RAHASIA PERKENANAN DAUD (1 Sam. 13:14; Kis. 13:22)
Minggu, 19 Juli 2020
Tetapi sekarang
kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah
memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi
raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN
kepadamu." (1 Sam. 13:14)
Setelah Saul
disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai,
seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.
(Kis. 13:22)
Waktu Samuel menyampaikan pesan Tuhan kepada Saul pada 1 Samuel 13:14, Daud
belum lahir. Itu sebabnya kita tidak langsung mendengar sebutan nama Daud pada
saat itu. Artinya sekian lama Tuhan mencari dan menunggu seseorang yang
memiliki hati dan pribadi seperti yang dimiliki Daud.
Berikut kita akan melihat apa rahasia perkenanan Daud di hati Tuhan:
PERTAMA: MEMILIKI HATI YANG SIAP DITEGUR/BENTUK
Mengapa engkau menghina
TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu,
kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan
dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon. (2 Sam. 12:9)
Daud sekalipun disebut sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan, namun
dalam hal tindakan Daud tidak selalu lebih baik dari Saul dan beberapa raja
Israel lainnya. Bahkan dalam tindakan-tindakan tertentu Daud mungkin lebih
buruk, namun tetap dia disebut sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan. Jika
demikian, apa yang benar-benar membedakan Daud dari yang lain ialah sikap
hatinya yang siap ditegur dan dibentuk.
Saat Daud ditegur/dimarahi karena perbuatannya yang berdosa, ia meresponi
teguran tersebut baik lewat sikap maupun tindakannya yang menyingkapkan hati
yang dikenan Tuhan. Ia mengakui kesalahannya dan bertobat (2 Samuel 12:13; bnd.
Amsal 28:13).
Lalu berkatalah Daud
kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata
kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
(2 Sam. 12:13)
Siapa menyembunyikan
pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan
meninggalkannya akan disayangi. (Amsal 28:13)
Jika Anda ingin menjadi orang yang berkenan di hati Tuhan, Anda harus bisa
sampai pada lebih dari sekedar memodifikasi perilaku dan berusaha memenuhi
serangkaian peraturan. Anda harus memiliki hati yang dikenan Tuhan dan
mengembangkan berbagai karakteristik dalam hati Anda seperti yang diingin-Nya.
Hal ini tidak menjamin bahwa Anda tidak akan pernah melakukan kesalahan apa
pun. Daud tentunya melakukan beberapa kesalahan, amun ketika dia ditegur dan
bahkan dimarah, dia bersujud, bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Inilah
keunggulan Daud dari Saul dan beberapa raja Israel lainnya.
KEDUA: MEMILIKI HATI YANG
MENGASIHI TUHAN (SUKA MEMBERI)
Dari 2 Samuel 6:13-14 telah memperlihatkan kepada kita bahwa Daud ini
adalah orang yang suka mempersembahkan korban kepada Tuhan dari apa yang dia
punya, tujuannya bukan dalam rangka menyogok Tuhan tapi karena kasihnya kepada
Tuhan.
13Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah
maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu
gemukan.
14 Dan Daud
menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain
lenan (2 Samuel 6:13-14).
Bahkan setelah dia mendapat teguran keras dari Tuhan oleh karena kecerobohannya
menghitung pasukan tentara Israel dan mengakibatkan terjadinya tulah terhadap
bangsa itu, dia mempersembahkan korban bakaran sebagai ekspresi pertobatannya
di hadapan Tuhan dan memohon keselamatan atas bangsanya. Semua persembahan itu
berasal dari apa yang dipunyai Daud.
Tetapi berkatalah raja
kepada Arauna: "Bukan begitu,
melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku
tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak
membayar apa-apa." Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan
lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak.
25 Lalu Daud mendirikan di sana mezbah bagi
TUHAN dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Maka TUHAN
mengabulkan doa untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel.
(2 Sam. 24:24-25).
Berbeda dengan Saul, ia mau mempersembahkan korban kepada Tuhan tapi bukan
dari apa yang dia punya, tapi dari hasil jarahan yang diharamkan Tuhan. Inilah alasan Saul mengapa ia
mengijinkan pasukan atau rakyatnya tidak menumpas habis kawanan ternak Amon. Alhasil, apakah Tuhan berkenan?
Tidak! Sebaliknya Tuhan murka dan menolaknya.
Jawab Saul: "Semuanya itu dibawa dari pada orang
Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik
dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi
selebihnya telah kami tumpas." (1 Sam. 15:15)
Hal kedua yang dimiliki hati Daud adalah hati yang suka memberi korban
persembahan kepada Tuhan. Di dalam Perjanjian Lama, pemberian korban
persembahan kepada Tuhan merupakan ekpresi kasih seseorang kepada Tuhan.
Artinya, pada waktu Daud melakukan hal tersebut, dia sedang menunjukkan bahwa
hatinya tetap mengasihi Tuhan sekalipun dalam berbagai hal dia gagal mememnuhi
keinginan hati Tuhan.
KETIGA: LEBIH SUKA MENYENANGKAN HATI TUHAN DARIPADA
MANUSIA
Takut kepada orang
mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi. (Amsal.
29:25)
Dalam tindakan Daud meresponi teguran yang ia diterima akibat dosa dan
kegagalannya terlihat sikap hati yang mau menyenangkan hati Tuhan dan bukan
hati manusia. Ia mau mengakui kesalahan dengan kerendahan hati di hadapan tuhan
dan manusia tanpa mempertimbangkan reputasi dan harga dirinya sebagai seorang
raja. Bagi Daud menjaga hubungan dengan Tuhan jauh lebih penting dari sekedar
menjaga reputasi dan mencari perkenanan manusia. Ia siap dipandang rendah oleh
orang-orang di sekelilingnya asal hubungannya pulih dengan Tuhan. Di dalam 2
Samuel 12:13 ia berkata “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan dalam Mazmur
51:5 dia katakan “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa
bergumul dengan dosaku.”
Inilah suatu perbedaan besar antara Daud dengan Saul dan beberapa raja
Iasrael lainnya dan termasuk dengan banyak orang kristen saat ini. Daud
merendahkan diri dan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan. Ia tidak
mencoba menutupinya dan menyalahkan orang lain. Daud begitu sadar akan Allah
sehingga tidak masalah bagi dia sekalipun semua orang kerajaan mengetahui
dosanya. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda orang yang memilih untuk lebih
menyenangkan Tuhan atau orang lain? Mari kita renungkan dan dengan rendah hati
mengevaluasi hati kita di hadapn Tuhan. Untuk menjadi orang yang berkenan di
hati Allah, Anda perlu berhenti bersembunyi dan menutupi dosa dan kegagalan
dalam hidup Anda. Tuhan Yesus mengasihi dan pasti memberkati Anda. Amen!

Komentar
Posting Komentar