MENANAM BENIH YANG BENAR Part-2
Minggu, 28 Maret 2021
“Setelah Yesus mendengar
itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata
kepadmu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada
seorang pun di antara orang Israel.” (Matius 8:10)
DAMPAK MENANAM DAN
MEMPERCAYAI FIRMAN:
Pada sesi ini kita akan belajar mengenai dampak dari benih firman Tuhan
yang dipercayai dan tertanam di hati kita. Apa
dampak dari mempercayai firman Tuhan?
PERTAMA: MENGHASILKAN
KUALITAS IMAN TERTINGGI
Dalam dialog antara Perwira dengan Tuhan Yesus, Yesus membuat pernyataan
bahwa pengakuan perwira tersebut menghasilkan kualitas iman yang luar biasa. Apa
yang menjadikan iman perpiwira tersebut begitu berkualitas? Karena dia percaya
hanya pada firman saja. Ia tidak membutuhkan kedatangan Yesus secara fisik dan
tumpang tangan atas hambanya yang sedang sakit lumpuh. Tuhan tidak perlu masuk
ke dalam rumahnya untuk berbuat sesuatu. Kepercayaan perwira terhadap sepatah
kata yang akan diucapkan Yesus membuat Yesus mengeluarkan sebuah pernyataan
bahwa iman seperti itu adalah iman yang sangat megah dan berkualitas. Tentu, hal
ini sangat kontras dengan kepercayaan yang dimiliki oleh Tomas yang merupakan
murid Yesus sendiri.
Meresponi berita kebangkitan Yesus yang disampaikan teman-temannya, Tomas
mengekspresikan imannya dengan berkata, “... Sebelum aku melihat bekas paku pada
tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan
mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
(Yohanes 20:25) Artinya, Tomas tidak akan pernah percaya kecuali dia melihat,
merasakan, dan menyentuh secara langsung. Dia hanya akan percaya apabila ada
semacam bukti fisik yang datang menghampirinya untuk menghidupkan imannya. Menariknya,
Rasul Yohanes, oleh ilham Roh Kudus memberi kesaksian melalui tulisannya bahwa
Yesus datang dan bersedia menjumpai Tomas tepat di mana Tomas sedang berada.
Kata Yesus, “... Taruh jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah
tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi,
melainkan percayalah.” (Yohanes 20:27b). Tuhan menjumpai dia pada tingkatan
imannya yang inferior atau yang tidak dewasa. Namun ketika Tomas tersungkur dan
mendeklarasikan “Ya Tuhanku, ya, Allahku!” Yesus tidak menanggapi dengan
berkata, “Hebat kamu Tomas, beginilah seharusnya”, tidak! Sebaliknya, Yesus
berkata, “...Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah
mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20:29b). Tuhan
menjawab keinginan hati Tomas, tapi dia tidak mendapat pernyataan dari Yesus
sebagaimana pernyataan Yesus kepada Perwira Romawi yang bukan orang israel itu.
Artinya, mungkin saja Anda mendapatkan hasil doa dari Tuhan dengan cara yang
dilakukan oleh Tomas, tapi bagi Tuhan cara itu bukanlah cara yang terbaik
mempercayai DIA dan untuk mendapatkan sesuatu dari-Nya.
Melalui dua kisah ini, Tuhan ingin menjelaskan, bahwa lebih baik dan lebih
diberkati orang yang mengerti firman dan mempercayainya tanpa harus disertai
mimpi-mimpi, nubuat lisan dari seseorang dan berbagai penglihatan dulu untuk
menegaskan kepastian firman-Nya. Bagaimana dengan Anda?
KEDUA: MENARIK PERHATIAN
TUHAN YESUS
Pernyataan Perwira tersebut sontak mengundang dan menarik perhatian Yesus.
Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Masa Kini (BIMK) mencatat, “Waktu
Yesus mendengar apa yang dikatakan oleh perwira itu, Ia kagum sekali.
Lalu Ia berkata kepada orang-orang yang sedang mengikuti Dia, “Bukan main
orang ini. Di antara orang Israel pun belum pernah Aku menemukan iman
sebesar ini!” (Matius 8:10).
Apa yang mengundang perhatian Yesus yang membuat Dia kagum dengan
pernyataan Perwira tersebut? Dalam ayat 8 ditemukan jawabannya.
“Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak
layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka
hambaku itu akan sembuh.” (Matius 8:8)
“Kemudian perwira itu berkata, “Tuan, saya tidak layak
menerima Tuan di dalam rumah saya dan sesungguhnya Tuan tidak perlu datang. Katakan
saja dari sini, “Sembuhlah”, maka saya yakin pelayan saya akan sembuh.”
(Matius 8:8 FAYH).
Ternyata yang menarik perhatian Yesus dan membuat DIA kagum adalah sikap
hati perwira tersebut yang benar-benar mempercayai firman Tuhan. Perwira itu
berkata, “Tuan tidak perlu datang, katakan saja dari sini.” Model iman seperti
inilah yang Yesus harapkan dari anak-anak-Nya. Memang jenis iman yang
diekspresikan Tomas mendapat jawaban juga, namun bukan jenis iman seperti itu
yang membuat Yesus kagum. Jenis iman Anda, jenis yang mana?
KETIGA: MEMBERIKAN SOLUSI
HIDUP
Kekaguman Yesus terhadap iman yang dimiliki perwira itu tidak berhenti
sampai di kata-kata saja, tapi memberikan jawaban dan solusi terhadap
pergumulan yang sedang ia alami.
“Lalu Yesus berkata
kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau
percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hamba-Nya.” (Matius 8:13)
“Lalu Yesus berkata kepada perwira Romawi itu,
“Pulanglah! Apa yang engkau percayai itu sudah terjadi!” Dan pada saat
itu juga pelayannya sembuh”. (Matius 8:13 FAYH).
Wow, luar biasa! Iman yang dimiliki perwira itu karena mempercayai firman
Tuhan sungguh memberikan solusi dan jawaban terhadap masalah yang ia hadapi. Hal
yang sama akan Anda alami apabila Anda serius dan konsisten menanamkan firman
Tuhan di hati Anda, karena firman tersebut akan tumbuh dan menghasilkan buah
kebenaran Allah dalam hidup Anda. Haleluya!

Komentar
Posting Komentar