MENGIKUTI TUNTUNAN ROH KUDUS Part – 4
Minggu, 27 Desember 2020
Bagaimana Cara Dipimpin Roh Kudus?
3. Tidak Mencari Sumber di
Luar Tuhan Yang Bertentangan
dengan Firman-Nya.
“Di antaramu janganlah didapati seorangpun
yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban
dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang
penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya
kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada
orang-orang mati. Sebab setiap orang yang
melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena
kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.” (Ulangan 18:10-12)
Di dunia ini banyak tawaran akan solusi pergumulan hidup. Mereka menawarkan win-win solution yang sangat simpel dan praktis asalkan
mereka mengikuti aturan dan memenuhi kriteria. Namun Tuhan mengingatkan, jika
hal tersebut dilakukan di luar Tuhan dan firman-Nya, maka akan ada konsekuensi
yang fatal dari Tuhan. Artinya, Anda tidak mungkin bisa mengikuti tuntunan Roh
Kudus jika Anda tidak sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dalam hidup Anda. Anda
mungkin mendapatkan apa yang Anda inginkan, tapi Anda akan tersingkir dari
hadapan Allah. Apakah itu yang Anda inginkan?
4. Tidak Dikendalikan oleh Kondisi Kehidupan
“Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman
Tuhan kepada Elia dalam tahun yang ketiga: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu
kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi. Lalu pergilah
Elia memperlihatkan diri kepada Ahab. Adapun kelaparan itu berat di Samaria.”
(1 Raja-raja 18:1-2).
Sekedar memperlihatkan diri kepada Ahab tentu
bukanlah hal yang sulit bagi Elia seandainya hati Ahab tidak menaruh dendam
terhadap Elia. Namun kenyataanya, Elia menjadi buronan bagi Ahab sejak
peristiwa di mana Elia menegor Ahab oleh karena kejahatan yang dilakukan, yaitu
menyembah berhala mengikuti kepercayaan Izebel. Sebagai hukuman atas perbuatan
Ahab, Elia menyampaikan pesan bahwa langit tidak akan pernah meneteskan hujan
kecuali atas perintahnya, dan hal itu memang benar-benar terjadi. Selama tiga
tahun enam bulan seluruh Israel mengalami kekeringan sehing Ahab memerintahkan
orang-orangnya mencari Elia. Elia dianggab sebagai penyebab malapetaka atau
kekeringan tersebut.
Sebenarnya Elia bisa saja berargumen kepada
Tuhan atas perintah tersebut. Namun Elia tidak melakukannya, karena ia tahu,
jika Tuhan yang memberi perintah, Dia pasti campur tangan dalam perintah
tersebut. Hasilnya, nabi-nabi baal sebanyak empat ratus orang dibunuh oleh Elia
dan hati orang Israel berbalik kepada Tuhan. Haleluya! Perhatikan, ketaatan
terhadap tuntunan Roh akan membawa kepada kebangunan rohani.
5. Tidak Dikendalikan atau Dipimpin oleh Perasaan
Perasaan manusia tidak selalu benar, mereka cenderung membohongi dan mengelabui Anda, karena sifatnya tidak permanen, ia selalu berubah-ubah.
Contoh, Anda bisa merasakan bahagia pada momen tertentu, seperti waktu pesta pernikahan, tetapi setelah beberapa waktu
kemudian perasaan itu berubah dan bahkan sangat stres. Anda bisa merasakan
keseruan waktu anda berada di tempat rekreasi tertentu atau sedang berada di
fun station, tapi setelah Anda pulang, perasaan seru itu tidak lagi sama, semua
berubah. Bahkan pada saat perasaan Anda sangat panik, perasaan itupun tidak akan terus menerus sama
sekalipun dalam kasus yang sama. Misalnya, bagi Anda yang tidak bisa berenang, pengalaman pertama naik
perahu melewati jeram akan membuat Anda ketakutan dan was-was. Namun setelah
Anda melakukannya berulang kali, perasaan Anda pasti jauh lebih tenang
dibanding waktu pertama kali naik perahu dan melewati jeram tersebut. Artinya, pasti ada saat-saat di mana perasaan tersebut
mereda.
Dari contoh di atas Anda bisa tahu bahwa Anda
tidak bisa mengandalkan perasaan Anda untuk mengambil sebuah keputusan dalam
hidup Anda. Bila kita kaitkan dengan kehidupan beberapa anak Tuhan yang sering kita temui, pada saat mereka ditanya “Mengapa kamu
mengambil keputusan seperti itu?”, kebanyakan di antara mereka memberi jawab
dengan jawaban yang sangat rohani “Saya merasa ada damai pada saat saya
mengambil keputusan ini.”
Coba kita melihat suatu pelajaran dari seseorang dalam Alkitab yaitu Nabi Yunus. Pada saat Tuhan menghendaki Yunus pergi
ke Niniwe, Yunus menolak karena ia merasa tidak sejahtera dan kemudian pergi ke arah yang berlawanan. Nah, justru ke tempat di mana Tuhan tidak
menyuruh dia pergi, dia merasa damai dan sejahtera. Pada saat itu, dia memiliki uang untuk membeli tiket, dan
kapal yang akan ditumpangi tersedia saat dia ingin berangkat. Kemudian, pada awal keberangkatannya pun cuaca cukup baik sehingga dikatakan dalam Alkitab bahwa Yunus tidur dengan nyenyak di
kapal tersebut.
Namun jelas, bahwa semua itu sangat bertentangan dengan kehendak Tuhan, walaupun saat itu
mungkin Yunus juga berpikir bahwa hal tersebut dikehendaki Tuhan karena
semuanya terlihat begitu lancar. Namun apakah benar demikian? Jika Anda membaca keseluruhan kisah Yunus, Anda
akan menemukan bahwa apa yang dilakukan Yunus bukanlah tuntunan Roh yang
dikehendaki Tuhan. Seandainya Yunus tidak berbalik kepada rencana Tuhan, ia
pasti mati binasa di dalam perut ikan.
Pada kejadian lain, berdasarkan
pengalamannya, Salomo oleh ilham Roh Kudus menuliskan;
“Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” (Amsal 14 : 12)
Intinya, tidak semua yang Anda rasa baik-baik
itu berasal dan sesuai tuntunan Roh Kudus, mungkin saja hal tersebut hanya
perasaan dan halusinasi Anda. Sangat diperlukan keintiman dengan Tuhan agar Anda tidak salah mengambil
keputusan. Taatlah terhadap tuntunan Roh Kudus, dan Anda pasti menang. Tuhan
Yesus Memberkati!

Komentar
Posting Komentar