PRINSIP MEMBANGUN HUBUNGAN DEKAT DENGAN TUHAN (Part-1)
Minggu, 16 Mei 2021
Alkitab berkata, "Mendekatlah kepada Tuhan, dan Dia akan mendekat
kepada engkau" (Yakobus 4:8). Sebagai orang Kristen, hanya dengan
mendekatkan diri kepada Tuhan dan berinteraksi dengan Tuhan secara nyata, Anda
dapat mempertahankan hubungan yang normal dengan Tuhan dan memperoleh pekerjaan
Roh Kudus. Jadi bagaimana sebenarnya Anda bisa menjaga hubungan yang dekat
dengan Tuhan? Anda hanya perlu memahami beberapa hal di bawah ini, dan hubungan
Anda dengan Tuhan pasti akan menjadi semakin dekat.
1. Berdoa dengan Hati yang Jujur dan
Digerakkan oleh Roh Kudus
Doa adalah saluran yang
melaluinya kita berkomunikasi dengan Tuhan. Melalui doa, hati kita mampu untuk
menjadi lebih tenang di hadapan Tuhan, pada saat kita mencari kehendak-Nya dalam
hadirat-Nya. Namun realita dalam kehidupan, kesibukan dengan pekerjaan telah
berhasil membuat kita berdoa sekadar rutinitas. Tanpa disadari, seringkali perlakuan
kita kepada Tuhan acuh tak acuh dengan hanya mengucapkan beberapa kata yang asal-asalan
dan tidak berbobot. Kita memperlakukan Tuhan layaknya hanya eperti seorang
ajudan dan pesuruh yang ada di bawah otoritas kita. Hati kita tidak memiliki
interaksi yang nyata dengan Tuhan. Terkadang, kita mengucapkan kata-kata yang
terkesan menyenangkan, namun juga beberapa kata yang hampa dan sombong kepada
Tuhan. Kita tidak bersikap jujur dan tidak mengungkapkan apa yang ada di dalam
hati kita kepada-Nya. Kadangkala dalam doa, kita mengucapkan kata-kata tertentu
yang telah kita hafalkan, kata-kata lama yang basi, dan sama setiap waktu. Sejujurnya,
orang-orang yang berdoa seperti itu sedang memperlakukan Tuhan secara tidak
hormat. Karena itu, doa-doa mereka kurang mendapat respon dari Tuhan, dan
orang-orang yang berdoa dengan cara ini menjadi sangat sulit digerakkan oleh
Roh Kudus. Orang-orang yang berdoa seperti itu, sulit merasakan hadirat Tuhan,
roh mereka menjadi lemah dan lesu, hubungan mereka dengan Tuhan semakin lama akan
menjadi semakin jauh.
Tuhan Yesus berkata:
"Tuhan itu adalah Roh, dan mereka yang menyembah Dia harus menyembah-Nya
dalam roh dan kebenaran" (Yohanes 4:24).
Tuhan adalah Pencipta
yang memenuhi seluruh langit dan bumi. Dia berada di dekat bahkan di dalam kita
setiap waktu, memperhatikan setiap kata, tindakan, pikiran, dan gagasan kita.
Tuhan adalah yang tertinggi, benar-benar bermartabat, dan ketika kita berdoa
kepada Tuhan, seharusnya kita tahu bahwa kita menyembah Tuhan, dan kita harus
datang di hadapan Tuhan dengan hati yang jujur. Karena itu, ketika berdoa
kepada Tuhan, kita harus memiliki hati yang takut akan Tuhan, berbicara dengan
tulus dan jujur kepada-Nya, menyerahkan keadaan, kesulitan dan penderitaan kita
yang sebenarnya di hadapan-Nya. Komunikasikanlah kepada Dia tentang semuanya
itu. Selain itu, kita juga harus berusaha mencari kehendak Tuhan karena
hanya dengan cara itulah doa kita akan selaras dengan kehendak-Nya.
Jadi, di saat berdoa kita
harus membuka hati kepada Tuhan, memberitahukan seluruh keberadaan kita dan
mencari kehendak-Nya. Bagian Tuhan akan memberi kita pengharapan, atau Dia akan
menerangi kita untuk memahami kehendak-Nya. Dengan cara demikian, kita akan
lebih memahami kebenaran dan akan memiliki kepastian langkah ke depan.
Ketika kita membuka diri
kepada Tuhan dari lubuk hati yang terdalam, hati kita pun akan digerakkan oleh
Roh Kudus. Dan pada saat seperti itu kita akan merasa bahwa hubungan kita
dengan Tuhan sangat dekat dan berarti. Kualitas doa yang seperti itu akan
menyingkirkan segala kejenuhan dari hati kita.
Membuka hati kita kepada
Tuhan tidak ada hubungannya dengan seberapa banyak kita berkata-kata
kepada-Nya, atau apakah kita menggunakan kata-kata yang semarak atau bahasa
yang indah. Selama kita membuka hati kita kepada Tuhan dan memberi tahu Dia
tentang keadaan kita yang sebenarnya, maka Tuhan akan mendengarkan kita bahkan pada
saat kita hanya mengucapkan beberapa kata yang sangat sederhana. Tanpa menyadarinya,
hati kita akan menjadi lebih tenang di hadapan Tuhan, dan hubungan kita dengan-Nya
akan menjadi jauh lebih dekat dan intim.
2. Membaca Firman Tuhan, dan Belajar Memahami
Makna Sejatinya
Banyak orang Kristen
melakukan saat teduh dan membaca firman Tuhan setiap hari. Bagaimanakah cara
terbaik membaca firman Tuhan agar dapat mencapai hasil maksimal sekaligus
membuat hubungan kita dengan Tuhan menjadi lebih dekat? Firman Tuhan memberi
tahu kita bahwa, ketika membaca firman-Nya, kita harus mereungkan agar memperoleh pencerahan dan
penerangan Roh Kudus sehingga kita memahami kehendak Tuhan dan apa yang Dia
kehendaki dari kita. Hanya dengan membaca firman Tuhan dengan cara seperti itu,
usaha kita akan membuahkan hasil dan kita akan lebih dekat kepada Tuhan. Ketika
kita membaca firman Tuhan, dan hanya melihatnya sepintas lalu tanpa benar-benar
memperhatikan, maka seberapa banyak pun kita membaca firman-Nya, kita tidak
akan pernah menemukan isi hati Tuhan dan tidak akan pernah selaras dengan
kehendak-Nya.
Karena itu, ketika
membaca firman Tuhan, kita harus menenangkan hati dan merenungkan setiap
firman-Nya, kemudian mencari Tahu apa kehendak dan hasil yang ingin Dia capai
bersama kita ketika Dia menyingkapkan isi hati-Nya kepada kita. Merenungkan
firman Tuhan dengan cara seperti itu kita akan dapat memahami kehendak-Nya dan menjadi
lebih berkenan di kepada-Nya.
Tentu saja, hasil ini
tidak dapat dicapai dengan perenungan satu kali saja, tetapi kontemplasi berkali-kali.
Kita harus secara disiplin dan sadar melakukannya dan melakukan firman Tuhan
setiap kali menjalani dan menghadapi situasi kehidupan kita. Seiring
berjalannya waktu, kita akan dapat lebih memahami kebenaran firman Tuhan, dan
hubungan kita dengan Dia akan menjadi semakin dekat dan intim.

Komentar
Posting Komentar