MENABUR/MENANAM BENIH YANG BENAR Part - 1 (Markus 4:26-27)
Minggu, 21 Maret 2021
“Lalu kata Yesus: “Beginilah hal kerajaan Allah itu:
seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur
dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu
makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.”
Jenis benih yang Anda tabur akan menentukan jenis buah yang akan Anda
panen. Jadi, jika Anda ingin menghasilkan buah-buah kebenaran di dalam Allah,
maka Anda harus menanam benih firman Allah dalam kehidupan Anda.
Berikut beberapa alasan
mengapa benih firman Tuhan akan menghasilkan buah kebenaran
Tuhan dalam hidup kita:
PERTAMA: FIRMAN TUHAN
ADALAH BENIH IMAN DALAM KERAJAAN ALLAH
Bagaimana Anda memandang firman Allah akan menentukan bagaimana Anda akan
berhubungan dengan Dia. Hal itu akan menentukan iman dan dasar/fondasi hidup
Anda. Roma 10:17 berkata, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan
pendengaran oleh firman Kristus.”
Dalam Matius 13, Markus 4, dan Lukas 8, Yesus sedang membicarakan tentang
pentingnya firman Allah dalam hidup seseorang. Perumpamaan dalam Markus 4
bukanlah pengajaran acak, tetapi Yesus sengaja meletakkan fondasinya dengan
membicarakan tentang betapa pentingnya firman Allah dalam membangun sebuah kehidupan.
Dalam perumpamaan penabur Yesus tidak sedang membicarakan tentang cara
menjadi petani yang handal. Yesus juga tidak sedang benar-benar menjelaskan bagaimana
benih bertumbuh. Tapi Dia sedang memakai ilustrasi alami yang sudah tidak asing
lagi bagi orang-orang untuk memperlihatkan cara kerja kerajaan Allah. Dalam
ayat 26, Yesus berkata: “Beginilah hal kerajaan Allah itu: seumpama orang yang
menaburkan benih di tanah”.
Di alam natural, tidak mungkin ada seorang petani menumbuhkan apa pun tanpa
benih. Segalanya bertumbuh dari benih, demikian halnya dengan kerajaan Allah,
segalanya datang dari firman Allah.
Apakah Anda sedang berusaha mempercayai Allah untuk sebuah kesembuhan? Pertanyaannya,
sudahkah Anda membaca ayat-ayat firman Tuhan, merenungkan dan menanamkannya
dalam hati Anda? Tentu Anda akan menganggap aneh apabila seorang petani keluar
ke ladang dan bertanya-tanya mengapa ia tidak mendapatkan panen jagung padahal ia
tidak pernah menanam benih jagung. Sama halnya dengan bidang rohani,
orang-orang sering bertanya, “mengapakah hasilnya belum tampak atau terlihat?”
Mereka berharap melihat hasilnya, sedangkan mereka tidak pernah menabur
benihnya. Sungguh aneh!
Jika Anda berharap dan ingin melihat hasil, tentunya Anda harus terlebih
dahulu menabur atau menanam benihnya, yaitu benih firman Allah.
KEDUA: FIRMAN TUHAN
ADALAH TULISAN ALLAH SENDIRI
Di luar, bahkan dikalangan sebagian Kristen sekarang ini banyak orang
berpendapat bahwa Firman itu hanyalah representasi samar-samar dari dari wahyu
Allah. Mereka percaya bahwa firman Allah telah banyak dirusak dan keliru dalam
terjemahannya. Namun apakah benar demikian, jawabnya, tidak! Oleh ilham Roh
Kudus, Rasul Paulus menulis dan mejelaskan kepada Timotius, bahwa “Segala
tulisan yang diilhamkan oleh Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam
kebenaran.” (2 Timotius 3:16).
Ungkapan “yang diilhamkan oleh Allah”
diterjemahkan dari kata Yunani “theopneustos”. Kata Yunani ini
adalah kata majemuk yang terdiri dari theos
dan pneo. Menurut Strong’s
Concordance, kata theos artinya
“Allah atau ilah” dan kata pneo
artinya “menghembuskan dengan keras.” Oleh karena itu, kata theospneustos secara harafiah artinya
dihembuskan oleh Allah. Dalam Alkitab terjemahan Amplified, New International
Version, dan The Message semuanya menterjemahkan kata Yunani ini sebagai
“dihembuskan oleh Allah.” Artinya, Allah-lah yang mengilhami manusia untuk
menulis Kitab Suci. Mereka digerakkan dan diberi ide-ide oleh Allah sementara
mereka menulis. Hal ini juga mempertegas bahwa nubuat-nubuat dari Perjanjian
Lama bukanlah sekedar opini orang-orang, melainkan ucapan-ucapan yang
dihembuskan oleh Allah dan sepenuhnya dapat dipercayai dan diandalkan. Firman
Allah menyatakan, manusia menulis sementara mereka diilhamkan dan secara
supernatural digerakkan oleh Roh Kudus.
“Yang terutama harus kamu
ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan
menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak
manusia, tetapi oleh dorongan Roh
Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” (2 Petrus 1:20-21).
Menurut Vine’s Expository Dictionary of Old and New Testament Words bahwa
kata Yunani yang diterjemahkan sebagai “oleh
dorongan”, mengisyaratkan bahwa “mereka digiring, atau didorong, oleh kuasa
Roh Kudus, dan tidak bertindak menurut kehendak mereka sendiri, atau mereka hanya
mengekspresikan pemikiran-pemikiran Allah dengan kata-kata yang disediakan dan
disampaikan oleh-Nya. Oleh sebab itu Anda tidak perlu ragu tentang otoritas dan
keakurasian firman Allah. Ia adalah tulisan Allah sendiri yang sepenuhnya dapat
dipercaya.
KETIGA: FIRMAN ADALAH
ALLAH ITU SENDIRI
Yohanes 1:1 bersaksi, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu
bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Artinya, di
dalam firman Allah ada unsur pribadi Allah. Jadi, apabila Anda menanamkan
firman Allah dalam hati dan hidup Anda, berarti Anda sedang membangun kehidupan
Anda bersama Allah dan di dalam Allah itu sendiri yang secara otomatis
menghasilkan buah-buah kebenaran Allah. Itu sebabnya, benih terbaik untuk membangun
kehidupan Anda ialah benih firman Allah yang membuat Anda kuat dan kokoh di
dalam Tuhan. Haleluya!

Komentar
Posting Komentar