TERTANAM DI DALAM TUHAN Part – 4 (Lukas 6:46-49)
Minggu, 07 Maret 2021
“Mengapa kamu berseru
kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya
Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan, ia sama dengan
seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan
dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu,
rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi
barang siapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama
dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir
melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”
MEMBANGUN HATI DENGAN
BENAR
Khotbah Yesus di bukit merupakan ajaran dasar dari fondasi kehidupan
Kristen. Bila Anda dengan teliti menyimak, mempelajari dan melakukan dengan
tekun khotbah pengajaran Yesus di bukit, maka Anda diibaratkan seperti seseorang
yang membangun (kehidupan) di atas batu karang.
Banyak orang Kristen yang terlibat di dalam pemuridan dan mencoba mentaati
ajaran-ajaran Kristus yang lain tetapi tidak memulainya dengan khotbah di
bukit. Itu sebabnya banyak di antara orang Kristen tidak memiliki fondasi
kehidupan yang kuat. Ketika pencobaan, kesulitan, aniaya, dan persoalan datang
menyerang, maka runtuhlah kehidupan mereka. Karena itu, mari mulai membangun
kehidupan di atas dasar batu karang, yaitu ajaran kristus. Yang dimaksud inti
dari ajaran Kristus di sini berbicara mengenai transformasi pikiran dan hati
kita. Seandainya Anda mengerti dan mempraktekkan semua ajaran tersebut maka
Anda pasti akan mengerti bagaimana memiliki hati yang otomatis taat. Ketika
firman Tuhan telah tertanam di dalam memori bawah sadar Anda, maka Anda akan
secara otomatis mentaati Kristus.
Berikut kita akan belajar bagaimana membangun hati dengan benar:
PERTAMA: TEKUN MELAKUKAN
AJARAN KRISTUS (ayat 47)
Sebelum Anda dapat mencapai ketaatan yang otomatis, Anda perlu dengan tekun
mempraktekkan ajaran Kristus (khotbah di bukit). Anda tidak dapat mencapai
pembaharuan pikiran melalui praktek sesaat. Anda perlu dengan tekun dan
berulang-ulang membuang pikiran-pikiran yang jahat, dan dengan tekun pula
menanamkan firman Tuhan ke dalam memori bawah sadar Anda.
Proses pembaharuan pikiran tidaklah mudah, sebab Anda cenderung kembali
dikuasai pikiran-pikiran Anda yang lama. Karena itu, Tuhan akan melakukan
sesuatu untuk menolong Anda, agar Anda dapat berhasil mempraktekkannya.
Rasul Yakobus mengatakan, “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu
kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu
tahu, bahwa ujian terhadap iman mu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah
ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan
utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” (Yakobus 1:2-4).
Tuhan akan mengijinkan Anda dicobai dengan berbagai-bagai pencobaan supaya
ada kesempatan bagi Anda untuk mempraktekkan kebenaran Allah secara berulang-ulang.
Sebagai akibat dari praktek yang berulang-ulang itu, pikiran-pikiran yang lama
akan dihapus dan pikiran-pikiran yang baru ditanamkan di dalam memori bawah
sadar Anda.
KEDUA: MENGIJINKAN
KEMATIAN KRISTUS MEMBENTUK HATI KITA
“Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh
kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab
kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus,
supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Maka
demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.” (2
Korintus 4:10-12).
Pikiran-pikiran daging yang membawa kematian hanya dapat diselesaikan
dengan salib Kristus, sebab tanpa kematian tidak ada kebangkitan.
Ternyata agar kehidupan kristus menjadi nyata dalam hidup Anda yang fana,
Yesus harus terus-menerus menyerahkan tubuh Anda kepada kematian-Nya. Kristus
mengijinkan berbagai tekanan (emosi, mental, sosial, fisik) untuk membawa Anda
kepada kehidupan / kebangkitan Kristus. Melalui berbagai tekanan tersebut,
Tuhan ingin memunculkan pikiran-pikiran bawah sadar dari hidup lama Anda yang
masih tersisa. Bila Anda terus-menerus mengijinkan kematian Kristus
mengendalikan pikiran-pikiran Anda yang lama, maka Anda pasti mengalami kuasa
kebangkitan Kristus dalam pikiran Anda.
Proses kematian itu harus berlangsung secara terus-menerus dan tidak bisa
hanya sesaat saja. Anda tidak perlu “mencari mati” lewat berbagai tekanan
hidup, sebab Kristus sendiri yang menginisiasinya. Anda juga tidak perlu
mematikan perbuatan-perbuatan daging dengan menyiksa tubuh Anda seperti biasa
dilakukan para asketism. Anda cukup
memandang bahwa Anda telah mati dan bangkit bersama Kristus (Roma 6:11). Anda
harus terus menerus menghapus pikiran lama itu dan menggantinya dengan
merenungkan pikiran-pikiran baru, karena yang dimaksud Alkitab dengan
“mematikan daging” ialah proses tidak mau “dikuasai” oleh pikiran-pikiran
daging, sebaliknya Anda menghapuskannya.
KETIGA: MILIKI VISI
DIPULIHKAN UNTUK MEMULIHKAN
“Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu!
Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kamu.” Dan sesudah
berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.”
(Yohanes 20:21-22)
Anda dipulihkan dan dimateraikan dengan Roh Kudus agar Anda juga memulihkan
orang lain supaya mereka memiliki hati yang baru dan menjadi bait Roh Kudus.
Tubuh Kristus yang tidak memiliki visi mengutus untuk memulihkan akan
kehilangan gairah dan visi Allah dalam hidupnya. Bersedialah dipulihkan dan
diutus untuk memulihkan banyak jiwa, maka Anda akan selalu bergairah dan mengalami
rahmat dan kebaikan Tuhan sepanjang masa. Amen!

Komentar
Posting Komentar