Makna Penting dari Paskah (Lukas 24:1-12)

 

Minggu, 04 April 2021

Melalui firman Tuhan kita akan belajar beberapa makna penting dari kematian dan kebangkitan Yesus (Paskah). Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari Paskah yang dapat membangkitkan semangat, iman  dan harapan baru di dalam percaya kita kepada Tuhan Yesus. Simak beberapa poin berikut yang merupakan makna penting dari Paskah.

PERTAMA: PASKAH ADALAH BUKTI KUASA TUHAN YANG TANPA BATAS

“Tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus.” (ayat 1-3). Ayat firman Tuhan tersebut menjelaskan, ketika Maria dari Magdala, Yohana, dan maria ibu Yakobus pergi ke kubur Yesus, mereka tidak menemukan mayat Yesus di sana. Kenapa, karena Yesus telah bangkit dari kematian (ayat 7). Artinya, kematian dan alam maut tidak mampu menahan kuasa Tuhan yang membangkitkan Yesus.

Oleh ilham Roh Kudus, hal inilah yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (1 Korintus 15:54b-55).

Melalui peristiwa kebangkitan Yesus, Paulus dalam tuntunan Roh Kudus ingin menegaskan bahwa kuasa Tuhan tidak dapat dibatasi oleh hal apa pun. DIA adalah Tuhan penguasa tunggal atas langit dan bumi serta segala isinya. DIA adalah pemegang kendali dan otoritas tertinggi dalam hal apapun. Tidak ada yang sukar dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Segala lutut akan bertelut di hadapan-Nya dan segala lidah akan mengaku bahwa DIA adalah Yesus Tuhan yang berkuasa. Oleh sebab itu, jika Anda percaya kepada Yesus, Anda tidak perlu takut menghadapi kenyataan hidup, tapi berserahlah ke dalam tangan yang kuat, yaitu tangan Allah, sebab DIA sanggup menopang dan memberikan kemenangan kepada Anda.

KEDUA: SEBAGAI PENGGENAPAN FIRMAN TUHAN (ayat 7-8)

“...yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu.”

Alkitab yang terdiri dari 66 kitab Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB) adalah Firman Tuhan yang benar tanpa kebohongan dan dapat dipercaya. Kitab yang memuat janji-janji Tuhan yang pasti terjadi dan digenapi.

Di dalam Alkitab Tuhan banyak berbicara mengenai janji dan penggenapan Firman-Nya dalam hidup kita, Dia memberitahukannya melalui nubuat para nabi dan rasul-rasul. Termasuk mengenai kematian dan kebangkitan Yesus sendiri, Dia sudah memberitahukan sebelumnya. Bahkan oleh pernyataan tersebut Yesus diejek orang-orang Yahudi, "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!"( Matius 27:40).

Pada hari ke-tiga setelah kematian-Nya, Dia bangkit dan membuktikan semua perkataan-Nya sebagi perkataan yang benar dan bukan berita bohong isapan jempol.

Dalam menghadapi pergumulan hidup, tanpa sadar, terkadang kita bisa bersikap seperti orang-orang Yahudi tersebut yang kurang bahkan tidak mempercayai janji Tuhan yang telah tertulis di dalam firman-Nya.

Melalui moment paskah Tuhan mau mengingatkan dan menyapa kita bahwa janji Tuhan itu adalah “ya dan amen” dalam hidup kita. Kebangkitan Yesus dari kematian membuktikan bahwa Tuhan setia dengan perjanjian firman-Nya. Apa yang kita baca hari ini mungkin tidak langsung terjadi hari ini juga, tapi satu waktu hal tersebut pasti digenapi dengan cara Tuhan sendiri. Percayalah, pada saat dan waktu yang tepat “God will make a way” (Tuhan akan membuka/membuat jalan bagi kita) karena Firman-Nya ya dan amin.

KETIGA: MUJIZAT KEBANGKITAN YESUS HANYA BERDAMPAK BAGI MEREKA YANG PERCAYA (Lukas 27:10-12)

“Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.”

Sebuah ekspresi yang tidak wajar diperlihatkan para rasul tersebut. Ketika perempuan-perempuan tersebut memberitahukan bahwa Yesus telah bangkit, mereka bersikap dingin. Respon mereka begitu hampa tanpa harapan. Mungkin hal ini terjadi karena tekanan emosi dan mental yang mereka alami pasca penyaliban Kristus. Di dalam kegalauannya Petrus mencoba memberikan respon dan pergi ke kubur memastikan berita yang baru saja dia dengar.

Ini merupakan gambaran kehidupan banyak orang yang sebenarnya merindukan mujizat tapi kurang mau percaya. Perlu diketahui, kebangkitan Yesus tersebut adalah mijizat terbesar karena berdampak pada keselamatan seseorang. Banyak orang yang ingin diselamatkan tapi realitanya tidak mau percaya kepada Yesus. Sekalipun kematian dan kebangkitan Yesus tersebut untuk menebus seisi dunia, namun hanya mereka yang mau meresponinya yang akan mengalaminya. Amen!

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS