RAHASIA MENGALAMI KUASA PERTUMBUHAN KERAJAAN ALLAH (Mk. 4:30-32) bnd. Matius 13:31-35)

 

Minggu, 25 April 2021

Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." (Mk. 4:30-32) bnd. Matius 13:31-35)

PERTAMA: SESUATU YANG BESAR DIMULAI DARI YANG KECIL (BIJI SESAWI)

Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi (Mat. 13:31-35) merupakan bagian dari rangkaian perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Melalui perumpamaan tentang biji sesawi, Yesus ingin menjelaskan tentang ukuran kecil biji sesawi, tetapi apabila ditanam dan tumbuh, maka biji sesawi itu berubah menjadi lebih besar daripada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon (Markus 4:32). Pertanyaan yang mungkin muncul dalam pikiran para pendengar-Nya adalah: Siapa yang memungkinkan pertumbuhan sesawi yang menakjubkan itu? Paulus dalam tuntunan Roh Kudus menjelaskan kepada jemaat di Korintus, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.” (1 Korintus. 3:6-7)

Di balik proses pertumbuhan biji sesawi menjadi sebatang pohon besar, firman Tuhan ingin menyingkapkan bahwa sesuatu yang besar dalam kerajaan Allah selalu dimulai dari hal-hal kecil. Sabda Tuhan berkata, “…Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar…” (Matius 25:23b). Jadi, apabila Anda ingin mengalami kuasa pertumbuhan dalam kerajaan Allah, mulai dan setialah dari hal-hal kecil.

KEDUA: KUASA PERTUMBUHAN ADA DI DALAM TUHAN

Kesuburan dan kekuatan pertumbuhan sebuah tanaman ditentukan oleh akarnya. Apabila akarnya dalam masuk tertancap ke dalam tanah, maka tanamannya akan bertumbuh subur dan kuat. Dan hal tersebut merupakan gambaran pertumbuhan kehidupan rohani seseorang di dalam Tuhan. Firman Tuhan mengingatkan, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kolose. 2:6-7)

Jika seseorang ingin bertumbuh dan kuat di dalam Tuhan, ia harus mengakar kuat di dalam Tuhan. Artinya, harus memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan dan firman-Nya. Sebab dari sanalah ia memperoleh asupan nutrisi rohani yang sehat yang akan membuat ia bertumbuh dan mampu menghadapi segala pengaruh dunia dan persoalan hidup.

KETIGA: PERUBAHAN HANYA MUNGKIN TERJADI KARENA FIRMAN ALLAH

“Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." (Matius. 13:33)

Seorang wanita mengambil sedikit ragi, mencampurnya dengan sejumlah besar tepung, kemudian membiarkannya sampai tepung tersebut mengalami perubahan dan membakarnya menjadi roti. Bagaimana cara kerja ragi tersebut membuat tepung itu berubah, tidak seorang mengetahuinya. Perempuan tersebut hanya percaya, apabila ragi dan tepung diaduk dalam sebuah adonan, maka tepungnya akan berubah dan mengembang. Tanpa dicampur dengan ragi, tepung tetaplah sebagai tepung dan ragi tetaplah sebagai ragi. Jumlah raginya memang kecil, tetapi pengaruhnya besar. Nah, melalui beberapa perumpamaan yang dipakai Yesus untuk menjelaskan sistem Kerajaan Allah tertanam dan berkembang, Dia hendak menegaskan bahwa jika Allah merajai dan menegakkan kuasa-Nya, maka situasinya akan serupa dengan biji sesawi yang ditaburkan orang di ladang, bertumbuh dan hasilnya akan lebih besar daripada sayuran yang lain, dan seperti ragi yang mempengaruhi seluruh adonan tepung. Haleluya!

Demikianlah cara Kerajaan Allah menyatakan kehadiran dan kekuasaan-Nya di dunia saat ini dan dalam diri orang percaya. Ragi adalah lambang kuasa yang ada di dalam  firman Allah yang berkarya dalam diri setiap manusia dan mengubah manusia dari dalam. Firman Allah menghasilkan sebuah transformasi dalam diri orang percaya yang menerima firman Allah dan hidup baru yang diberikan oleh Yesus Kristus. Ketika Anda menyerahkan hidup kepada Yesus dan membiarkan firman-Nya berakar dalam hati Anda, Anda diubah dan dikuduskan oleh kuasa Roh Kudus yang berdiam di dalam diri Anda.

Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi membantu kita untuk memahami bagaimana sesungguhnya Allah hadir dan berkarya dalam hidup kita setiap saat. Kita diyakinkan bahwa jika kita menerima benih Kerajaan Allah dalam hati kita, maka benih Kerajaan Allah itu akan tumbuh dan berkembang dalam diri kita. Kita diyakinkan bahwa Allah menyertai dan bekerja dengan cara yang ajaib sekalipun tak kelihatan. Rahmat dan anugrah Allah memang tidak tampak di depan mata kita, tetapi kuasa rahmat-Nya membuat hidup kita terus berkembang dan bermakna bagi Tuhan dan orang lain.

Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi kita untuk merasa kecil dan merasa tak berguna dalam kehidupan ini. Tak ada alasan bagi kita untuk merasa sebagai minoritas yang tak ada manfaat atau pengaruh dalam kehidupan bermasyarakat. Ketika kita membiarkan benih firman Allah tertanam dalam hati kita dan membiarkan diri kita dikuasai oleh Roh Kudus, kehidupan spiritual kita bertumbuh dan berkembang serta berguna bagi kesejahteraan dan keselamatan sesama kita. Untuk itu, mari kita membiarkan diri untuk tumbuh dan berkembang dalam kuasa Allah yang senantiasa hadir dalam hidup kita agar kita mengalami kuasa Allah yang dahsyat dan ajaib. Amen!

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS