PERTUMBUHAN DI DALAM TUHAN (Part 3)

 

Minggu, 16 Mei 2021

BAROMETER PERTUMBUHAN DI DALAM TUHAN.

KEEMPAT: CEPAT MENGAKUI DAN MEMBERESKAN DOSA

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9)

Orang yang mengalami pertumbuhan rohani di dalam Tuhan akan semakin sensitif terhadap pengaruh dosa. Mereka semakin mudah mengenali dan mengidentifikasi tipu daya dosa. Apabila mereka tersandung dan jatuh, mereka akan mengakui secara dewasa dan bertanggung jawab membereskan dan menerima konsekuensinya.

Kisah Daud di dalam Alkitab memberikan teladan, pencerahan sekaligus pelajaran yang sangat berharga tentang bagaimana mengakui dosa dan bertanggung jawab menerima akibatnya.

“Dan berkatalah Daud kepada Allah: "Bukankah aku ini yang menyuruh menghitung rakyat dan aku sendirilah yang telah berdosa dan yang melakukan kejahatan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Ya TUHAN, Allahku, biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku, tetapi janganlah tulah menimpa umat-Mu." (1 Tawarikh 21:17)

Orang percaya yang tidak dewasa akan menunda waktu selama mungkin untuk berurusan dengan dosa/kesalahan mereka. Banyak orang bahkan mengatakan, “saya tahu bahwa Tuhan akan mengampuni saya, jadi saya hanya ingin melakukan dosa ini sedikit lebih lama lagi. “sungguh suatu penyalahgunaan yang mengerikan atas kasih karunia yang Tuhan berikan. Saat kita bertumbuh secara rohani, kita tidak akan lagi mampu melakukan dosa dengan mudah.

KELIMA: MELIHAT PEPERANGAN ROHANI SEBAGAI KESEMPATAN KEMENANGAN.

Saat Anda semakin dewasa dalam iman, peperangan rohani Anda juga akan semakin besar. Ini berarti mungkin masalah dan godaan yang akan Anda hadapi semakin besar. Namun hal itu bukan lagi sesuatu yang membuat Anda takut, sebaliknya Anda akan memandangnya sebagai suatu kesempatan meraih kemenangan baru yang akan membawa Anda nex level. Selama Anda mempercayakan hidup Anda kepada Roh Kudus, Anda pasti bisa tenang dan bersukacita, sebab Anda tahu dan yakin bahwa Tuhan sedang memproses untuk membangun menjadi orang percaya yang dewasa dan tangguh. Setiap kali Tuhan mengijinkan kita menghadapi suatu peperangan, Dia pasti memberikan kepada kita kuasa dan kemampuan sebagai jaminan kemenangan terhadap setiap musuh.

“Tetapi Daud berkata kepada Saul: "Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup." Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau." (1 Samuel 17:34-37)

Pertumbuhan orang percaya di dalam Tuhan akan sangat mudah terdeteksi dari cara mereka menghadapi peperangan-peperangan hidup. Baik itu saat-saat menghadapi masalah atau pada saat mereka sukses. Pada situasi buruk dan begitu menyakitkan, orang percaya yang dewasa menyadari suatu potensi bahwa Tuhan akan menyatakan diri-Nya dengan cara yang luar biasa. Orang percaya yg dewasa akan melihat semua masalah sebagai kesempatan emas untuk berhasil dalam pengenalannya akan Tuhan Yesus Kristus. Namun dalam hal ini pun sering terjadi ironi, misalnya, saat orang percaya menghadapi situasi buruk, mereka bisa dengan sangat arif mengelolanya dan mereka menang. Tapi, tidak jarang pula ketika mereka sudah menang dan sukses, mereka terlena dalam situasi kemenangan yang membuat mereka terlena dan terperangkap lagi dalam tipuan iblis sehingga mereka masuk dan terjerumus di lobang masalah yang baru. Untuk itu sebagai orang yang bertumbuh di dalam Tuhan harus terus mengasah kepekaan di dalam Tuhan dan selalu berjaga-jaga menghadapi setiap situasi. Dan yang pasti, orang percaya yang bertumbuh tidak akan gentar menghadapi peperangan-peperangan dalam hidupnya karena mereka tahu bahwa Tuhan ada bersama dengan mereka.

Daud berkata: “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. (Maz. 23:4-6)

Terkadang kita tidak dapat memahami maksud Tuhan untuk beberapa hal tertentu. Namun demikian, kita harus mempercayai bahwa kehendak dan pertolongan-Nya sempurna, Ia sanggup untuk memberikan hal yang baik dari situasi apapun. Sangat penting bagi orang percaya untuk mempercayai firman Tuhan dalam Roma 8:28, bahwa Tuhan dapat dan memang bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi dan melayani Dia. Haleluya!

KEENAM: MELIHAT PELAYANAN SEBAGAI SUATU KEHORMATAN, BUKAN BEBAN.

“Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati. Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.” (2 kORINTUS 4:1-2)

Saat kita bertumbuh di dalam Tuhan, kita akan memiliki keinginan untuk melayani Dia. Bila Anda mengasihi Tuhan, Anda akan memiliki kerinduan untuk menunjukkan kasih itu dengan memberikan waktu untuk melayani-Nya. Anda tidak akan merasa bahwa Anda melayani Tuhan karena dipengaruhi atau dipaksa seseorang, tapi kesadaran akan kemurahan Tuhan yang mempercayakan pelayanan tersebut kepada Anda. Dengan demikian, saat Anda melayani Tuhan, Anda akan sangat menikmati waktu yang anda habiskan untuk melayani dan bersama dengan Dia. Ini bukan berarti bahwa Anda harus memenuhi hidup anda dengan “kesibukan” pelayanan. Tidak! Ada saat dan waktu di mana kita harus beristirahat untuk memulihkan stamina baik jasmani maupun rohani. Yang mau ditegaskan ialah, bahwa orang yang bertumbuh di dalam Tuhan pasti mau memberikan hidup dan waktunya melayani Tuhan dalam pekerjaan-Nya. Sudahkah Anda melayani Dia dengan ketulusan hati? Jika belum, mulailah dari sekarang. Tuhan Yesus Memberkati!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS