PERTUMBUHAN DI DALAM TUHAN (Part 4)
Minggu, 06 Juni 2021
BAROMETER PERTUMBUHAN DI DALAM
TUHAN.
KETUJUH: MEMILIKI
KEINGINAN MENCERITAKAN YESUS KEPADA ORANG LAIN
Anda tidak dapat diam saja tentang hal ini. Kasih karunia Tuhan yang begitu
besar yang melingkupi Anda, akan semakin
mendorong Anda memberitahukan kepada orang lain akan apa yang telah Yesus
perbuat dalam hidup Anda.
Saat iman kita semakin dewasa, hal itu akan membentuk hati kita semakin
terbeban dan terpanggil untuk memberitakan keselamatan kepada orang
lain. Karena kita telah mengalami dan memahami apa yang Tuhan perbuat bagi kita,
maka cara yang paling baik dan tulus untuk menolong orang lain adalah dengan
memberitakan kabar baik tentang Yesus Kristus kepada mereka. Ketika kita
merasakan adanya kebutuhan untuk memberitakan Yesus kepada orang lain, kita
percaya bahwa Tuhan sedang melakukan karya yang luar biasa dalam hidup kita. Dalam tuntunan Roh
Kudus, Paulus berkata, “Karena jika aku
memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu
adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak
menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri,
pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. Kalau
demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil
tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.”
(1 Korintus 9:16-18)
Bersaksi dan memberitakan kabar baik kepada orang lain adalah sesuatu yang
tak terpisahkan dari barometer pertumbuhan seseorang di dalam Tuhan. Bagaimana
dengan kita?
KEDELAPAN:
MEMILIKI KERINDUAN TERLIBAT DAN MENDUKUNG PEKERJAAN TUHAN.
“Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu
tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam
pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin,
namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan
menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan sendiri mereka
meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia
untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Mereka memberikan lebih banyak
dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama
kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.” (2
Korintus 8:1-5)
Salah satu petunjuk kunci dari pertumbuhan seorang percaya di dalam Tuhan adalah
bagaimana responnya terhadap pelayanan dan apa yang terjadi dengan uangnya.
Firman Tuhan secara tegas berkali-kali memperingatkan orang percaya tentang
bahaya dari uang.
Tahukah Anda bahwa di dalam Alkitab, Yesus mengajarkan lebih banyak tentang
hal ini daripada tentang topik lainnya? Yang menjadi perenungan adalah, bila kita tidak setia dengan sesuatu yang bersifat
sementara seperti uang kita, mengapa kita mengharapkan
Tuhan mempercayakan kita dengan sesuatu yang bernilai kekal ?
Pengeluaran kita adalah jendela-jendela kecil dari jiwa kita. Bila kita
tidak setia dalam area tersebut, maka bagian lainnya dari kehidupan kekristenan
kita pun tidak berada ditempat yang benar. Matius 6:21 menyatakan bahwa hati
kita fokus di mana harta kita berada. Bila hati Anda tertuju untuk pelayanan,
maka dengan sukacita, Anda akan memberi perhatian bagi pekerjaan Tuhan dan
mendukungnya secara finansil.
KESEMBILAN:
KONSISTEN MEMBANGUN HUBUNGAN PRIBADI DENGAN TUHAN.
Bagian terpenting dari hari yang dijalani oleh seorang percaya adalah waktu
yang didedikasikan semata-mata untuk semakin dekat dengan Bapa. Saat itulah
kita akan dipenuhi dengan kuasa, petunjuk dan penghiburan. Waktu saat teduh
kita ini akan menentukan hari-hari kita; bila kita berdoa dengan terburu-buru, kemungkinan besar
hari kita pun akan berantakan. Seorang Kristen yang sungguh-sungguh bertumbuh
di dalam Tuhan, pasti selalu memelihara waktu berharga yang ia lewatkan bersama
Tuhan.
Yesus dan tokoh-tokoh hebat di Alkitab melakukan hel tersebut:
“Pagi-pagi benar, waktu
hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi
dan berdoa di sana.” (Markus 1:35)
“Nyanyian. Mazmur Daud.
(108-2) Hatiku siap, ya Allah, aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah,
hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar. Aku mau bersyukur kepada-Mu di
antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau bermazmur bagi-Mu di antara
suku-suku bangsa; sebab kasih-Mu besar
mengatasi langit, dan setia-Mu sampai ke awan-awan.” (Mazmur 108:1-4)
Kesadaran yang meningkat akan keberadaan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan,
akan membuat orang percaya semakin merindukan kebersaman dengan Tuhan dalam
hadirat-Nya. 1 Tesalonika 5:16-18
mengatakan: Orang Kristen yang bertumbuh seharusnya senantiasa berdoa. Hal ini harus menjadi gaya hidup yang melekat dalam kehidupan
orang percaya yang membawa dia selalu berada
di dalam hadirat Tuhan.
Orang percaya sejati tidak akan mengkotak-kotakkan hidupnya. Maksudnya, keberadaan
mereka di gereja pada hari minggu harus menjadi pribadi yang sama di rumah, di
tempat kerja atau di sekolah di sepanjang minggu, karena iman dan kesetiaan
dalam pertumbuhan bukanlah komitmen paruh waktu. Bila kita adalah orang
percaya, kepercayaan kita seharusya diekspresikan di setiap waktu, bukan pada
saat-saat tertentu. Oleh sebab itu, perlu bagi kita untuk mengevaluasi diri dan
kehidupan rohani.
Tujuan dari beberapa daftar barometer ini bukan untuk memberikan rapor yang mengevaluasi apakah
anda “dewasa” atau tidak. Melainkan, untuk memberikan suatu barometer yang
dengannya kita dapat mengukur pertumbuhan kekristenan kita. Kita boleh melihat daftar ini sewaktu-waktu, dan tanyakan
pada diri kita, “apakah saya sudah seperti ini Tuhan?
Harapan Tuhan, kita mendapati diri kita sedang berubah menjadi pribadi yang
Tuhan kehendaki. Haleluya!

Komentar
Posting Komentar