BAHAYA KESUKSESAN/KEMAKMURAN (2 Samuel 11:1-2)

Mingg, 09 Agustus 2020

Meskipun Daud memiliki banyak pencapaian yang besar dan ilahi, namun ia juga pernah melakukan kesalahan dan mengalami kejatuhan. Orang yang dikenan Tuhan ini telah berdosa dan melakukan pelanggaran terhadap Allah.

Alkitab sangat terbuka dan berterus terang tentang pelanggaran dan kejatuhan Daud, Alkitab tidak menutup-nutupinya. Tujuan Allah dengan ini adalah memberi manfaat bagi Anda dan saya agar kita bisa belajar banyak hal bahkan dari aspek negatif kehidupan Daud.

Apakah Anda pernah mengalami kegagalan moral yang besar? Jika ya, ada beberapa hal dalam hidup Daud yang bisa membantu Anda pulih, khusunya ketika Anda melihat bagaimana Allah berurusan dengannya, dan bisa terus memakainya. Jika tidak, maka Anda bisa menerima instruksi melalui hidup Daud mengenai betapa dosanya telah membuatnya membayar harganya dan menghancurkan orang-orang di sekitarnya. Itu benar-benar akan menginspirasi Anda untuk tidak melewati rute tersebut. Allah benar-benar menginginkan kita belajar proses perjalanan hidup Daud.

Berikut kita akan belajar beberapa bahaya kesuksesan atau kemakmuran:

PERTAMA: ZONA NYAMAN ATAU RASA NYAMAN (ayat 1b)

Oleh karena kesuksesan, Daud merasa tekanan sudah tidak ada sehingga ia berhenti. Ia berhenti mencari Tuhan secara intensif seperti yang dulu ia lakukan. Ia tidak melakukan apa yang Tuhan suruh ia lakukan dan akibatnya ia menjadi stagnan dan bosan. Daud tidak menyadari masa-masa kemakmurannya bisa mendatangkan bahaya dalam hidup kerohaniannya.

Ketika semua tekanan diangkat dan berbagai hal berjalan dengan baik, Anda paling rentan terhadap iblis. Dalam keadaan sukar, Anda pasti tahu bahwa Anda sangat membutuhkan Tuhan. Ketika Anda menghadapi sesuatu yang membuat kewalahan, itu memperkuat realita bahwa Anda membutuhkan Tuhan. Anda tahu bahwa Anda tidak sanggup menghadapi realita itu sendirian dan Anda di dorong untuk mencari Allah dan kekuatannya. Pada situasi seperti itu adalah mudah bagi seseorang untuk datang mencari Tuhan dan bergantung pada-Nya. Namun tidak demikian halnya dengan kesuksesan.

Coba Anda renungkan, pada saat yang bagaimana Anda paling banyak berdoa dan mencari Tuhan. Jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda pasti paling banyak berdoa ketika Anda berada di bawah tekanan. Tapi apa yang terjadi ketika tekanan tidak ada? Masalah dapat mendorong orang-orang datang kepada Tuhan. Daud mengalaminya!

Pada saat segalanya berjalan dengan sangat baik Daud mengirim para jenderalnya saja untuk berperang tanpa dirinya. Kesuksesan dan kemakmurannya membuat dia tidak harus berjuang lagi mati-matian untuk mencapai kemenangan. Dia tidak harus intens lagi mencari dan bertanya kepada Tuhan. Itulah yang menyebabkan Daud jatuh ke dalam kegagalan moral yang besar ini. Itu suatu akibat karena meninggalkan Tuhan dan hasil dari pilihan-pilihan. Bagaimana dengan Anda, apakah Anda masih intens mencari Tuhan?

KEDUA: SOMBONG (Mazmur 19:13)

Kata ibrani yang diterjemahkan sebagai “kesombongan” benar-benar berbicara tentang dosa kebanggaan diri dan keangkuhan. Kebanggaan diri tidak sekadar kesombongan, tetapi kecukupan diri. Ketika Anda berbangga diri, Anda tidak lagi mengakui ketergantungan Anda pada Tuhan dengan rendah hati. Pada waktu segalanya berjalan dengan baik, Anda bisa berpikir, Saya telah melakukan semua hal ini dengan kekuatan dan kuasa saya. Anda bisa tidak mengenali kelemahan manusia Anda dan kebutuhan Anda akan Allah sepanjang waktu. Itu sebabnya Anda perlu berkata, “Bebaskanlah kami dari dosa kesombongan ini, jangan sampai kami berjalan tanpa Engkau Tuhan!”

Dalam ayat ini Daud sedang berkata, “jika Engkau mau membebaskan aku dari dosa kesombongan ini, dari berpikir bahwa aku bisa melakukan sendiri tanpa-Mu, itu akan menghalangiku dari kejatuhan besar. Jika Engkau menjagaku dalam situasi di mana aku mengakui dan mengenali ketergantunganku pada-Mu, itu akan menjagaku dari pelanggaran besar.”

Sebenarnya, sebelum Anda melakukan atau jatuh dalam dosa besar, Anda pasti melewati dosa-dosa yang Anda anggap dosa kecil seperti tidak mencari Tuhan dan tidak bergantung pada-Nya. Biasanya Anda menjadi sombong dulu, merasa cukup diri, dan tidak intim dengan Tuhan  sebelum Anda masuk dalam sebuah pelanggaran besar.

Dosa perzinahan dan pembunuhan yang dilakukan Daud tidak melompat begitu saja dan terjadi secara tiba-tiba. Mungkin proses itu telah terjadi berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun saat ia mulai begitu sukses dan makmur sehingga ia tidak harus mencari Tuhan seperti yang dulu ia lakukan. Perzinahan dengan Batsyeba dan pembunuhan Uria adalah cara dosanya memanifestasikan diri.

KETIGA: KEHILANGAN VISI (ayat 1-2)

Salah satu yang menjadikan Daud orang besar adalah bahwa ia memiliki tujuan yang lebih besar dari dirinya sendiri, ia melayani tujuan yang lebih tinggi yaitu tujuan Tuhan dalam hidupnya. Sasaran Daud adalah untuk membebaskan umat Allah dan membawa bangsa Israel ke tempat terkemuka dan kuasa yang Tuhan maksudkan. Ia mnyibukkan dirinya dengan hal ini selama ia melihat dirinya sebagai pelayan yang ditunjuk Tuhan dan menjaga sasaran itu tetap di depannya. Namun belakangan dalam perjalanan karirnya tidaklah demikian, ia lebih tertarik sekedar menikmati keberhasilan daripada melakukan apa yang seharusnya ia lakukan bagi bangsa itu. Artinya Daud sudah kehilangan visi dan tujuan Allah dalam hidupnya.

Daud sangat diberkati dan makmur sehingga ia tidak merasa terdorong untuk melakukan apa yang Tuhan suruh untuk ia lakukan. Ia di rumah, tidur sepanjang hari, membuang-buang waktu, tanpa arah dan tujuan.

Jika Anda hidup dengan pola yang sama maka dipastikan Anda sedang mencari masalah dan Anda pasti menemukannya sama seperti Daud menemukannya. Itu sebabnya, sebesar apa pun sukses yang telah Anda raih, tetaplah rendah hati dan mengandalkan Tuhan, maka tangan Tuhan akan terus meninggikan Anda. Amen!

   

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS