TERTANAM DI DALAM TUHAN Part–5
Minggu, 14 Maret 2021
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23)
MENJAGA HATI DENGAN BENAR
Ribuan tahun yang lalu Alkitab telah memperingatkan kita agar mengawasi
hal-hal yang kita percayai dalam hati kita. Hati yang dimaksud di sini adalah
lubuk hati kita (Amsal 4:21) atau pikiran bawah sadar kita.
Mengapa menjaga hati adalah hal yang penting? Karena dari hati kitalah
kehidupan kita terpancar. Seluruh tubuh kita dikendalikan sepenuhnya oleh
pikiran-pikiran yang tertanam di alam bawah sadar kita. Seperti apa jadinya
hidup kita akan ditentukan sepenuhnya oleh hal-hal yang ada di dalam pikiran
kita. Penelitian menunjukkan bahwa otak kita ternyata akan mempercayai
informasi apa saja yang disampaikan kepadanya. Apalagi jika informasi itu
disampaikan oleh orang yang berotoritas, misalnya: Dokter, guru, orang tua,
atau pemimipin kita. Itu sebabnya disarankan, dari pada berpikir tentang
sesuatu hal yang negatif, lebih baik memikirkan hal-hal yang positif. Namun
Allah tidak hanya menginginkan Anda memikirkan hal positif, tapi DIA ingin
supaya setiap orang berpikir tentang hal positif dan benar (Filipi 4:8-9).
Pertanyaannya ialah, bagaimana cara menjaga hati dan kenapa harus dijaga?
CARA PERTAMA: TANAMKAN
FIRMAN DI DALAM HATI
“Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah
telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari dari matamu,
simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka
yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.” (Amsal 4:20-22)
Pengetahuan firman Tuhan yang hanya mengisi otak kiri seseorang tidak akan
memberikan pengaruh yang berarti atas hidup orang tersebut, karena firman Tuhan
tersebut belum tertanam di lubuk hatinya. Pengetahuan yang hanya mengisi otak
kiri seseorang adalah pengetahuan yang akan membuat orang tersebut menjadi
sombong (1 Korintus 8:1-2). Lubuk hati yang dimaksud berbicara tentang bagian
terdalam dari manusia yang mengendalikan seluruhnya. Dari bagian itulah seluruh
kehidupan manusia terpancar, baik itu hal-hal baik maupun jahat. Lubuk hati
yang jahat akan memancarkan hidup yang rusak dan merusak orang lain, sedangkan
lubuk hati yang benar dan penuh kasih akan memancarkan hidup serupa Kristus
yang mendatangkan berkat untuk banyak orang. Lubuk hati yang terdalam itulah
yang berkaitan dengan pikiran bawah sadar seseorang. Nah, firman Tuhan baru
akan mendatangkan pengaruh yang dahsyat jika di tanam dipikiran bawah sadar
kita. Mengapa demikian? Karena pikiran bawah sadar adalah bagian yang dirancang
oleh Tuhan untuk mengoperasikan seluruh tubuh kita. Pikiran tersebutlah yang
mengontrol seluruh fungsi organ, jaringan, otot, tulang, dan semua sistem tubuh
agar dapat berjalan selama 24 jam sehari. Pikiran bawah sadar bekerja non-stop
sepanjang hari baik dalam keadaan tidur maupun saat Anda bangun. Semua organ
tubuh Anda berfungsi secara otomatis tanpa dikontrol oleh pikiran sadar Anda.
Itulah sebabnya firman Tuhan berkata bahwa kehidupan seseorang terpancar dari
lubuh hati atau pikiran bawah sadarnya. Bukan hanya itu saja, pikiran bawah
sadar juga mengatur segala sikap dan kebiasaan tubuh. Itulah sebabnya mengapa
firman Tuhan sangat perlu tertanam di dalam lubuh hati kita, tujuannya, agar
firman Tuhan tersebut yang mewarnai dan mengendalikan seluruh hidup kita.
CARA KEDUA: PRAKTEKKAN
DISIPLIN ROHANI SECARA KONSISTEN.
“Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua.
Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu
berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun
untuk hidup yang akan datang.” (1 Timotius 4:7-8)
Sebelum Paulus menjadi Kristen, ia sangat disiplin dalam hal ibadah.
Sebagai orang Farisi, ia sangat rajin berdoa, berpuasa, membaca Taurat, memberi
sedekah, dan beribadah dengan tekun dan ketat. Setelah ia menjadi seorang
Kristen dan hidup dalam kasih karunia Allah, ia tidak pernah mengabaikan
disiplin-disiplin rohani tersebut. Ia tetap tekun melakukannya dengan makna
yang baru yang penuh kasih dalam pertolongan Roh Kudus. Untuk menjaga hati Anda
tetap bersih di dalam kebenaran Allah, Anda harus mempraktekkan disiplin rohani
secara konsisten.
ALASANNYA: SUPAYA
MEMILIKI TINDAKAN KEBENARAN YANG AUTO.
“Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan
hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal
yang dari Roh.” (Roma 8:5)
Rencana Tuhan dalam hidup kita adalah supaya kita memiliki tindakan yang
otomatis dalam kebenaran. Seperti dahulu ketika kita masih menjadi hamba dosa,
kita secara otomatis (tanpa dipikir) tunduk kepada dosa dan berulang-ulang
berbuat dosa. Sekarang, setelah kita menjadi hamba kebenaran, Tuhan mau agar
kita secara otomatis melakukan kebenaran Allah dalam setiap langkah hidup kita
(Roma 6:19). Sudahkah Anda tunduk dan taat kepada kebenaran hingga Anda berbuat
kebenaran secara otomatis? Berikut analogi yang dapat membantu kita memahi
tindakan otomatis dalam kebenaran.
Ketika Anda pertama kali naik sepeda, tentu Anda belum memiliki kemampuan
untuk naik sepeda. Anda harus berkonsentrasi dan menggunakan pikiran sadar Anda
untuk mengendalikan tubuh Anda agar dapat tunduk kepada pengetahuan naik sepeda
itu. Karena hati Anda begitu terobsesi untuk bisa naik sepeda, maka Anda
terus-menerus mencoba praktek naik sepeda. Lama-kelamaan, Anda mahir
mengendarai sepeda. Setelah Anda mahir, apakah Anda masih menggunakan pikiran
sadar Anda? Tentu tidak! Anda tidak perlu lagi berpikir tentang bagaimana
mengendarai sepeda. Anda dapat mengayuh sepeda sambil bernyanyi, berbicara, dan
berpikir tentang hal-hal yang lain. Mengapa? Karena tubuh Anda sudah diperhamba
oleh pikiran bawah sadar Anda, sehingga tanpa pikiran sadar Anda, tubuh Anda
telah otomatis taat. Demikian halnya dengan kehidupan kita, apabila kebenaran
telah menguasai lubuk hati kita, maka tubuh kita akan otomatis taat terhadap
kebenaran Allah. Oleh sebab itu, jagalah hati kita dengan cara menanamkan
kebenaran Allah di dalamnya, lakukan disiplin rohani secara konsisten, maka
hidup Anda akan otomatis mengekspresikan kebenaran Allah. Dengan demikian akan
terus mengalami dan menikmati rahmat dan kebaikan Tuhan. Haleluya!

Komentar
Posting Komentar