KERIKIL-KERIKIL YANG MENJATUHKAN

 

Minggu, 29 November 2020

Memiliki kehidupan yang berkenan di hadapan Tuhan adalah hal yang terpuji, dan raja Yosafat merupakan salah satu raja kerajaan Yehuda yang hidupnya dikenan dan kerajaannya ditopang oleh Tuhan (2 Tawarikh 17:3-5). Yosafat hidup mencari Tuhan dan melakukan apa yang benar di hadapan-Nya sehingga Alkitab mencatat bahwa Tuhan menyertai Yosafat, memperkuat  dan mengokohkan kerajaannya. Namun sayangnya, setelah ia menjadi kaya dan terhormat, ia melakukan beberapa tindakan yang tidak disukai Tuhan yang membuat dia jatuh ke dalam dosa dan pelanggaran di Mata Tuhan. Berikut beberapa kesalahan dan pelanggaran tersebut:

1.   KOMPROMI DENGAN RAJA AHAB (2 Tawarikh 18:1-34)

Ahab adalah seorang raja di kerajaan Israel Utara (Samaria) yang hidup dalam kefasikan. Ia adalah suami ratu Izebel yang terkenal dengan penyembahan berhala dan kebengisan. Hubungan Yosafat dan Ahab diawali ketika anak Yosafat yang bernama Yoram yang kelak menggantikan dia menjadi raja menikahi anak Ahab yang bernama Atalya. Sejak itu raja Ahab menjadi besan Yosafat.

Suatu waktu, Ahab mengajak Yosafat maju berperang bersama-sama untuk merebut Ramot-Gilead (2 Tawarikh 18:1-3), Yosafat menyanggupinya dan mereka pergi berperang bersama-sama. Yosafat tidak tahu bahwa Tuhan tidak setuju dengan kerja sama tersebut yang menyebabkan Ahab tewas di medan perang. Melalui nubuatan nabi Mikha, Yosafat mengetahui akan kematian raja Ahab, namun Yosafat tetap maju ke medan perang mendampingi Ahab. Yosafat sendiri nyaris tewas dalam peperangan itu jika Tuhan tidak menolongnya. Setelah Yosafat pulang dari medan perang, seorang pelihat dari Tuhan bernama Yehu bin Hanani menegur Yosafat dengan tegas (Tuhan murka kepada Yosafat). Setelah itu, pada hari-hari berikutnya orang Moab, Amon dan Meunim datang menyerbu Yehuda yang merupakan teguran Tuhan akibat dosa kompromi Yosafat.

Kemudian kerajaan Yehuda di bawah pemerintahan Yoram anak Yosafat meninggalkan Tuhan dan terlibat dalam penyembahan berhala karena pengaruh Istrinya Atalya anak Ahab. Hal serupa pernah terjadi kepada leluhur mereka yaitu Salomo, di mana Salomo terseret kepada penyembahan berhala karena pengaruh istri-istrinya yang berasal dari para penyembah berhala.  Pada awalnya mungkin Yosafat berpikir bahwa pernikahan putranya dengan putri Ahab adalah hal sepele dan tidak akan memiliki dampak jangka panjang. Namun coba Anda perhatikan, bahwa apa yang dipandang baik oleh Yosafat tidak semata-mata baik di mata Tuhan. Di dalam kitab Kidung Agung Salomo menulis, “Cinta itu kuat seperti maut”. Dan karena cintanya yang tidak terkendelai, ia terseret dan meninggalkan kasihnya kepada Tuhan.

Perhatian bagi kita semua, jangan menganggap sepele kerikil-kerikil kecil, yang menurut Anda tidak membahayakan, tapi sebaliknya, tetaplah waspada, karena setiap pelanggaran terhadap perintah Tuhan akan selalu mendatangkan masalah baru dalam hidup seseorang.

2.   BERSEKUTU DENGAN AHAZIA (2 Tawarikh 20:35-37)

Mereka membuat kapal-kapal yang dapat berlayar ke Tarsis. Ia bersekutu dengan Raja Ahazia, anak Raja Ahab. Yosafat berpikir bahwa hal itu akan berdampak baik bagi kerajaannya karena koalisi dengan kerajaan utara (Israel). Tapi aliansi ini membuat Tuhan murka dan menegur Yosafat melalui Eliezer bin Dodawa. Akhirnya Tuhan sendiri yang menghancurkan kapal-kapal tersebut. 

Dari kisah Yosafat ini kita perlu belajar betapa pentingnya sebuah aliansi/persekutuan yang dikehendaki Tuhan. Jangan berpartner bisnis dengan orang-orang yang fasik (tidak takut Tuhan), yang cenderung menghalalkan segala cara demi sebuah keuntungan jika Anda tidak benar-benar mampu berdiri di atas kebenaran iman yang Anda imani. Mempertahankan bisnis dengan orang yang salah dapat menghancurkan bisnis Anda. Anda perlu menjaga nilai-nilai kebenaran dalam menjalankan usaha Anda agar Anda diberkati Tuhan. Pada waktu Anda berpartner dengan orang yang tidak takut Tuhan, akan terjadi benturan nilai-nilai dalam menjalankan usaha tersebut. Tidak sedikit pengusaha-pengusaha Kristen, yang akhirnya harus berurusan dengan hukum serta terjaring kasus korupsi oleh para penegak hukum karena mereka berpartner bisnis dengan orang yang salah. Paulus berpesan kepada jemaat di Efesus, agar mereka sebagai anak-anak terang harus menjaga diri dalam pergaulan yang baik dan sesuai dengan kehendak Allah (Efesus 5:6-7). Oleh sebab itu, mulailah bekerjasama dengan orang-orang yang akan peduli dan ikut menjaga integritas Anda sebagai anak Tuhan. Jangan pernah berkompromi, karena pergaulan yang buruk akan merusak kebiasaan baik yang telah Anda bangun selama ini. Ingat, memilih partner dalam berbisnis tidak bisa hanya didasarkan pada selera, hobi, bidang yang sama dan performa yang baik. Kerja sama bisnis anak-anak Tuhan harus didasarkan atas sesuatu yang lebih bermakna dari itu, yaitu kebenaran firman Tuhan.

3.   BERSEKUTU DENGAN YORAM (2 Raja-raja 3:1-27)

Yosafat bersekutu dengan Yoram anak Ahab untuk berperang melawan orang Moab walaupun tidak disebutkan dalam Alkitab apakah Tuhan marah atau tidak.

Bahaya Kompromi:

Memang banyak cerita kepahlawanan Raja Yosafat, tetapi kesalahannya melakukan berbagai kompromi telah membawanya ke dalam masalah besar. 

Kalau Anda sebagai orang percaya mengerti akan bahaya kompromi maka Anda akan menjadi orang Kristen yang berhasil. Jangan pernah berpikir untuk melakukan kompromi sekecil apapun. Sebab kompromi kecil akan membawa kepada malapetaka besar. Yosafat adalah raja yang benar, namun sekali ia melakukan kompromi maka dia mengalami penderitaan. Miliki kepekaan akan kehendak Tuhan dan jadilah pemenang. Tuhan Yesus Memberkati!

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS