PERTUMBUHAN DI DALAM TUHAN! (Part 2)
Minggu, 09 Mei 2021
APAKAH BAROMETER
PERTUMBUHAN
DI DALAM TUHAN?
Sering sekali orang percaya tidak menyadari bahwa hidupnya jauh dari
kehendak Tuhan, terkadang sampai mereka berada dalam masalah besar. Realita,
sangat mudah untuk menyimpang dari jalan yang Tuhan telah tetapkan bagi hidup
kita, itu sebabnya sangat bijaksana bila sesekali kita memeriksa diri, apakah
kita benar-benar sedang bertumbuh atau tidak sama sekali. Pertumbuhan rohani
adalah satu hal yang tidak mudah untuk diukur kemajuannya.
Dalam 2 Petrus 3:14 setiap orang percaya dipanggil “untuk berusaha supaya
kedapatan tak bercacat dan tak ternoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan
Dia.” Yang dimaksud Petrus dengan kata “berusaha” adalah harus selalu
berkomitmen, yaitu pikiran kita terfokus pada perkembangan kita di
dalam Kristus. Dan dalam 2 Petrus 3:18, Alkitab menuntut setiap orang percaya
bertumbuh dalam pengenalan akan pribadi Tuhan Yesus Kristus. Namun,
bagaimanakah cara terbaik untuk dapat mengukur pertumbuhan tersebut, bagaiman
kita tahu bahwa kita sedang bertumbuh?
Ada beberapa hal yang dapat kita lihat ketika kita semakin bertumbuh dewasa
di dalam iman kita kepada Tuhan. Mari lihat beberapa tanda yang dapat kita
gunakan untuk mengetahui tahapan pertumbuhan kerohanian kita menuju kedewasaan.
Sangat baik apabila Anda mau dan rela dengan seksama mencermati dan
mendokumentasi beberapa tanda berikut untuk menjadi pegangan dan evaluasi
terhadap pertumbuhan rohani Anda. Daftar tersebut dapat dijadikan sebagai referensi
bagi setiap orang percaya yang benar-benar ingin bertumbuh dalam iman mereka
kepada Yesus.
PERTAMA: HATI YANG RINDU UNTUK
LEBIH MENGENAL TUHAN.
“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa
kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi
serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,” (Fil. 3:10)
“Satu-satunya yang saya inginkan ialah supaya saya
mengenal Kristus, dan mengalami kuasa yang menghidupkan Dia dari kematian…”
(Fil. 3:10a)
Semakin kita dewasa dalam perjalanan kekristenan kita, kita akan memiliki
kerinduan yang semakin besar untuk mengenal Tuhan. Kita tidak akan merasa puas
dengan seberapa baik kita mengenal Dia maupun jalan-jalan-Nya melainkan, kita akan terus
memiliki kerinduan untuk mengenal dan memahami Bapa kita lebih dalam lagi.
KEDUA: HATI YANG RINDU UNTUK LEBIH MEMAHAMI KEBENARAN
FIRMAN TUHAN.
“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat
orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk
dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang
merenungkan Taurat itu siang dan malam.” (Mazmur 1:1-2)
“Hati mereka tebal seperti
lemak, tetapi aku, Taurat-Mu ialah kesukaanku.” (Mazmur 119:70)
Semakin kita bertumbuh di dalam Tuhan, kita akan memiliki keinginan untuk
mengetahui apa yang Ia firmankan tentang segala sesuatu. Salah satu bagian
terpenting dari kedewasaan kita ialah memahami kuasa dan relevansi Firman Tuhan
bagi kita pada saat ini, dalam setiap aspek kehidupan kita. Kita harus mau
mencari untuk mengetahui apa yang firman Tuhan katakan tentang keluarga,
hubungan dengan sesama, pelayanan, gereja, karir, politik, dan aspek lainnya
dalam kehidupan kita. Alkitab harus menjadi kompas penunjuk arah bagi hidup
kita.
Kira-kira berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk membaca firman Tuhan jika
dibandingkan dengan waktu yang anda habiskan untuk menonton televisi, membaca
majalah, ataupun bermain internet dan mencari info-info terbaru? Mungkin semua
orang akan mengakui betapa pentingnya mengetahui perkembangan peristiwa yang
terjadi di seluruh dunia, namun Anda harus berhati-hati untuk tidak memberikan waktu
terlalu banyak pada hal-hal duniawi. Seharusnya kita lebih suka mengetahui apa
yang Tuhan katakan tentang hidup kita daripada apa yang dunia katakan.
Coba Anda perhatikan dan renungkan hal ini dengan baik, “jika Anda merasa
bahwa kehidupan rohani Anda sedang berada pada posisi bai-baik saja, sementara
realitanya Anda jarang membaca dan mendalami Alkitab, kemungkinan besar
kehidupan rohani Anda berjalan pada arah yang salah. Bukti kehidupan
kekristenan Anda sehat akan terlihat dari
besarnya animo dan rasa ingin
tahu Anda terhadap firman-Nya dan keinginan untuk mentaatinya.
KETIGA: SEMAKIN MENGHARGAI
KASIH KARUNIA TUHAN.
“Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu,
supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu
terima.” (2 Korintus 6:1)
Saat kita semakin dekat dengan Tuhan, kita akan semakin sadar bahwa kita
sangat membutuhkan-Nya. Hal ini bukan berarti bahwa orang Kristen yang bertumbuh harus melihat
dirinya sebagai pribadi yang tidak berharga, tidak! Sebaliknya, kesadaran ini
memiliki arti bahwa hidup kita yang semakin dewasa di dalam Tuhan tidak lagi
dapat mentolerir dosa sekecil apa pun, yang dulunya dengan mudah kita bisa melakukannya.
Saat Anda menerima keselamatan dari Tuhan, roh dan jiwa Anda menjadi
ciptaan yang baru. Dalam tuntunan Roh Kudus, Paulus mengatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan
baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2
Korintus 5:17). Namun, selama kita masih berada di
dalam tubuh jasmani ini, kita menjadi subyek dari hawa nafsu dan keinginan
“daging”. Akan tetapi, bila kita tinggal di dalam kendali-Nya atau hidup dalam
tuntunan Roh-Nya, kita akan semakin sadar bahwa tanpa Dia tidak mungkin hidup
kita berkemenangan. Hal inilah yang membuat kita semakin bergantung terhadap kasih karunia Allah. Dengan menyadari
dan mengakui daerah-daerah berbahaya dalam hidup kita, kita akan semakin
wasapada terhadapnya dan akan semakin mengandalkan Tuhan dalam
hidup kita. Amen!

Komentar
Posting Komentar