KELUAR DARI RASA KESEPIAN Part - 1 (2 TIMOTIUS 4:6-17)
Minggu, 01 November 2020
Kesepian adalah
salah satu perasaan paling tidak nyaman yang dapat dialami seseorang.
Kadangkala Anda merasa tidak ada seorang pun yang mengasihi Anda, tidak seorang
pun yang peduli dengan keberadaan Anda. Anda bahkan tidak perlu harus seorang
diri untuk dapat merasa kesepian; Anda dapat merasa kesepian di tengah
kerumunan orang. Bukan soal seberapa banyak jumlah orang di sekeliling Anda
yang menentukan Anda jadi kesepian, melainkan hubungan Anda dengan orang-orang
tersebut.
Di era digital
seperti sekarang ini di mana kita hidup, orang-orang tidak pernah hidup lebih
dekat bersama-sama, dan juga tidak pernah merasa terpisah lebih jauh.
Dapatkah Anda
kaya sekaligus kesepian? Coba Anda tanyakan kepada Howard Hughes. Dapatkah Anda
populer sekaligus kesepian? Tanyakan Michael Jackson. Dapatkah Anda cantik/ganteng
sekaligus kesepian? Tanyakan
bintang-bintang film yang bunuh diri. Dapatkah Anda menikah dan kesepian?
Tanyakan orang-orang yang menikah dan kemudian bercerai karena alasan yang
sama.
Di suatu waktu
setiap orang akan mengalami kesepian, dan biasanya pengalaman itu terjadi
disebabkan oleh hal-hal tertentu. Berikut kita akan melihat penyebab rasa
kesepian.
1.
TRANSISI KEHIDUPAN
Penyebab pertama dari kesepian ialah transisi kehidupan. Kehidupan memang
penuh dengan transisi dan tahapan. Menjadi lebih tua adalah sebuah seri dari
perubahan hidup. Kondisi yang seperti itu dialamai Rasul Paulus ketika ia
menuliskan suratnya yang kedua kepada Timotius. Paulus dalam usia yang sudah
tua sedang sekarat saat ia menulis dari penjara di Roma untuk anak rohaninya
Timotius, dan mendesak Timotius untuk mengunjunginya karena dia kesepian.
Perubahan apa pun dapat menciptakan kesepian dalam hidup Anda.
Anda sendirian saat Anda dilahirkan, dan Anda menagis sampai Anda dipeluk.
Sekolah pertama yang Anda hadiri menimbulkan kesepian. Berganti pekerjaan
menimbulkan kesepian. Pensiun menimbulkan kesepian. Kematian orang yang
dicintai menimbulkan kesepian.
Paulus sedang berada dalam transisi terakhir dalam kehidupannya, dan ia
tahu bahwa waktunya sudah singkat dan ia kesepian. Ia berkata, “Darahku
sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat” (2
Timotius 4:6). Sementara Paulus menghabiskan hari-hari terakhirnya
sendirian ia berkata, “Aku telah mengalhiri pertandingan yang baik, aku telah
mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia
bagiku mahkota kebenaran” (ayat 7-8).
2.
KETERPISAHAN DIRI
Penyebab kedua dari kesepian ialah keterpisahan diri. Ketika Anda diisolasi
– terpisah dari teman, dari keluarga (dikarenakan karier atau alasan lain), itu
dapat menyebabkan kesepian. Paulus berkata kepada Timotius, “Berusahalah
supaya segera datang kepadaku” (ayat 9). Kemudian Paulus menyebut sahabat-sahabatnya, tetapi tidak
seorangpun dari mereka ada bersamanya, kecuali Lukas. Paulus berada di negara
asing dalam sebuah penjara dan ia berkata, “Aku merindukan orang-orang ini.”
Mereka adalah sahabat-sahabat Paulus, yang sebelumnya pernah mengadakan
perjalanan bersama dengannya. Paulus adalah “milik banyak orang”; ia senang
berada di antara orang banyak dan tidak pernah bepergian seorang diri. Tetapi
sekarang di penghujung hidupnya ia mengalami kesepian akibat keterpisahan
karena teman-temannya berada di negara lain.
Dua kali dalam bagian ini (ayat 9, 13) ia meminta Timotius untuk “datang”,
dan ayat 21 berkata, “berusahalah kemari sebelum musim dingin.” Artinya Paulus
benar-benar menginginkan kedatangan Timotius dan berjumpa dengan dia.
3.
PERLAWANAN DARI SEKELILING
Paulus berkata, “Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan
terhadap aku” (ayat 14). Kita tidak tahu apa yang telah dilakukan
Aleksander terhadap paulus. Mungkin ia difitnah atau reputasinya diserang, atau
mengajak orang-orang memusuhi Paulus. Teks Yunani untuk kata “kejahatan” dalam
ayat ini berarti menyerang atau menolak. Serangan yang hebat dapat mengakibatkan
perasaan kesepian yang mendalam. Godaan yang muncul saat-saat seperti ini
adalah menarik diri dan membangun benteng Anda sendiri, tetapi tindakan itu
akan membuat Anda semakin kesepian.
4. PENOLAKAN
Penyebab ke-empat yang membuat seseorang kesepian adalah penolakan. Itu
terjadi saat Anda merasa dikhianati, diabaikan, ditinggalkan oleh orang-orang
yang paling dekat dengan Anda di saat Anda membutuhkan mereka.
Paulus merasa ditinggalkan. Saat persidangannya di hadapan Nero ia berkata,
“Pada
waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semua
meninggalkan aku” (ayat 16). Penolakan adalah salah satu hal tersulit
untuk ditangani oleh manusia. Itulah sebabnya mengapa perceraian begitu
menyakitkan, dan itulah sebabnya Allah begitu membenci perceraian, perzinahan,
karena hal itu adalah penghianatan dan melukai kehidupan. Itu adalah sebuah
ketidaksetiaan, pengabaian, penelantaran, dan itu adalah pengalaman yang sangat
menyakitkan. Allah berkata bahwa setiap manusia memiliki kebutuhan emosional
akan penerimaan, dan ketika kebutuhan itu dilanggar kecenderungannya
menciptakan dosa yang serius. Oleh karena itu datanglah kepada Allah yang setia
menemani Anda, dan yang berjanji tidak akan pernah meninggalkan Anda. Daud
berkata, “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut
Aku.” Amen!

Komentar
Posting Komentar