CARA MELEPASKAN DIRI DARI STRES (Part 2) (Yohanes 8:12-16)
Minggu, 04 Oktober 2020
Minggu yang lalu kita telah belajar 3 poin cara melepaskan diri dari rasa
stress yaitu, ketahui dan kenali siapa diri kita, ketahui siapa yang kita
senangkan, dan ketahui apa yang coba kita capai. Minggu ini, kita akan belajar
beberapa poin lagi mengenai bagaiamana cara melepaskan diri dari rasa stress.
KEEMPAT: FOKUSLAH PADA
SATU HAL DALAM SATU WAKTU
Yang keempat ini sering juga disebut dengan prinsip konsentrasi.
Sering kali orang-orang berusaha membuat Yesus berputar dari jadwal-Nya
yang telah direncanakan. Mereka berusaha menyimpangkan-Nya dari tujuan-Nya
dalam kehidupan.
Pagi-pagi sekali Yesus pergi ke tempat yang sunyi untuk menyendiri. Tapi orang-orang
pergi mencari-Nya sampai ke tempat itu, dan saat mereka menemukan-Nya mereka
berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka (Lukas 4:42). Namun
perhatikanlah respon Yesus kepada mereka, “Juga
di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk
itulah Aku diutus” (ayat 43).
Dia menolak untuk diusik dengan hal-hal yang kurang penting. Yesus sangat ahli
dalam hal ini. Dia tetap melakukan apa yang Dia tahu telah diberitahukan Allah
kepada-Nya, yaitu memberitakan tentang Kerajaan Allah. Untuk itu Dia bertekad,
bersungguh-sungguh, dan mengkonsentrasikan upaya-upaya-Nya, dan Dia berhasil.
Jika Anda mengkonsentrasikan upaya-upaya Anda pada satu hal yang Anda tahu
Tuhan sedang menyuruh Anda melakukannya, maka Anda akan lebih efektif dan tidak
akan stres.
Cahaya yang dipecah akan menghasilkan sinar berkabut, tetapi cahaya yang
dikonsentrasikan akan menghasilka api. Coba
Anda gunakan kaca pembesar untuk mengkonsentrasikan cahaya matahari di atas
daun kering, maka daun tersebut akan memancarkan api. Cahaya tanpa kaca
pembesar tidak memberikan dampak apa pun, namun kaca yang mengkonsentrasikan cahaya
tersebut akan menghasilkan daya. Yesus tidak membiarkan gangguan-gangguan
mencegah-Nya untuk berkonsentrasi pada tujuan-Nya. Bagaimana dengan Anda?
KELIMA: BERANI
MENDELEGASIKAN TUGAS
“Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil
orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.” (Markus
3:13)
Yesus menunjuk 12 orang yang Dia tetapkan sebagai rasul, supaya mereka
dapat bersama-sama dengan-Nya dan Dia dapat mengutus mereka pergi untuk berkhotbah. Dengan kata
lain, Dia mendelegasikan tugas dan otoritas-Nya.
Ada 2 alasan mengapa seseorang takut mendelegasikan tugas-tugas dan
otoritasnya: Pertama, perfeksionisme, di mana seseorang tidak terlalu yakin
bahwa orang lain dapat mengerjakan tugas tersebut sebaik dan semaksimal
dirinya. Kedua, ketidakamanan pribadi, hal ini berbicara tentang
ketakutan jika orang lain dapat mengerjakannya lebih baik dari dirinya.
Nah, supaya Anda lebih efektif dan tidak stres, Anda harus belajar
mendelegasikan tugas dan mempercayai mereka. Biarkan mereka melakukan kesalahan
untuk menemukan potensi terbaiknya yang membuat Anda akan tertolong juga. Yesus
sangat mengerti hal itu dan melakukan-Nya. Murid-murid-Nya adalah manusia biasa
yang sering melakukan kesalahan. Namun melalui kesalahan tersebut mereka ditolong
menemukan kualitas terbaik mereka.
KEENAM: JADIKAN DOA
PRIBADI SEBAGAI SEBUAH KEBIASAAN.
Artinya, latihlah diri Anda berdoa secara pribadi, milikilah jam-jam doa
pribadi. Yesus sering melakukan hal ini, di mana Dia pergi menyendiri untuk
berdoa kepada Bapa-Nya.
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih
gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di
sana.” (Markus 1:35).
Doa adalah sarana pelepas stres yang luar biasa. Allah memberikan-Nya
sebagai alat untuk melepaskan kegelisahan-kegelisahan, dan Yesus memanfaatkannya.
Tidak peduli sesibuk apa Yesus, Dia meluangkan waktu sendirian bersama dengan
Bapa-Nya.
Jika Yesus saja menyediakan waktu-Nya bersama dengan Allah di tengah-tengah
kesibukan-Nya, seharusnya Anda dan saya harus lebih banyak lagi menyediakan
waktu bersama dengan Bapa di Sorga. Kesendirian dengan Allah dapat menjadi
sebuah ruang pelepasan dari tekanan-tekanan hidup. Anda bisa berbicara di dalam
doa, menceritakan pikiran-pikiran, perasaan-perasaan Anda kepada-Nya dan
membiarkan Dia berbicara kepada Anda saat Anda membaca Alkitab. Kadang kala ada
banyak masalah terjadi di dalam kehidupan kita berasal dari ketidakmampuan kita
untuk duduk diam tenang bersama dengan Tuhan. Namun jika Anda bersedia
mendisiplin diri Anda, dengan segera Anda akan ditolong keluar dari rasa stres
Anda.
KETUJUH: SERAHKAN STRES
ANDA KEPADA YESUS
Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu
dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang
Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan
jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan
beban-Kupun ringan." (Matius 11:28-30)
Anda tidak akan pernah
menikmati kedamaian dn ketenangan pikiran seutuhnya sampai Anda memiliki
hubungan dengan Raja Damai.
Yesus mengundang setiap
kita dan berjanji akan memberikan kelegaan. Oleh sebab itu, datanglah kepada
Yesus, sebab Dia sanggup melepaskan Anda dari rasa stres dan memberikan
kekuatan batin menjalani hari-hari hidup Anda. Jangan lewatkan kesempatannya,
hiduplah selalu dalam keintiman dengan Yesus, dan terimalah kemenangan-Nya.
Amen!

Komentar
Posting Komentar