UNTUK SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA
Shalom...
Nama
saya JD, saya ingin menyaksikan tentang pengalaman saya bersama keluarga saya. Inilah
kesaksian saya dengan keluarga saya.
Kesaksian
ini saya mau bagikan karena saya merasa bahwa ketika Tuhan memulihkan hidup
saya. Dulu sebelum saya sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan saya merasa hidup
saya kacau. Saat saya meminta sesuatu, saya tidak mendapatkannya langsung.
Bahkan saya harus kerja sendiri, sedangkan kakak-kakak saya dikasih ketika
mereka meminta sesuatu kepada orang tua, mengapa saya tidak dikasih dan harus
kerja sendiri. Maka pada saat itulah saya kepahaitan kepada orang tua saya
terutama kepada bapak saya.
Karena
bagi saya bapak saya pilih kasih, dia tidak berlaku adil sehingga saya merasa
saya dibedakan dengan kakak-kakak saya. Pada saat itu saya tidak terima
perlakuan bapak saya kepada saya, akhirnya saya kepahitan karena apa yang saya
minta tidak dikasih. Mendengar jawaban bapak saya yang mengatakan harus kerja
sendiri, sementara saya pada saat itu masih kecil dan belum terlalu mengerti
tentang pekerjaan, namun bapak saya masih tidak mau mengerti tentang saya.
Bapak macam apa yang tega berbuat sesuatu yang menyakitkan hati saya sebagai
anaknya.
Bukan
hanya kepahitan kepada bapak saya, saya juga kepahitan dengan mama saya. Bagi
saya bapak dan mama saya sama saja, ngak cepat peka dan juga sangat sulit untuk
melakukan keadilan. Saya merasa saya kurang kasih sayang dari orang tua saya
baik itu bapak mau pun mama yang bisa lakukan adalah melakukan ketidakadilan
dalam kehidupan saya dan saudara saya.
Saya
tidak meminta atau menuntut apa pun kepada mama saya selain kasih sayang, akan
tetapi pada saat saya sangat kepengen dimanja mama saya malahan cuek kepada saya, seakan-akan kasih
sayang itu ngak ada gunanya. Itulah yang ada dalam pikiran saya bahwa mama saya
tidak selalu sayang dengan saya, buktinya ketika saya minta sesuatu yang
seharusnya bisa mama saya lakukan pada saat itu juga, akan tetapi saya malah di
abaikan seolah-olah saya ngak ada artinya bagi mama.
Sebagai
anak saya seharusnya layak mendapatkan apa yang saya minta pada saat itu juga
saya bisa langsung menerima. akan tetapi sebaliknya saya malah dibiarkan begitu
saja oleh mama saya, pada akhirnya saya kepahitan dengan mama saya.
Kehidupan
saya dengan bapak saya belum pulih, keadaan saya masih kacau karena saya hidup
dalam kepahitan dengan bapak saya, ditambah lagi kepahitan dengan mama saya.
Saya merasa bahwa hidup saya sangat kacau.
Tuhan
Yesus baik, sehingga Ia mau memulihkan keadaan saya dan keluarga saya,
pengalaman yang sangat tidak enak bagi saya, namun Tuhan pulihkan dan Tuhan
mengajari saya serta mengingatkan saya untuk coba lihatlah kembali dulu apa
yang sudah pernah bapak mama saya lakukan untuk saya, dengan mengingat kembali
apa yang pernah saya lihat, rasakan atas apa yang pernah bapak dan mama saya
lakukan untuk saya pada saat saya masih
dalam kandungan, ketika mama saya melahirkan saya dan sampai saya besar
sekarang. Pada saat saya sedang sedih bapak ada untuk saya, begitu juga dengan
mama yang sebenarnya sangat sayang sama saya hanya saja pada saat itu saya
belum mengerti bentuk kasih sayang mama kepada saya, saya hanya bisa nuntut
mama untuk memenuhi apa yang saya mau pada saat itu juga.
Saya
bersyukur Tuhan Yesus menyadarkan saya dan kembali memulihkan keadaan saya
sehingga saya bisa mengampuni dan bisa mengakui dihadapan Tuhan dan orang tua
saya bahwa saya salah. Atas kebaikan Tuhan saya mau selalu bersyukur karena
dalam keadaan apa pun Tuhan itu selalu ada untuk anak-anak-Nya, dan Dia adalah
Bapa yang sangat baik bagi saya, keluarga saya, bahkan bagi kita semua yang
membaca kesaksian hidup saya dan keluarga saya. Terima kasih Tuhan Yesus
memberkati....
Komentar
Posting Komentar