TERTANAM DI DALAM TUHAN Part-2

 

Minggu, 21 Februari 2021

Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orng tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya. (Lukas 6:43-45).

IDENTIFIKASI HATI

Apakah Anda pernah merasa frustrasi karena Anda sangat ingin melakukan kehendak Tuhan, yaitu hidup di dalam kekudusan, namun pada kenyataannya Anda justru melakukan perbuatan-perbuatan dosa yang berlawanan dengan yang Anda inginkan? Ilmu pengetahuan mengenai otak manusia dapat menjelaskan mengapa hal itu terjadi pada Anda. Penjelasan tersebut meneguhkan apa yang diajarkan Alkitab mengenai hati dan pikiran manusia. Menurut penelitian mengenai otak manusia, setiap orang mempunyai dua jenis pikiran yang mengontrol tubuh secara terpisah. Kedua jenis pikiran itu adalah pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

Pikiran bawah sadar jauh lebih berkuasa dari pada pikiran sadar. Pikiran ini merekam semua pengalaman hidup Anda. Segala sesuatu yang Anda pelajari dan Anda alami dalam hidup Anda terekam di dalam pikiran bawah sadar Anda, terutama hal-hal yang terjadi dalam enam tahun pertama dari masa kanak-kanak Anda. Penelitian selanjutnya menemukan 95% dari waktu kehidupan Anda, Anda jalankan berdasarkan pikiran-pikiran bawah sadar Anda. Hanya 5% dari waktu tersebut Anda jalankan berdasarkan pikiran-pikiran sadar Anda. Penelitian itu juga menemukan 70% dari ide-ide yang ada di dalam pikiran bawah sadar Anda adalah ide-ide yang bersifat negatif dan merusak.

Dalam ayat-ayat Lukas 6:43-45, Tuhan Yesus menyatakan bahwa pohon yang tidak baik tidak akan menghasilkan buah yang baik. Pohon itu merupakan gambaran manusia, dan apa yang mereka hasilkan sangat ditentukan oleh perbendaharaan hatinya. Yesus menggunakan kata “perbendaharaan” (tempat penyimpanan) untuk menggambarkan memori-memori yang tersimpan di dalam pikiran bawah sadar Anda. Jadi, baik tidaknya buah yang dihasilkan oleh seseorang akan sangat ditentukan oleh apa yang tersimpan di dalam memori bawah sadarnya.

Bagaimana dengan hidup Anda? Apakah memori bawah sadar Anda dipenuhi dengan pikiran-pikiran yang baik atau yang jahat seperti yang Yesus katakan pada Markus 7:20-23? Jika Anda rindu menjadi orang yang baik, yang harus Anda lakukan ialah mengubah memori pikiran bawah sadar Anda. Untuk dapat mengubah dan memulihkan memori pikiran bawah sadar yang jahat menjadi baik, Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi isi memori pikiran bawah sadar tersebut. Berikut beberapa cara mengidentifikasi memori pikiran bawah sadar:

PERTAMA: MELALUI KUASA FIRMAN DAN ROH KUDUS.

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” (Ibrani 4:12-13).

Firman Tuhan dan Roh Kudus menjadi sarana pertama dan paling utama yang dapat mengidentifikasi isi hati seseorang karena firman Tuhan sanggup membedakan pertimbangan yang ada dalam pikiran hati seseorang. Analisa dan pengamatan manusia terbatas, namun firman Tuhan dan Roh Kudus tidak dapat dibatasi oleh apa pun. Untuk itu, jika hati Anda ingin dipulihkan, sebaiknya Anda mengijinkan firman Allah mengevaluasi pikiran bawah sadar Anda.

KEDUA: MELALUI SHARING TERBUKA (AMSAL 28:13)

“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.” (Amsal 28:13)

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16).

Kedua ayat firman Tuhan di atas menyatakan, apabila hati seseorang terbuka dan mengakui keadaan yang sesungguhnya, maka Tuhan akan memulihkan dan menyembuhkan keadaan hati mereka. Jadi, semakin terbuka hati seseorang terhadap kebenaran, maka semakin mudah bagi Roh Kudus menyembuhkan dan memulihkan hati orang tersebut. (bnd. 1 Yohanes 1:9)

KETIGA: MELALUI REAKSI DAN BAHASA TUBUH AKIBAT SEBUAH PERISTIWA.

Salah satu tujuan Allah mengijinkan umat-Nya mengalami berbagai pencobaan dan kesulitan adalah supaya pikiran-pikiran bawah sadar mereka yang tidak sesuai kehendak Tuhan dapat dimunculkan ke permukaan. Dengan demikian, pikiran-pikiran tersebut dapat singkirkan dan diganti dengan pikiran yang sesuai kebenaran. (bnd. Ulangan 8:2-3).

Pikiran bawah sadar biasanya mudah ditemukan ketika ada hal-hal dalam kehidupan Anda sebagai pemicunya. Hal tersebut dapat berupa situasi, orang, atau barang-barang yang berinteraksi dengan Anda, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemicu-pemicu itu akan mengungkap emosi-emosi bawah sadar Anda. Misalnya, seseorang yang memiliki memori bawah sadar bahwa “uang adalah segala-galanya” akan merasa kuatir ketika ia menghadapi krisis keuangan. Sebenarnya, krisis keuangan bukanlah penyebab kekuatirannya melainkan memori bawah sadarnya yang mengatakan bahwa “uang adalah segala-galanya”. Sedangkan krisis keuangan adalah pemicu yang dapat menyingkapkan hal tersebut. Pesan moralnya adalah, jangan terlalu mudah mempersalahkan apa pun dan siapa pun pada saat Anda diijinkan Tuhan menghadapi situasi sulit karena ada kemungkinan hal itu diijinkan untuk membongkar pikiran bawah sadar Anda agar Anda dapat dibaharui dan dipulihkan. Belajarlah melihat rencana terbaik Tuhan dalam segala keadaan supaya Anda benar-benar menikmati rahmat dan kebaikan Tuhan dalam hidup Anda. Amen!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS