DI PULIHKAN UNTUK MEMULIHKAN

👪

Shalom....

Nama saya RS, saya menuliskan kesaksian saya berdasarkan apa yang saya alami yaitu pengalaman saya bersama keluarga saya terutama ayah saya. Saya rindu melalui kesaksian saya ini bagi bapak atau ibu atau saudara-saudari yang pernah mengalami hal yang sama yang saya alami bisa mengambil hikmahnya.

Pada saat itu, usia saya masih anak-anak / pada saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Saya mengalami kekecewaan sehingga itu menjadi suatu kepahitan di hati saya. Pada saat saya tahu bahwa ayah saya selingkuh dengan perempuan lain saya kecewa sama ayah saya. Saya benci melihat perbuatan jahat ayah saya terhadap mama saya, kepada saya.

Ketika saya melihat mama saya hancur saat itu juga saya hancur dan kepahitan hingga saya pernah mengatakan kepada ayah saya bahwa saya membencimu. Karena telah melukai hati mama dan telah menghancurkan hati mama, kebencian saya bukan hanya terhadap ayah saya melainkan juga kepada keluarga ayah saya terutama kepada selingkuhan ayah saya. Saudara saya merasa bahwa tidak dengan waktu yang singkat saya kepahitan dengan ayah saya terutama selingkuhannya, dalam waktu yang lama saya benci kepada ayah saya.

Saudara apa yang terjadi ketika saya menyimpan benci terhadap ayah saya dan juga kepada selingkuhannya walau pun saya sangat dekat dengan ayah saya tetapi hal itu tidak menjamin saya bisa hidup damai dengan ayah saya, diam-diam ada yang saya simpan yaitu kebencian saya akui bahwa hal itu sangat membuat saya dan hubungan saya dengan ayah saya baik-baik saja.

Namun pada akhirnya, saya mengalami pemulihan karena saya percaya bahwa sesungguhnya Tuhan tidak mau kita menyimpan dendam yang pada akhirnya kita membenci seseorang yang sebenarnya sangat berarti dalam kehidupan kita. Tuhan mau supaya saya mengampuni walau pun itu sangat berat, namun Tuhan yang akan memberikan kekuatan kepada saya untuk melepaskan pengampunan.

Saya melepaskan pengampuanan dan minta maaf pada tuhan dan juga ayah saya tentang dendam saya selama ini terhadap ayah saya. Saya sadar bahwa disetiap luka hati yang pernah terukir pastinya ada kebahagian juga yang selalu membuat saya kagum dari ayah saya. yaitu perhatian dan penegertiannya selama ini yang sering saya terima dari ayah saya. Bahkan dia yang menjadikan saya orang yang terus mau berjuang terutama dalam hal pendidikan. Dialah yang selalu memotivasi saya untuk kuliah dan berjuang untuk hidup lebih baik. Kata-kata yang selalu dia ucapkan ketika saya mengeluh yaitu “ingat bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Bagi ku masa lalu ayah menjadi pelajaran bagi saya akan saya tidak melakukan hal yang sama dengan apa yang pernah ayah lakukan karena Tuhan pun tidak mungkin senang dengan hal tersebut. Bagiku semua yang sudah pernah terjadi biarlah berlalu karena sesungguhnya yang baru sudah datang dan kedepan hidup lebih baik lagi seperti yang Tuhan mau.

Demikian kesaksian yang bisa saya tuliskan dan bagikan semoga bisa memberkati kita semua yang membaca kesaksian saya ini. Tuhan Yesus memberkati.....

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS