Rahasia Mengecap Kebaikan Tuhan


 

Minggu, 08 Agustus 2021

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:9).

Pernyataan ayat firman Tuhan di atas lahir dari sebuah pengalaman pergumulan Daud ketika dia berada di negeri orang Flistin dan sedang berhadapan dengan Abimelekh raja negeri tersebut. Orang Flistin sendiri merupakan musuh bebuyutan  bagi orang Israel. Salah satu panglima besar mereka yang sangat terkenal kuat ialah Goliat yang tewas secara tragis di tangan Daud. Sekarang Daud berada persis di hadapan seorang raja negeri yang pernah dia taklukkan untuk menghindari kejaran raja Saul. Sungguh, Daud sedang berada pada sebuah situasi dilematis. Di sisi yang satu ia ingin menyelamatkan diri dari ancaman kejaran Saul, tapi di sisi lain ia sedang terperangkap karena memasuki zona musuh. Dalam situasi seperti itulah Daud mengalami dan mengecap pertolongan kebaikan Tuhan yang membuatnya terluput dari hal-hal jahat yang coba mencelakakan dirinya.  

Pertanyaanya, bagaimana seseorang bisa mengecap dan mengalami kebaikan tuhan pada situasi sulit? 

PERTAMA: HIDUP SETIA MENCARI TUHAN

Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.(Mazmur 34:4-6)

Daud bersaksi, rahasia untuk mengecap dan mengalami kebaikan Tuhan adalah kehidupan yang setia mencari Tuhan. Sebab orang-orang yang setia mencari Tuhan akan mendapat jawaban dari Tuhan dan mereka akan diluputkan dari rasa takut dan gentar. 

Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena orang-orang yang mencari Tuhan dengan setia akan memperoleh pengenalan yang benar akan Tuhan dan pengertian yang benar akan firman-Nya.

Alkitab menyatakan bahwa pengenalan akan Tuhan merupakan hasil dari persekutuan dengan Dia, dan bukan sekedar pengetahuan mengenai Dia. Firman Tuhan berkata, “Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. (2 Pet. 1:2). Ayat renungan kita hari ini menyatakannya dengan jelas, “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!” Tuhan itu baik, Ia penuh kasih, murah hati dan panjang sabar. Di dalam Alkitab sangat banyak ayat-ayat yang penuh dengan pernyataan-pernyataan mengenai kebaikan Tuhan. Misalnya, “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (Mazmur 107:1). Kebaikan Tuhan pasti dialami oleh umat-Nya. “Umat-Ku akan menjadi kenyang dengan kebajikan-Ku, demikianlah firman TUHAN” (Yeremia 31:14). Satu hal penting yang harus diingat bahwa kita harus melihat dan merasakan kebaikan Tuhan, bukan hanya mendengar atau membicarakannya saja.

Dalam 2 Petrus 1: 3 berkata, “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” Artinya, pengenalan kita akan Allah akan membawa kita mengecap dan mengalami kebaikan Tuhan, bukan sekedar mengetahui supaya bisa menyanyikannya, tetapi supaya kita bisa hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Semakin kita mengenal Allah, semakin kita mengalami kebaikan-Nya dalam hidup kita.

 

KEDUA: SELALU BERLINDUNG KEPADA-NYA

“Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!”  (Mazmur 34:9b).

Berlindung kepada Tuhan itu artinya selalu percaya, selalu berserah, selalu berharap, selalu mengandalkan DIA.

Sungguh, kebaikan Tuhan tersedia bagi setiap orang yang selalu percaya dan mengandalkan Dia. Firman-Nya berkata, “Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!” (Mazmur 31:20).

Ketika orang-orang hidup mengandalkan Tuhan, kebaikan-Nya akan memberikan damai sejahtera dalam hati dan hidup mereka. Oleh ilham Roh Kudus, Yesaya berkata, “Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya” (Yesaya 26:3). Ketika kita mengandalkan Tuhan, kebaikannya akan memberikan sukacita dalam hidup kita. “Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya” (Mazmur 33:20-21).

Seharusnya bukan hal yang mengejutkan bagi kita bahwa iman kepada Tuhan adalah jalan masuk untuk mengalami kebaikan-Nya. Dalam beberapa renungan sebelumnya kita sudah belajar bahwa iman adalah salah satu kunci untuk dapat hidup dalam kasih karunia Allah. Iman merupakan jalan masuk ke dalam kasih karunia, “Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.” (Roma 5:2). Kemudian dalam tuntunan Roh Kudus, Yeremia mengatakan, “TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia” (Ratapan 3:25).

Kita akan bisa semakin mengandalkan Tuhan saat kita semakin mengenal Dia. Kita semakin percaya kepada Tuhan pada saat kita semakin mengijinkan Dia menyatakan kesetiaan-Nya kepada kita.  Sebab firman Tuhan berkata, “Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN” (Mazmur 9:11). Untuk itu, hiduplah dengan setia mencari Tuhan dan tetaplah berlindung pada-Nya, Anda akan mengecap dan mengalami segala rahmat dan kebaikan Tuhan. Amin!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS