BENIH YANG BERTUMBUH Part – 2 (Markus 4:30-32)
Minggu, 18 April 2021
“Dengan apa henak kita
membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya
kita menggambarkannya? Hal kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di
tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada
di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari
pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar,
sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.” (Markus
4:30-32)
AKAR SEBAGAI PENOPANG
UTAMA DALAM PERTUMBUHAN.
Perubahan dari sebutir benih menjadi sebatang tumbuhan adalah misteri atau
rahasia Allah di dalam pekerjaan-Nya. Firman Tuhan berkata, bahkan seorang
penabur yang menabur benihnya “tidak mengetahui” hal tersebut, karena memang
itu adalah rahasia Allah (Markus 4:27). Di dalam proses pertumbuhan tersebut
ada elemen-elemen tertentu yang telah ditetapkan Allah sebagai sarana pendukung
dan penopang pertumbuhan tanamannya yaitu “akar”. Akar adalah merupakan bagian
penting di dalam kestabilan pertumbuhan tanaman.
Berikut kita akan belajar fungsi akar dalam perkembangan pertumbuhan benih:
PERTAMA: MENSUPLY NUTRISI
MAKANAN
Dalam perikop yang sedang kita pelajari, Yesus membentangkan sebuah
perumpamaan tentang proses pertumbuhan biji sesawi menjadi sebuah tumbuhan yang
besar untuk menggambarkan bagaimana Kerajaan Allah bekerja dan berkembang di
dalam kehidupan seseorang.
Apakah Anda pernah melihat biji sesawi? ia sangat kecil dan mungil, Yesus
berkata “Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang
ada di bumi” (ayat 31b), namun begitu ditanam ia bisa bertumbuh menjadi
tanaman yang sangat besar melebihi sayur-sayuran yang lain, sehingga
burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.
Nah, apa yang membuat benih yang begitu kecil tersebut dapat bertumbuh
menjadi sangat besar? Pertama, karena ia ditanam atau ditaburkan di tanah yang
subur, yang kedua, karena pertumbuhannya didukung oleh akar yang baik dan kuat.
Akar pada sebatang tumbuhan berperan untuk menyerap air dan hara (bio zat yang
diperlukan tumbuhan atau hewan untuk pertumbuhan. Hara ini dapat diperoleh dari
bahan mineral, misalnya zat putih telur, zat arang, vitamin). Diketahui, air dan unsur hara di dalam tanah
merupakan nutrisi baik yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang.
Semakin dalam akar tanaman masuk ke dalam tanah, maka akan semakin banyak dia
menemukan air dan zat lainnya yang dapat menjadi nutrisi bagi tumbuhan
tersebut. Setelah itu akar akan menyalurkan zat dan nutrisi tersebut ke seluruh
bagian tanaman. Pupuk organik maupun anorganik yang diberikan pada tanaman juga
dapat diserap baik oleh akar. Inilah faktor pertama yang membuat biji sesawi
dapat bertumbuh menjadi sebatang tanaman yang besar.
Kondisi tersebut dipakai Yesus sebagai perbandingan pertumbuhan dan cara
kerja kerajaan Allah di dalam kehidupan orang percaya. Artinya, jika orang
percaya hendak melihat dan mengalami perubahan-perubahan dalam hidupnya, maka
mereka harus mau berakar kuat di dalam kebenaran firman Allah. Untuk sebuah
perubahan hidup, Anda cukup membiarkan firman Tuhan menguasai hati dan seluruh
hidup Anda. Kuasa firman Tuhan akan secara otomatis mengerjakan perubahan di
dalam hidup Anda. Dia akan menerobos dari dalam, kemudian akan menguasai dan
mengontrol seluruh keberadaan Anda. Saat itulah Anda mengalami perubahan dan
pertumbuhan.
KEDUA: MEMPERKOKOH
PERTUMBUHAN SEHINGGA TIDAK MUDAH ROBOH.
Kekuatan sebuah tanaman sangat ditentukan oleh akarnya. Semakin dalam akar
tanaman masuk ke dalam tanah, dia tidak hanya akan semakin banyak mendapatkan
air dan zat lainnya, tapi tanaman tersebut akan semakin kuat dan kokoh. Anda
dapat memperhatikan tanaman yang mudah tercabut dan roboh, dapat dipastikan
hampir semuanya disebabkan oleh akarnya yang terlalu dangkal dan tidak dalam
tertanam ke bawah.
Para petani korma di gurun pasir sangat memahami hal tersebut. Itu sebabnya
mereka melakukan sesuatu yang berbeda dari petani lain. Mereka sadar bahwa
mereka sedang menanam korma di tempat terbuka di mana perubahan cuaca anginnya
sangat ekstrim bahkan kadang-kadang topan. Untuk menghadapi situasi tersebut, mereka
tidak memiliki perlindungan apapun untuk melindungi tanaman mereka di sana. Di
gurun pasir Anda sangat jarang bahkan nyaris tidak menemukan pepohonan. Tanaman mereka benar-benar terbuka terhadap
terpaan angin. Namun, walaupun demikian, hampir tidak pernah tanaman korma
mereka roboh dan tercabut oleh karena angin tersebut. Apa yang mereka lakukan?
Di saat para petani korma menanam benih atau memasukkan biji korma ke dalam
lobang yang telah disiapkan, mereka menutup lobang tersebut dengan tanah
seadanya, kemudian mereka meletakkan batu dalam ukuran sedang di atas lubang
yang telah ditutupi tanah tersebut. Tujuannya adalah, supaya waktu benih
tersebut mengeluarkan tunas dan akar, tunas tersebut tidak langsung menerobos
ke permuakaan tanah. Sebagai gantinya, akarnya yang semakin dalam masuk tertancap
ke dalam tanah. Pada waktu akar sudah berada pada posisi yang cukup dalam dan
kuat, tunasnya akan menerobos ke atas melalui pinggir batu yang dilatekkan di
atas lobang tersebut. Pada saat seperti itulah petaninya mengangkat batu dari
atas lobang dan membiarkan pohon korma bertumbuh ke atas karena dapat
dipastikan bahwa akarnya sudah cukup kuat menopang pohon kormanya.
Demikian halnya dengan anak-anak Tuhan, semakin dalam akar Anda di dalam
Tuhan, maka kehidupan Anda akan semakin kuat menjalani dan mengghadapi
pergumulan hidup. Anda tidak akan mudah goyah dan jatuh, Anda akan kuat dan
kokoh karena Allah ayang adalah firman itu menopang Anda. Dengan demikian Anda
pasti mengalami segala rahmat dan kebaikan Tuhan. Haleluya! Oleh sebab itu
perdalam dan perkuat kehidupan Anda di dalam kebenaran Allah supaya Anda
mengalami janji-janji kemenangan dan kebaikan-kebaikan Tuhan. Amen!

Komentar
Posting Komentar