampaikan oleh Paulus. Paulus mengingatkan mereka agar
tetap kuat dan teguh di dalam Kristus supaya mereka tidak kehilangan tujuan
hidup yang sebenarnya.
Nah, itulah pentingnya sebuah
tujuan hidup dalam diri seseorang. Tujuan itu akan memampukan mereka mengalami
kebangkitan dan kemenangan yang telah Yesus sediakan. Oleh sebab itu milikilah
tujuan hidup yang jelas di dalam Tuhan, dan bangkitlah jadi pemenang. Haleluya!
Komentar
Posting Komentar