MEMAHAMI KEBAIKAN TUHAN (Mazmur 103:1-2)

 

Minggu, 03 Januari 2021

Banyak kehidupan orang menjadi rusak karena mereka kurang memahami kemurahan dan kebaikan Tuhan. Hidup mereka menjadi liar karena mereka mengukur kehidupan mereka dengan cara mereka. Hati mereka terus menerus tertuduh yang membuat mereka semakin jauh dari Tuhan karena berpikir bahwa mereka tidak layak menghampiri Tuhan oleh karena semua dosa dan pelanggaran mereka. Pada kesempatan ini kita akan belajar betapa perlunya memahami kebaikan Tuhan.

Tujuan memahami kebaikan Tuhan:

Ø Supaya setiap orang percaya mengerti bahwa kebaikan Tuhan itu tidak boleh dilupakan.

Ø Bahwa kebaikan Tuhan itu tidak dipengaruhi atau tidak terpengaruh oleh apa pun dan siapa pun juga.

Tidak ada satu pun dari masalah yang kita hadapi disebabkan oleh Tuhan, sebaliknya, ada banyak hal yang telah Tuhan perbuat yang dapat membuat kita harus bersyukur kepada-Nya.

Pertanyaannya ialah, mengapa kebaikan Tuhan harus kita pahami? Berdasarkan Mazmur 103, ada beberapa alasan yang perlu diingat supaya Anda dapat memahami kebaikan Tuhan:

Pertama, Kasih-Nya yang Tidak Pernah Berkesudahan.

Hal pertama yang harus Anda ingat tentang kebaikan Tuhan adalah kasih-Nya yang tidak pernah berubah dan tidak pernah berkesudahan. Selain Allah telah mengampuni dosa kita, Dia juga senantiasa mencurahkan kasih-Nya kepada kita setiap hari. Mengapa? Karena Allah sudah membeli kita dan harganya telah lunas dibayar yaitu melalui darah Tuhan Yesus yang tercurah di kayu salib.

Kasih Allah tidak bisa dijangkau oleh akal manusia. ”TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia” (ayat 8). Walaupun seringkali kita gagal dalam mengasihi Allah, tetapi Dia tetap mengasihi kita. Kegagalan kita dalam mentaati Dia tidak menghentikan kasih-Nya kepada kita (ayat 17).

Kasih itu telah nyata ketika Kristus rela mati di atas kayu salib hanya untuk menebus kita orang berdosa. Dan kalau kasih yang sangat besar dan sempurna ini sudah kita alami, masihkah kita menuntut yang lain? Apakah kasih-Nya masih belum cukup bagi kita?

Kedua, Pengampunan Tanpa Batas.

Hal kedua yang harus diingat adalah Allah dalam kasih-Nya yang sempurna selalu bersedia memberi pengampunan atas setiap dosa kita melalui iman kepada Yesus dan karya-Nya di kayu salib. Ini harus menjadi alasan kedua untuk selalu mengingat kebaikan Tuhan kepada kita. Dikatakan demikian karena sebenarnya kita yang harus dihukum sebagai akibat terhadap semua dosa, kejahatan dan pelanggaran kita. Namun kita diterima sebagai anak oleh karena pengampunan-Nya kepada kita di dalam Yesus.

Salah satu bukti kebaikan kasih Tuhan kepada kita adalah “Pengampunan-Nya” yang tanpa batas. Kapan pun, dan di mana pun Anda berbuat salah, dan saat itu Anda datang minta ampun kepada-Nya, Dia pasti mengampuni Anda di dalam Yesus karena pengampunan-Nya selalu tersedia bagi setiap orang yang datang dengan penyesalan dan pertobatan kepada-Nya. Hal itu harus selalu Anda ingat agar Anda tidak berputus asa pada saat Anda gagal mengekspresikan kasih Anda kepada-Nya. Selain itu, mengingat kebaikan Tuhan akan menolong Anda untuk tetap bersyukur dan semakin mengasihi Dia, bahkan mau melayani-Nya dengan segenap hati.

Pengampunan yang Allah berikan bukan sebagai akibat dari pengaruh apa-pun, tapi Dia dengan kesadaran dan kasih-Nya memilih untuk mengampuni kita (ayat 3), dan pengampunan tersebut memindahkan kita dari neraka ke sorga, dari maut kepada hidup yang kekal, dan dari hidup yang tidak memiliki pengharapan kepada hidup yang penuh dengan pengharapan. Oleh sebab itu tidak seharusnya kita hidup dalam persungutan menjalani situasi hidup yang Tuhan ijinkan terjadi. Terus ingatkan Jiwa  Anda untuk selalu berkata, “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!” Haleluya!

Ketiga, Dia Menyembuhkan Segala Penyakit.

“Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,” (ayat 3).

Kebaikan Tuhan tidak sekedar mengasihi, mengampuni Anda. Tapi Dia juga menyembuhkan segala penyakit Anda. Apakah Anda sedang mengalami sakit saat ini? Tuhan, Dialah penyembuh Anda yang penuh belas kasihan dan tidak membalaskan setimpal dengan pelanggaran Anda (ayat 10).

Kebaikan Tuhan sangat cukup, bahkan melebihi dari yang kita butuhkan. Maka, ingatkan terus jiwa Anda untuk selalu berkata, “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”.

Kita harus seperti Daud yang sering-sering mengingatkan jiwanya agar jangan melupakan kebaikan Tuhan sehingga apapun pergumulan yang sedang kita hadapi tidak menjadi alasan untuk tidak memuji Tuhan. Seberat apapun pergumulan Anda, hal itu tidak sebanding dengan apa yang Tuhan sudah perbuat dalam hidup Anda. Jadi, “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”.    

Kebaikan Tuhan jangan sampai kita lupakan dalam hidup kita. Kebaikan Tuhan kepada kita dibuktikan dengan kasih-Nya yang tiada berkesudahan, pengampunan-Nya yang selalu ada, dan kesembuhan yang dikerjakan dalam hidup kita melalui pengorbanan Yesus Kristus di Kayu Salib. Oleh sebab itu, responilah kebaikan Tuhan dengan ucapan syukur, mengasihi Dia, mentaati dan melayani Dia. Anda pasti mengalami rahmat dan kebaikan Tuhan sepanjang hidup Anda. Amen!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS