RAHASIA KEKUATAN HIDUP DAN KERAJAAN YOSAFAT (2 Tawarikh 17:1-6)
Minggu, 22 November 2020
Siapa pun
manusia di bawah kolong langit ini pasti menginginkan penyertaan mahluk yang
dianggap lebih tinggi, lebih kuat dan lebih luhur dari dirinya. Jika mereka
orang yang percaya kepada para dewa, mereka menginginkan pernyertaan dewa
mereka atas hidup mereka. Jika mereka pemegang aliran kepercayaan terhadap
penguasa kosmos, maka mereka pun menginginkan hal yang sama. Bagi orang yang
hidup dan percaya akan Tuhan yang benar yang disembah oleh Abraham, Ishak dan
Yakub yaitu Allah yang disembah di dalam Yesus, maka mereka pun sangat
menginginkan penyertaan Tuhan tersebut dalam seluruh aspek hidup mereka.
Yosafat, adalah anak raja Ahas yang telah dilantik menjadi raja di Yehuda. Di
dalam 2 Tawarikh 17 dinyatakan bahwa unsur sukses, kekuatan dan kekokohan kerjaan
Yosafat teresebut adalah karena penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Pertanyaannya
ialah, apa rahasia yang membuat hidup Yosafat disertai dan didukung oleh Tuhan?
BEBERAPA
YANG MENJADI RAHASIA PERKENANAN DAN PENYERTAAN TUHAN ATAS HIDUP YOSAFAT.
1. HIDUP MENCARI DAN
MENGANDALKAN TUHAN (ayat 3-4a)
“Dan TUHAN menyertai Yosafat,
karena ia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan
tidak mencari Baal-baal, melainkan mencari Allah ayahnya.” (2
Tawarikh 17:3-4a)
Dalam teks ibrani kata mencari dalam
ayat 4 ditulis dengan kata דָּרָ֔שׁ “Darash”
artinya, mencari untuk menemukan sesuatu, kemudian melibatkan diri dalam sistem
yang ditemukan secara khusus sebagai bentuk ibadah, penyembahan dan pengabdian.
Pada saat Yosafat mencari, kemudian
menemukan dan mengetahui jalan dan cara-cara Tuhan bekerja, ia memutuskan untuk
memakai dan mengikuti cara-cara tersebut. Ia tidak mennghabiskan waktunya untuk
mencari dan mencoba metode lain yang dipandang orang baik. Ia konsisten dengan hasil
pencariannya akan Tuhan dan melibatkan diri secara langsung terhadap sistem
Tuhan, sehingga selain mencari Tuhan ia juga menuruti perintah Tuhan (ayat 4b).
Itulah yang dimaksud dengan mengandalkan Tuhan, di mana Yosafat tidak memakai
idenya sendiri tapi ide dan sistem Tuhan. Hasilnya, sangat menakjubkan, Alkitab
melaporkan, Tuhan menyertai Yosafat! itulah yang menjadi dasar kekuatan kerajaan Yosafat.
Pesan moralnya adalah, Allah yang dicari Yosafat ialah
Allah yang Anda percayai di dalam Yesus. Jika Yosafat disertai Tuhan karena
pencarian dan ketaatannya terhadap petunjuk Tuhan, hal yang sama akan terjadi
dalam hidup Anda. Jika Anda dengan segenap hati mencari dan mengandalkan Tuhan,
niscaya penyertaan Tuhan akan sungguh nyata dalam hidup Anda. Kemenangan akan
menjadi bagian Anda, dan kesuksesan akan selalu menghampiri Anda.
2. MENGIKUTI TUHAN DENGAN
TABAH HATI (ayat 6)
“Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN.
Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala.” (2
Tawarikh 17:6)
Kata “dengan tabah hati” pada ayat 6 ditulis dengan kata וַיִּגְבַּ֥הּ (dibaca: Way-yig-bah)
dari kata “Gabahh” artinya, dengan senang hati (perasaan melambung tinggi);
kemauan yang kuat; perasaan bangga. Perasaan seperti ini terjadi dan dialami
seseorang karena akan dan telah melakukan sesuatu sesuai dengan yang diharapkan
atasan terhdap bawahan. Ada perasaan bangga karena telah berhasil mengikuti
petunjuk orang yang ada di atasnya.
Jadi, ketika dikatakan Yosafat
mengikuti jalan yang ditunjukkan Tuhan dengan tabah hati, hal itu berarti bahwa
Yosafat melakukannya dengan kerelaan dan senang hati, tidak ada unsur paksaan
sekalipun dalam perjalanan atau prosesnya tidak selalu seindah yang
dibayangkan. Namun hal tersebut tidak membuat Yosafat bersungut-sungut dan
mempersalahkan Tuhan. Sebaliknya, ia dengan antusias dan semangat tinggi terus
maju mengikuti mengikuti petunjuk-petunjuk Tuhan.
3. MENGAJAR UMAT HIDUP
SESUAI HUKUM TUHAN (ayat 9).
Pada tahun ketiga
pemerintahannya ia mengutus beberapa pembesarnya, yakni Benhail, Obaja,
Zakharia, Netaneel dan Mikha untuk mengajar di kota-kota Yehuda.
Bersama-sama mereka
turut juga beberapa orang Lewi, yakni Semaya, Netanya, Zebaja, Asael,
Semiramot, Yonatan, Adonia, Tobia dan Tob-Adonia disertai imam-imam Elisama dan
Yoram.
Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat TUHAN.
Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat. (2 Tawarikh
17:7-9)
Setelah Yosafat
menyaksikan dan mengalami pertolongan Tuhan yang luar biasa atas hidup dan
kerajaannya, ia memerintahkan para pembesarnya untuk mengajar semua umat
tentang hukum Tuhan. Yosafat menyadari kekuatan yang menopang dirinya bukan
kekuatan yang natural melainkan supra natural. Hal itu terjadi sebagai akibat
pencarian dan kepatuhannya mengikuti jalan Tuhan, sebab Alkitab mencatat bahwa
Tuhan menyertai dan mengokohkan kerajaan Yosafat.
Bagaimana dengan
Anda, apakah Anda rindu akan penyertaan Tuhan dalam hidup Anda? Apakah Anda
ingin diperkokoh Tuhan dalam kehidupan, pekerjaan dan usaha? Pelajari firman
Tuhan dan aplikasikan pengajaran tersebut dalam hidup Anda. Ajar anggota
keluarga Anda dan orang-orang yang ada bersama Anda hidup sesuai firman Tuhan
karena Tuhan akan selalu menyertai dan menopang orang-orang yang hidup seturut
firman-Nya. Oelh sebab itu jadilah pelaku firman dan penurut-penurut Allah.
Amen!

Komentar
Posting Komentar