TAAT KEPADA TUHAN SAMA DENGAN MELAYANI TUJUAN TUHAN

Minggu, 02 Agustus 2020

    


Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri: (1 Sam. 10:1)

Tujuan Tuhan mengangkat raja di Israel ialah supaya para raja memimpin umat berjalan dan melakukan kehendak Tuhan dan melindungi mereka dari setiap serangan musuh di sekeliling mereka.

Daud adalah orang yang berkenan di hati Allah, namun itu tidak selalu jelas dari tindakan-tindakannya, tetapi jelas terbukti oleh sikap hatinya. Daud menerima tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya. Ia selalu mencari penerimaan dan persetujuan Allah, bukan manusia. Ketaatan Daud jelas mau melayani tujuan Tuhan dan bukan keinginan pribadinya sehingga ia selalu berusaha melakukan kehendak Tuhan (bnd. Kis. 13:22, 36). Daud tahu ia berada dalam posisi melayani tujuan Tuhan, bukan tujuannya. Ia tidak hanya meminta Tuhan membawa dia sampai pada tujuannya, tapi ia rindu agar Tuhan memakainya untuk menyelesaikan tujuan-Nya. Sifat penting ini membantu Daud menjadikan dia orang yang dikenan Tuhan. Bagaimana dengan Anda? Hendaknya ketaatan kita hanya untuk melayani tujuan Tuhan, bukan keinginan pribadi kita.

Berikut kita akan belajar, bagaimana ketaatan kita melayani tujuan Tuhan:

PERTAMA, TANGGALKAN SIFAT EGOIS

Lalu berkatalah raja kepada Zadok: "Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya. Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya." (2 Sam. 15:25-26)

Daud tidak bersikap egois. Melayani tujuan Tuhan memberi manfaat dan mempromosikan Daud dalam hidupnya. Hal itu membawanya dari padang penggembalaan ke istana raja. Memang semuanya itu hanyalah merupakan bonus atau tambahan dari hubungannya dengan Tuhan. Namun hati Daud adalah hati yang mau melayani Tuhan.

Waktu Daud lari dari istana untuk menyelamatkan nyawanya dari ancaman pemberontakan anaknya sendiri, ia memiliki kesempatan untuk membawa serta tabut perjanjian Tuhan yang bisa memberikan keuntungan besar pada dirinya sendiri. Namun Daud tidak mau membawanya dan berkata, “tidak! Bawalah kembali tabut perjanjian itu ke tempatnya di tabernakel. Jika Allah berkenan mengembalikan aku sebagai raja atas Israel, maka aku akan kembali padanya (tabut perjanjian). Tetapi jika Tuhan sudah selesai dengan aku, biarkan DIA melakukan apa yang DIA inginkan.” Dengan kata lain Daud sedang berkata, “Jika Allah masih menginginkan aku menjadi raja, aku akan kembali ke Yerusalem dan melihat tabut perjanjian. Tetapi jika tidak, biarkan tabut perjanjian tetap tinggal di Yerusalem bersama dengan umat Tuhan.

KEDUA, TETAP FOKUS PADA ALLAH DAN TUJUANNYA ( 2 Samuel 16:5-12)

Daud memiliki tujuan yang lebih besar dari dirinya sendiri, yaitu melayani tujuan Tuhan. Meskipun ia raja, namun ia tidak memandang dan menjadikan posisinya sebagai kesempatan untuk menaikkan egonya atau menguntungkan diri sendiri. Daud adalah raja untuk melayani Tuhan dan bangsa Israel.

Jika Anda menjalani kehidupan yang berpusat pada diri sendiri, Anda tidak akan pernah menjadi orang yang dikenan Tuhan. Sebagai contoh sederhana di dunia bisnis; Jika anda bekerja pada sebuah perusahaan di mana Anda punya peluang dan menginginkan promosi, apa yang Anda lakukan, apakah Anda bekerja hanya untuk kesenangan sendiri atau berupaya bekerja untuk memajukan perusahaan? Jika Anda bekerja hanya untuk kesenangan Anda, maka dipastikan Anda tidak akan pernah dipromosi, tetapi jika Anda benar-benar bekerja untuk kemajuan perusahaan, maka bersiaplah karena Anda sedang dalam promosi.

Jenis sikap yang melayani diri sendiri dan berpusat pada diri sendiri ini benar-benar tidak konsisten dengan hati Allah.

KETIGA: MENGHARGAI SETIAP KEPUTUSAN TUHAN

Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya." (2 Sam. 15:26)

Bagi sebagian besar orang percaya, bahkan para hamba-hamba Tuhan tidak mudah untuk memiliki sikap seperti yang dimilki oleh Daud yang menerima dan menghargai setiap keputusan Tuhan dalam hidupnya. Mempertahankan reputasi, kedudukan, kehormatan dan sebagainya adalah reaksi yang sangat umum dalam kehidupan seseorang ketika mereka diperhadapkan dengan situasi yang tidak kondusif. Mereka akan sangat terusik, merasa tidak nyaman dan terhina apabila harus menghadapi situasi yang berhubungan dengan reputasi. Mereka akan mencoba melakukan apa saja demi mempertahankan posisi dan harga dirinya. Mungkin mereka akan berusaha menempuh jalur hukum demi memperjuangkan dan mempertahankan sebuah keadilan.

Dalam kondisi seperti itu tidak banyak orang yang mau berserah total kepada kehendak Tuhan seperti yang dilakukan Daud. Namun Daud melakukannya. Inilah salah satu alasan mengapa Daud orang yang diperkenan Tuhan. Ketika hidup, kerajaan, dan warisan Daud benar-benar dipertaruhkan, ia memilih untuk berserah kepada kehendak Tuhan. Ia menerima dan menghormati setiap keputusan dalam hidupnya. Bagaimana dengan Anda? Mari siapkan hati kita menerima dan menghargai setiap keputusan Tuhan dalam hidup kita. Sebab sesuatu yang dari Tuhan akan selalu mendatangkan kebaikan bagi kita. Amen!

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS