MEMAHAMI KEBAIKAN TUHAN Part-2
Minggu, 10 Januari 2021
Mengawali tema kita di tahun ini, yaitu “Tahun Rahmat dan Kebaikan Tuhan”,
minggu yang lalu kita berbicara 3 point yang harus selalu kita ingat untuk
memahami kebaikan Tuhan, yaitu: Kasih-Nya yang tidak berkesudahan,
pengampunan-Nya yang tak terbatas, dan Dia adalah Allah yang menyembuhkan.
Minggu ini kita akan melanjutkan beberapa poin lagi untuk melengkapi materi
yang sudah kita terima di minggu lalu:
KEEMPAT: DIA MENEBUS
HIDUP KITA DARI LOBANG KUBUR (ayat 4a).
Kematian merupakan musuh yang paling menakutkan. Musuh ini tak terkalahkan.
Tidak peduli seberapa hebat teknologi medis dan penemuan obat, tetap tidak ada
seorang pun yang dapat menahan seseorang terhadap kematian. Tidak peduli seberapa
berhati-hati Anda menjalani hidup, tidak peduli seberapa salehnya hidup Anda, kematian
tetap memaksa datang, bahkan dengan cara yang tidak terduga. Secara fisik Anda
bisa mati kapan saja karena begitu banyak bahaya di sekitar Anda. Hanya kemurahan
Tuhan saja yang membuat Anda dapat bertahan. Yakobus, oleh ilham Roh Kudus
berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan melakukan ini dan itu”
(Yak. 4:15).
Daud merupakan salah seorang yang paling sering terancam oleh maut. Sebagai
tentara dan panglima perang, nyawanya selalu berada dalam bahaya. Bahkan di
luar medan peperangan pun dia tidak aman. Saul berkali-kali menginginkan
kematiannya, Absalom anaknya, menginginkan hal yang sama. Menjadi seorang
pelarian sudah biasa bagi Daud. Bahkan waktu dia masih seorang gembala ternak,
hidupnya selalu berdampingan dengan maut. Dia paling paham betapa besar
sukacita dilepaskan dari maut. Jadi, jika dia berkata, “Dia menebus hidup dari
liang kubur”, hal itu memang benar-benar hasil sebuah pengalaman bersama dengan
Tuhan. Namun ungkapan tersebut tidak hanya berbicara masalah kematian fisik,
tapi memuat pesan bersifat prophetik masa yang akan datang, di mana orang-orang
yang berkenan kepada Tuhan tidak akan mengalami kematian kekal oleh karena
Yesus telah mati menggantikan mereka yang percaya kepada-Nya. Itu sebabnya
Paulus di bawah tuntunan Roh Kudus berkata,
“Kematian adalah keuntungan, karena menjadi jalan menuju kebersamaan dan
kebahagiaan kekal bersama Tuhan” (Flp. 1:20-22). Dan tidak ada alasan lagi
untuk takut terhadap sengat maut (1 Kor. 15:55-57). Puji Tuhan!
KELIMA: DIA MEMAHKOTAI
KITA DENGAN KASIH SETIA DAN RAHMAT-NYA (Ayat 4b).
Kata “memahkotai” di sini merujuk pada dandanan persiapan pesta perkawinan
rajani (Kid. 3:11). Artinya, TUHAN tidak sekadar memberikan, tetapi benar-benar
mempersiapkan dengan sebuah dandanan yang membuat seeorang terlihat indah dan
menarik. Bukan sesuatu yang biasa-biasa, melainkan luar biasa.
Istilah “kasih setia” (hesed) merujuk pada kasih-perjanjian (covenantal
love). Artinya, Allah yang adalah kasih memilih untuk berpegang teguh pada perjanjian
kasih-Nya terhadap umat-Nya, terlepas dari ketidaksetiaan umat-Nya terhadap
diri-Nya, tapi Dia adalah Allah yang tetap setia dan mengasihi. Bukankah
pengalaman hidup membuktikan bahwa “dalam ketidaksetiaan Anda, namun Dia tetap
setia?”. Hal itu terjadi karena Dia tidak dapat menyangkali diri-Nya yang
adalah kasih dan setia. (2 Timotius 2:13)
Istilah “rahmat” (rahamim) ini lebih mengarah pada hati Tuhan yang
berbelas-kasihan atas orang yang berdosa atau orang-orang yang membutuhkan.
Yang ditekankan di sini adalah kepapaan, kehinaan, dan keberdosaan manusia, di
mana semua hal itu tidak menjadi penghalang bagi Dia untuk tetap mengasihi.
Dalam ayat 9-14 dengan sangat gamblang diuraikan dua aspek kasih, yaitu
“Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak
untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal
dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan
kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya
atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian
dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada
anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu”. Haleluya,
belaskasihan-Nya menutupi semua pelanggaran Anda, sehingga Anda terlihat indah
di mata-Nya.
KEENAM: MEMUASKAN HASRAT KITA
YANG MENDATANGKAN KEKUATAN.
“Dia yang memuaskan
hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung
rajawali” (ayat 5)
TUHAN menciptakan manusia sebagai makhluk yang bergantung dan memiliki
keinginan akan kebutuhan. Semua hasrat dan keinginan tersebut menunggu
pemenuhannya masing-masing yang akan menghasilkan motivasi dan semangat baru di
dalam jiwa seseorang. Dari berbagai hasrat yang ada dalam bathin manusia, ada
satu hasrat/keinginan yang tidak akan pernah terpuaskan oleh kemewahan dunia;
yaitu perasaan rasa damai, kebahagiaan dan kepastian pengharapan akan masa
depan. Apabila hasrat ini tidak diisi dan terus dibiarkan kosong, maka kehampaan,
perasaan tidak berharga dan tidak berguna akan memenuhinya yang sering menyeret
seseorang mengakhiri hidup dengan cara yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Nah, jawaban untuk pemenuhan hasrat
tersebut hanya ada di dalam Tuhan.
Puji TUHAN, dalam hal ini, firman Tuhan memberitahukan bahwa Allah sendiri yang
menjadi penggenapan penuh dari hasrat itu. Oleh sebab itu, sepatutnya seperti
yang dikatakan pemazmur, “hanya Dia saja yang kita inginkan, dan hanya Dia saja
bagian kita satu-satunya selama-lamanya” (Mzm. 73:25-26). Dialah yang telah
menganugerahkan kehidupan yang utuh kepada kita di dalam Kristus yang pada
akhirnya akan mengalirkan kekuatan yang baru bagi kita yang digambarkan dengan
“masa muda” dan “burung rajawali”. Pemakaian analogi Rajawali melambangkan
kekuatan yang dimiliki seseorang karena mengandalkan Tuhan (Yes. 40:31). Di
mana tantangan hidup dan pengalaman pahit tidak akan pernah melemahkannya,
tetapi justru memberikan kekuatan yang baru untuk terbang lebih tinggi
mengatasi badai. Itulah kebaikan-kebaikan Tuhan yang perlu selalu Anda ingat
agar Anda tetap bersyukur dan mengasihi Dia. Tuhan Yesus Memberkati!

Komentar
Posting Komentar