THE YEAR OF RESURRECTION AND VICTORY

 


Minggu, 02 Januari 2022 (Ibadah Buka Tahun)

Tiga ratus enam puluh lima hari sepanjang tahun 2021 dengan tema “The Year of God’s Mercy and Goodness” (Tahun Rahmat dan Kebaikan Tuhan) telah kita lewati Bersama dengan Tuhan yang sangat baik. Banyak hal yang diijinkan Tuhan kita alami dan rasakan selama perjalanan di tahun tersebut, dan Tuhan menuntun perjalanan kita dengan sangat baik sehingga kita dapat mengakhiri dan melewati tahun 2021 dengan luar biasa. Haleluya!

Pada tahun ini Tuhan memberikan sebuah tema kepada kita yaitu, “The Year of Resurrection and Victory” atau Tahun Kebangkitan dan Kemenangan. Kita akan menjalani sepanjang tahun ini dengan semangat kebangkitan dan kemenangan yang telah disediakan Tuhan bagi kita dengan sempurna melalui pengorbanan Yesus di kayu salib dan kebangkitan-Nya dari kematian.

Sifat kebangkitan dan kemenangan yang dimaksud pada tema ini lebih fokus kepada kebangkitan dan kemenangan roh yang implementasinya dapat terlihat dan dirasakan oleh jiwa, raga bahkan sekeliling kita. Artinya, seseorang yang mengerti dan memahami makna kebangkitan dan kemenangan di dalam Tuhan tidak akan pernah takluk kepada situasi buruk yang sedang terjadi di sekeliling mereka. Di tengah amukan badai kehidupan, dan di dasar lembah yang kelam, mereka tetap dapat merasakan suka cita dan kebahagiaan karena mereka tahu dan percaya bahwa Yesus selalu ada bersama mereka. Dalam hal ini, kemenangan ragawi dan materi hanyalah merupakan impact dari kemenangan roh dan jiwa seseorang.

Secara dejure semua orang percaya tahu bahwa Yesus Kristus telah bangkit dari kematian, mengalahkan maut, memberikan pembebasan dari dosa dan kemenangan bagi mereka yang mau percaya kepada-Nya. Seharusnya realita tersebut lebih dari cukup untuk menumbuhkan dan mebangun sikap pemenang di hati setiap orang percaya. Namun secara defakto masih banyak orang percaya yang gagal mengalami kemenangan dan suka cita di dalam Tuhan hanya karena situasi yang sedang terjadi dan mereka alami. Nah, berikut kita akan belajar prinsip-prinsip kebangkitan dan kemenangan yang akan membawa kita tetap hidup dan digerakkan oleh semangat kebangkitan dan kemenangan.   

PRINCIPLES OF RESURRECTION AND VICTORY:

1.    TRUST IN GOD

“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4)

“Meskipun aku melalui lembah yang gelap, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau menemani aku. Engkau melindungi aku seperti seorang gembala melindungi dombanya dengan tongkat dan gada.” (Mazmur 23:4 BIS)

“Walaupun aku berjalan melalui lembah maut yang gelap, aku tidak akan takut karena Engkau menyertai aku untuk menjaga dan membimbing aku sepanjang jalan.” (Mazmur 23:4 FAYH).

Secara harafiah ayat ini tidak menunjukkan kata-kata atau kalimat mengenai percaya atau mempercayai Tuhan. Namun, semua pembaca pasti tahu bahwa pernyataan dalam kalimat tersebut merupakan luapan kepercayaan hati Daud kepada Tuhan. Bahkan pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa dia tidak sekedar percaya tapi mempercayakan dirinya kepada Tuhan karena dia tahu dan percaya bahwa Tuhan sanggup memelihara dan menjagai kehidupannya. Kepercayaan itulah yang membuat hati Daud tidak takut dan tetap tenang sekalipun dia sedang berada di lembah maut. Woowww amazing!

2.    OBEY IN GOD

“Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.” (Kejadian 22:1-3)

Apa yang membuat jiwa Abraham berkemenangan dalam situasi sulit itu? Jawabannya adalah, “ketaatannya” kepada Tuhan. Ketaatanlah yang menggerakkan tangan Abraham membelah kayu api untuk persiapan korban bakaran, ketaatanlah yang menggerakkan langkah kaki Abraham pergi menuju gunung Moria untuk mempersembahkan anaknya Ishak sebagai korban bakaran kepada Tuhan. Tapi jangan lupa, ketaatan itu jugalah yang mempertemukan Abraham dengan seekor domba pengganti Ishak sebagai korban bakaran. Sejatinya, ketaatanlah yang membawa Abraham mengalami mujizat dan pemenuhan janji-janji Tuhan dalam hidupnya. Puji Tuhan! 

3.    CONSISTENCE IN GOD

“Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" (Yosua 24:15)

Menjelang akhir hidupnya, Yosua mendeklarasikan pernyataan iman yang radikal di hadapan umat Israel dengan berkata, “... tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.” Dan bertahun-tahun setelah dia, Sadrakh, Mesakh, Abednego dan Daniel melakukan hal yang sama.

“Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Daniel 3:16-18)

Oleh pernyataan iman yang radikal tersebut, tidak hanya mereka yang mengalami kebangkitan dan kemenangan secara roh, tapi orang-orang yang berada di bawah kepemimpinan kerajaan Media Persia diperintahkan untuk hormat kepada Tuhan yang disembah oleh Sadrakh, Mesakh, Abednego dan Daniel (bnd. Daniel 6:26-27). Bagaimana dengan Anda, apakah Anda rindu mengalami kebangkitan dan kemenangan? Tetaplah percaya, taat, dan konsisten dalam iman Anda kepada Tuhan. Haleluya, Amen!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS