HIDUP MENGASIHI DAN MENGUTAMAKAN TUHAN (Part-1)
Minggu, 13 Juni 2021
Minggu ini, kita akan belajar firman Tuhan dengan tema: Hidup Mengasihi dan Mengutamakan Tuhan. Tema ini masih
merupakan bagian dari tema besar kita di tahun ini yaitu, Tahun Rahmat dan
Kebaikan Tuhan. Hal penting yang harus
kita pahami terkait dengan mengasihi dan mengutamakan Tuhan ialah bahwa
mengasihi dan mengutamakan Tuhan merupakan perintah dari Tuhan itu sendiri.
Berikut kita belajar tentang perintah mengasihi Tuhan.
PERTAMA: BANGSA ISRAEL DIPERINTAHKAN UNTUK MENGASIHI TUHAN
Bangsa Israel
menerima kasih Tuhan
melalui pembebasan dan penyelamatan dari perbudakan
Mesir karena iman dan ketaatan
mereka kepada Tuhan dalam
hal pengolesan
darah di ambang
pintu rumah mereka dan memakan
korban paskah (Ibr. 11:28).
Bangsa
Israel telah diajarkan oleh Musa pada perjumpaan di gunung Sinai bahwa Tuhanlah
yang membawa mereka kepada diri-Nya
(Kel. 19:4-5), mereka telah menerima
ajaran Tuhan/ Torah (Kel. 20:1-18), mereka diperingatkan agar jangan terlibat
dengan penyembahan berhala (Ul.
4:15-20), mereka harus beribadah kepada Tuhan saja, sebab tidak ada Allah
selain Tuhan (Ul. 4:.32-40).
Pokok
yang sangat penting yang disampaikan
oleh Musa kepada bangsa Israel dalam hal hubungannya dengan Tuhan adalah perintah untuk mengasihi Tuhan.
Tindakan Tuhan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir adalah
bukti kasih-Nya kepada mereka dan kesetiaan-Nya pada nenek moyang mereka
Abraham, Ishak dan Yakob (Ul 4:37; 7:8; 10:15). Perintah agar bangsa Israel
mengasihi Tuhan diberikan setelah mereka menerima kasih Tuhan dalam kehidupan
mereka.
Pada saat sekarang ini perintah, untuk mengasihi Tuhan dijadikan
sebuah doa dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Perintah
ini dikenal
dengan sebutan Shema Yisrael yang berbunyi: Shema Yisrael Adonai Eloheinu
Adonai Ehad, adalah perintah untuk mengasihi Tuhan yang diajarkan
oleh Musa sesuai dengan perintah Tuhan, Musa menuliskannya pada dua kitab yaitu kitab
Bilangan (baca: Bil. 15: 37-41) dan kitab Ulangan (baca: 6:4-9; 11:13-21).
"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu
esa!" Ul 6:4. (Ibrani: Shema Yisrael Adonai Eloheinu Adonai Ehad. Ul 6:4)
Shema artinya, Dengarkanlah; Patuhilah atau Taatilah; Yisrael artinya Israel sebagai bangsa;
Adonai artinya Tuanku sebagai
kata ganti YHWH, kata yang paling
suci dan tidak boleh diucapkan sembarangan; Eloheinu artinya Allah kita; Ehad
artinya esa, satu. Satu dalam makna kesatua. Sedangkan perintahnya ialah: “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan
segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Ul 6:5)
Perintah yang
sangat penting ini mesti dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur kehidupan
mereka yaitu dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatan, seluruh
kehidupan mereka harus
berkaitan dalam hal mengasihi Tuhan. Bangsa Israel diperintahkan dalam
hal mengasihi Tuhan bukan hanya
dengan hal-hal fisik yang
kelihatan, tapi juga dengan segenap hati mereka.
Dalam
10 perintah atau ajaran (Torah) di dalamnya terkandung perintah untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi
sesama manusia. Di Perjanjian Baru Yesus menegaskan kembali bahwa mengasihi
Tuhan adalah hukum yang pertama dan terutama dan mengasihi sesama manusia
sebagai hukum kedua, dan
keduanya tidak dapat dipisahkan (Matius 22:36-38).
Supaya Israel dan keturunannya
senantiasa mengasihi Tuhan, maka Tuhan memerintahkan mereka untuk mengajari
anak-anak mereka dalam setiap kesempatan dan dengan
menggunakan berbagai alat peraga seperti diikat pada tangan dan dahi, ditulis
pada tiang pintu rumah, pintu gerbang dan dengan pola pada pakaian. Tujuan
semuanya agar bangsa Israel selalu mengingat dan tidak lupa dalam mengasihi Tuhan. Dalam tradisi
orang Israel, mengucapkan doa shema Yisrael ini sering dilakukan sebagai kata
terakhir mengakhiri hari dan bagi orang tua Yahudi dalam mengajarkan kepada
anak-anak mereka sebelum
tidur. Bil. 15:37-41;
Ulangan 6:6- 9.
KEDUA: ORANG KRISTEN DIPERINTAHKAN UNTUK MENGASIHI
Perintah
mengasihi Tuhan dan sesama diawali di
dalam hukum-hukum Tuhan di Perjanjian Lama, namun, sekalipun ditujukan kepada bangsa
Israel, hal itu tidak
berarti bahwa kita yang hidup di jaman ini tidak termasuk di dalamnya. Sebab
tujuan pemilihan Israel sebagai
bangsa pilihan adalah
untuk rencana
penebusan semua manusia
sebagai grand design Tuhan. Itu sebabnya perintah
mengasihi Tuhan dan sesama tertulis juga
di dalam Perjanjian Baru. Yesus menyebutkan intisari ajaran (Torah) dan kitab para nabi dalam PL yaitu mengasihi Tuhan yang esa
dan sesama manusia (Mark.12:28-31; Mat 22:37-40). Sebelum kematian-Nya di kayu salib Yesus memerintahkan
agar para murid dan semua orang yang percaya pada pemberitaan Injil untuk hidup
mengasihi Tuhan dan sesama (Yoh 13:34; 15:12; 1 Yoh 3:11, 23; 4:11-12).
Dalam ajaran Yesus, mengasihi Tuhan dan sesama
memiliki makna yang lebih
dalam dibanding yang tertulis dalam PL. Jika dalam PL,
Tuhan memerintahkan mengasihi Tuhan dan sesama melalui peristiwa gunung Sinai,
maka dalam PB, Tuhan yang sama mendemosntrasikan kasih-Nya dengan mencurahkan darah dan menyerahkan nyawa-Nya bagi dosa semua manusia di bukit
Golgota. Tindakan kasih-Nya
yang begitu besar harus menjadi
patokan bagi orang Kristen untuk mengasihi Tuhan dan sesama manusia seperti
Tuhan Yesus mengasihi kita semua.
Mengasihi
Tuhan adalah sebuah perintah, bukan sebuah himbauan. Karena itu, hanya ada dua keputusan yang mesti dilakukan yaitu, mau taat dan melakukan atau tidak
mau taat dan tidak melakukan. Mengasihi Tuhan menuntut keputusan, dan Musa memberikan dorongan agar orang Israel mentaati Tuhan dalam hal
mengasihi-Nya. Sebab bagi bangsa Israel, jika mereka mentaati perintah
Tuhan dan melakukannya dengan benar, tersedia janji berkat, sebaliknya jika
mereka tidak mau mentaati Tuhan, maka tersedia juga janji kutuk (Ul 28:1-14;
15-68; 30:19). "Aku
memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu
kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan,
supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu,
mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya,
sebab hal itu berarti hidupmu
dan lanjut umurmu
untuk tinggal di tanah
yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada
Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka." (Ul 30:19-20).
Hal yang sama juga berlaku bagi orang percaya saat
ini. Sebab itu, hiduplah mengasihi dan mengutamakan Tuhan dalam hidup kita
sehari-hari, dan Anda akan terus mengalami rahmat dan kebaikan Tuhan. Amen!

Komentar
Posting Komentar