BENIH YANG BERTUMBUH (Markus 4:26-27)
Minggu, 11 April 2021
Lalu kata Yesus:
“Beginilah hal kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di
tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih
itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak
diketahui orang itu”.
Setelah seseorang menabur benih yang benar, tentu mereka mengharapkan
pertumbuhannya. Berikut kita akan belajar mengetahui bagaimana proses
terjadinya pertumbuhan benih yang telah ditaburkan.
PERTAMA: BENIH AKAN
BERTUMBUH MELALUI PROSES WAKTU
Setelah penanaman benih berlangsung diperlukan waktu beberapa lama untuk
membiarkan kuasa pertumbuhan yang ada di dalam benih tersebut mengeluarkan
tunas baru. Selama proses tersebut, benih tidak boleh diganggu dan dikeluarkan
dari tenah.
Firman Allah adalah seperti benih
yang ditanam (Markus 4:14), cara tumbuhnya sama seperti cara tumbuh benih
tanaman yang ditanam seorang petani. Anda bayangkan bahwa Anda adalah seorang
petani yang sedang menanam salah satu jenis benih tanaman di kebun atau di
sekitar pekarangan rumah Anda (misalnya, jagung). Apa yang akan Anda lakukan
setelah Anda selesai melakukan proses penanaman benih, apakah beberapa jam
kemudian atau satu hari setelahnya Anda akan datang menggali lubang tempat Anda
menabur benih untuk memastikan pertumbuhannya?
Kira-kira apa yang akan terjadi
seandainya Anda benar-benar melakukan hal semacam itu? Apakah benar-benar benih
jagung Anda telah mengalami perubahan setelah Anda menabur sehari sebelumnya?
Tentu tidak, karena jagung akan mulai tumbuh dan mengeluarkan tunas setelah
tiga hari di dalam tanah. Apakah Anda akan kecewa dan menggerutu karena tidak
melihat perubahan pada benih yang Anda tanam beberapa jam atau satu hari
sebelumnya? Apakah Anda akan mengkorek-korek lubang tempat Anda menabur benih
untuk membolak balik benih jagung yang ada di dalamnya? Atau akankah Anda
mengeluarkan benih yang belum mengalami perubahan tersebut dari lobangnya? Saya
yakin, tentu Anda tidak akan kecewa dan tidak akan mengganggu benih tersebut
karena Anda sendiri mengetahui proses pertumbuhan dari sebutir benih jagung
menjadi tunas baru sebatang jagung.
Cara Allah menciptakan benih
untuk bekerja adalah dengan menanamkannya di tanah dan tidak mengganggunya.
Anda tidak boleh menggalinya lagi setiap jam untuk melihat apakah terjadi suatu
perubahan. Sebagai gantinya, Anda harus membiarkannya di sana, dan dengan iman
mempercayai bahwa benih itu akan menghasilkan karena Allah mengatakan demikian.
Demikian halnya dengan firman
Allah. Saat Anda berkomitmen untuk menabur Firman di dalam hati, dan Anda
menghabiskan waktu selama 30 menit setiap pagi untuk bersaat teduh membaca dan
merenungkan firman Allah, kemudian Anda memperoleh pencerahan-pencerahan yang
menjadi rema dari firman Tuhan. Setelah itu Anda berangkat ke tempat di mana
Anda bekerja untuk beraktifitas, namun di tempat Anda bekerja, Anda benar-benar
tidak menerapkan rema firman Tuhan yang Anda terima di pagi hari sebelumnya,
Anda benar-benar melanggar dengan cara Anda berbicara, berperilaku, dan gaya
hidup. Keesokan harinya di pagi hari, Anda kembali bersaat teduh dan
mendapatkan rema dari firman Tuhan, namun kembali Anda melakukan
tindakan-tindakan yang kontradiktif dengan rema firman Tuhan yang Anda dapat.
Kemudian beberapa hari berikutnya, Anda tidak melakukan saat teduh sampai tiba
hari Minggu saatnya beribadah di gereja. Saat Anda mendengar pesan firman Tuhan
melalui khotbah yang disampaikan, semangat Anda kembali dibangkitkan, namun
setelah Anda kembali ke rumah dan hari berikutnya ke tempat kerja, namun, Anda
lagi-lagi melakukan hal-hal yang paradoks dengan kebenaran firman Allah yang
telah Anda terima. Dengan cara hidup dan menanam benih firman Tuhan seperti
itu, apakah Anda akan melihat benih tersebut bertumbuh menjadi tunas? Tentu tidak,
karena sikap dan cara hidup Anda mengganggu kuasa benih firman tersebut untuk
dikeluarkan. Benih tetaplah butiran benih, tidak memberikan pengaruh apa-apa
dalam hidup Anda.
KEDUA: NATURAL ATAU ALAMI
Yesus menjelaskan bahwa
si petani tidak mengetahui persis seperti apa proses pertumbuhan benih yang
ditaburnya. Setelah menabur benih, yang dilakukannya ialah pulang ke rumah, waktu malam ia tidur, dan waktu siang ia
bangun. Ia hanya membiarkan benih tersebut ada pada lobang tanah yang telah
diisi benih, dan pertumbuhan pun terjadi.
Pertumbuhan benih itu natural
atau alami. Selama benihnya tidak diganggu maka pertumbuhan secara otomatis
akan terjadi secara alami. Demikian halnya dengan pertumbuhan firman Tuhan di
hati seseorang yang akan berdampak di dalam seluruh hidupnya. Selama Anda tidak
menggangu benih firman Tuhan tersebut, tapi membiarkannya, maka benih itu akan
tumbuh. Anda tidak perlu berupaya keras untuk membuat benihnya mengeluarkan
tunas, ia akan tumbuh sendiri karena Allah telah mengaturnya demikian.
Saat Anda melakukan
kontemplasi atau perenungan firman Tuhan, kemudian Anda mendapatkan rema dari
perenungan tersebut, maka biarkanlah firman itu menguasai hati Anda dan
hiduplah seperti yang diinstruksikan firman tersebut, maka firman itu akan
tumbuh dan menyalurkan kuasa pertumbuhan dan perubahan dalam kehidupan Anda.
Misalnya, Anda membaca
dan merenungkan firman Tuhan dari Matius 6:25-34 yang intinya mengajar Anda
tidak hidup dalam kekuatiran, tapi mencari dahulu kerajaan Allah dan
kebenarannya karena semuanya akan ditambahkan kepada Anda.
Di saat Anda mendapatkan
rema tersebut, realita yang Anda hadapi benar-benar menuntut keteguhan hati
mempercayai firman. Ketika Anda menghadapi hal seperti itu, apa yang akan Anda
lakukan? Jika Anda ingin melihat benih itu tumbuh, maka Anda harus mempercayai
firman tersebut dan tetap maju di dalam Tuhan. Tapi jika Anda kuatir dan
bersungut-sungut, berarti Anda sedang mengganggu pertumbuhan benihnya. Jadi
keputusan ada di pihak Anda. Oleh sebab itu, ambillah keputusan bijak dengan
mempercayai firman Tuhan dan mengikuti petunjuknya maka Anda akan mengalami
kuasa terobosan dari pertumbuhan benih tersebut. Haleluya!

Komentar
Posting Komentar