TETAP PERCAYA DI TENGAH KRISIS (Part 3) (Kis. 27:21-25)

Minggu, 25 Oktober 2020

Sesuatu yang sangat mengagumkan dari kisah pelayaran Paulus menuju Roma adalah, reaksi Paulus yang sangat berbeda dengan semua orang yang ada di kapal tersebut. Para pelaut putus asa, mereka berkata bahwa segalanya tidak berpengharapan. Mereka kecil hati dan depresi, dan membuang segalanya ke laut. Namun Paulus tenang dan percaya, ia tetap memiliki keberanian dalam krisis tersebut, tidak ada hal yang membuatnya gentar.

Sebenarnya reaksi para pelaut tersebut merupakan gambaran dari respon alamiah yang cenderung dialami dan diperlihatkan seseorang pada saat menghadapi badai/krisis. Ujian kekristenan Anda adalah bagaimana Anda menangani sebuah krisis. Semua orang dapat menjadi orang kristen bila segala sesuatu berjalan dengan baik, bila semua doa Anda dikabulkan, bila Anda berada dalam kondisi sehat, bila pendapatan Anda meningkat.

Apa yang harus Anda lakukan saat segala sesuatu tampak berantakan dan kapal akan kandas dan hancur? Apa yang harus Anda lakukan saat Anda bertubi-tubi dihantam oleh persoalan-persoalan dalam kehidupan?

Tiga kebenaran berikut dapat melabuhkan Anda pada batu stabilitas, sehingga ketika angin-angin krisis menghempas Anda kian kemari, Anda akan memiliki kepercayaan diri yang dapat dijadikan dasar untuk membangun hidup yang stabil di dalam badai.

1.   HADIRAT ALLAH

Sauh pertama dalam sebuah krisis adalah hadirat Allah. Di tengah badai Paulus berkata, “Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku” (Kis. 27:23).

Kita belajar dari hal ini bahwa badai tidak akan pernah dapat menyembunyikan wajah kita dari Allah. Anda mungkin tidak melihat Dia, tetapi Dia melihat Anda. Mungkin Anda mengira Dia ribuan mil jauhnya, namun Dia mengamati kita dan beserta dengan kita. Allah mengutus seorang utusan pribadi-Nya, seorang malaikat berkata kepada Paulus, “Aku menyertaimu. Aku melihatmu dalam badai di tengah laut Mediterania, di kapal yang kecil itu.”

Dalamfirman-Nya Allah berjanji, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5); “Aku menyertai kamu senantiasa” (Matius 28:20); “Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain” (Yoh. 14:16). Berkali-kali Alkitab berkata bahwa di manapun Anda berada, Allah ada beserta Anda. Anda tidak pernah melewati apapun sendirian karena Allah selalu ada bersama-sama Anda. Apa pun situasi yang Anda hadapi saat ini, Allah beserta dengan Anda. Dia adalah sauh yang dapat Anda percayai sepenuhnya.

2.   TUJUAN ALLAH

Sauh kedua dalam sebuah krisis ialah tujuan Allah. Dalam Kis. 27:24 berkata, “dan ia (malaikat) berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.”

Melalui kehadiran malaikat itu seolah-olah Tuhan memberitahukan kepada Paulus bahwa keberangkatannya ke Roma adalah kehendak dan tujuan Tuhan dalam hidup Paulus, dan keberadaannya di kapal tersebut merupakan seijin Tuhan. Sebab selain menjalani sidang perkara di Roma, Paulus mempergunakan waktunya untuk memberitakan Injil dan mengajar banyak orang berjalan di dalam terang Tuhan.

Setiap orang Kristen harus memiliki kepekaan akan tujuan Allah dalam hidup mereka, karena tidak seorang pun dilahirkan karena kebetulan. Kita ada di bumi ini bukan untuk sekedar meramaikan; Allah memiliki sebuah tujuan spesifik dan rencana untuk hidup kita. Badai hanyalah penghalang sementara di dalam tujuan tersebut, dan tidak ada suatu apa pun yang dapat mengubah tujuan utama Allah atas hidup Anda kecuali Anda memilih untuk tidak mentaati Dia. Jika Anda memilih untuk menolak rencana-Nya, Dia akan membiarkan Anda berbuat begitu, namun Alkitab mengajarkan bahwa tidak ada orang luar yang dapat mengubah rencana Allah  untuk hidup Anda. Tujuan Allah lebih besar dari apapun yang pernah Anda alami. 

3.   JANJI ALLAH

Sauh ketiga yang mampu memberi Anda keyakinan dalam sebuah krisis ditemukan dalam ayat 25. Paulus berkata, “Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena Aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku." Artinya, sauh yang ketiga ialah “janji” Allah. Apakah Allah menepati janji-jnaji-Nya? Jawabnya, ya dengan sempurna!

Badai tidak dapat menyembunyikan wajah kita dari Allah, karena Allah selalu beserta kita. Badai tidak dapat mengubah tujuan Allah, karena itu bersifat mutlak. Badai tidak dapat menghancurkan anak-anak Allah, karena janji Allah adalah pasti.

Berapa banyak di antara Anda yang sedang mengalami krisis yang terasa sedang menghancurkan, seolah-olah Anda tidak mampu menghadapinya? Mungkin Anda kehilangan muatan, kehilangan kendali kapal, kehilangan kapal, bahkan Anda sedang basah kuyup, ingatlah, Anda akan berhasil sampai ke tujuan karena janji Allah yang hebat. Carilah firman dan percayailah janji-janji-Nya, itu akan menyelesaikannya bagi Anda. Jadi tetaplah percaya kepada Tuhan di dalam krisis Anda, tambatkanlah diri Anda pada kebenaran-kebenaran Allah, dan sementara Anda menunggu, tetaplah berdoa. Amen! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS