MENGUBAH KEDUNGUAN ROHANI (Mazmur 115:4-8; 135: 15-18)

Minggu, 26 Juli 2020

4. Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, 5. mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, 6. mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, 7. mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. 8. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya. (Maz. 115:4-8)

Pada ayat 8 bacaan di atas, pemazmur memberikan gambaran bahwa secara fisik ada orang-orang memiliki panca indra yang lengkap tapi tidak berfungsi dengan baik. Hal ini menggambarkan kehidupan rohani seseorang yang terikat dengan berhala-berhalanya. Mereka tidak akan bisa maksimal secara rohani di dalam Tuhan karena mereka mempunyai indra rohani tapi tidak berfungsi seperti harapan Tuhan.

Berikut kita akan belajar dua cara praktis mengubah kedunguan rohani tersebut sehingga setiap orang percaya dapat berfungsi dengan maksimal di dalam Tuhan.

PERTAMA, MELALUI DOA (DOA PEPERANGAN)

Kenapa doa ini perlu? Karena “Peperangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Efesus 6:12)

Peperangan utama kita melawan dunia roh, maka senjata pertama yang kita perlukan ialah senjata rohani, yaitu doa.

Setiap kebiasaan dan perilaku yang terbangun dalam diri seseorang pasti ada hubungannya dengan keyakinan masa lalu, dan keyakinan tersebut selalu berhubungan dengan alam roh. Karena hubungannya adalah dunia roh maka senjata yang dipakai haruslah senjata roh bukan fisik. Roh harus dilawan dengan roh, fisik dengan fisik. Jadi untuk mengubah kedunguan rohani menjadi rohani yang efektif dan efesien, alam rohnya yang terlebih dahulu harus ditaklukkan dan dikuasai kemudian alam materinya.

KEDUA, MENANAMKAN KEBENARAN

Kepada orang-orang Yahudi yang sudah percaya, Yesus mengatakan:

31. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 32. dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." 33. Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" (Yoh. 8:31-33)

Berdasarkan pernyataan tersebut, Yesus mengindikasikan seseorang benar-benar mengalami kemerdekaan jika mereka mengetahui dan melakukan kebenaran Tuhan dalam hidupnya. Tanpa kebenaran tidak mungkin seseorang mengalami kemerdekaan dari kedunguan rohani. Seseorang yang menjadi percaya kepada Yesus tidak otomatis bebas dari kedunguan rohani tersebut, mereka harus memiliki komitmen hidup dalam kebenaran. Perhatikan, pada waktu Yesus berbicara kepada orang-orang Yahudi, mereka bukanlah orang yang tidak percaya, tapi mereka semua adalah orang yang sudah percaya kepada Yesus. Namun Yesus menegaskan bahwa mereka harus tetap tinggal di dalam firman dan melakukan kebenaran.

 

 

 

Dalam hal menanamkan kebenaran, ada dua hal yang harus dilakukan:

-        Mengajarkan Kebenaran Secara Verbal

Mengapa mengajarkan kebenaran Tuhan menjadi begitu penting? Pertama, karena sebelum orang-orang percaya kepada Yesus, mereka telah memiliki kepercayaan lain (yaitu tradisi-tradisi nenek moyang yang tidak sesuai firman Tuhan) yang sempat tertanam di dalam hati mereka dan mereka hidupi sehari-hari. Kedua, karena dengan mengajarkan kebenaran orang-orang diberi pengertian yang baru tentang kehidupan di dalam Tuhan. Saat kebenaran tertanam di dalam hati seseorang, maka ketidakbenaran secara otomatis akan menyingkir dari kehidupan mereka.

Di dalam Kisah Rasul 19:8-10 mengatakan:

8 Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

9 Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.

10 Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani. (Kis. 19:8-10)

Pada saat ketidakbenaran menyingkir dari kehidupan orang percaya, waktu itulah mereka benar-benar mengalami kemerdekaan dan bisa mengalami kemaksimalan di dalam Tuhan.

-        Mempraktekkan atau Menghidupi Kebenaran Tuhan.

Selain mengajarkan kebenaran secara verbal, menghidupi dan mempraktekkan kebenaran di depan orang-orang adalah metode yang sangat efektif menanamkan nilai-nilai kebenaran tersebut. Jika Anda mengajar anak-anak, bawahan maupun orang lain yang ada di lingkungan hidup dan kerja Anda untuk tidak berbohong, maka Anda harus memperagakan gaya hidup berintegritas di depan mereka. Jika tidak, Anda hanya menimbulkan dan menambah cemoohan orang lain terhadap diri Anda. Anda hanya akan menjadi batu sandungan dan tidak menjadi berkat. Anda tidak akan pernah bisa mereformasi kedunguan rohani yang sedang menguasai atmosfer di lingkungan kerja Anda.

Itu sebabnya berkomitmenlah untuk menghidupi kebenaran agar Anda dapat menanamkan kebenaran tersebut kepada orang lain sehingga mereka diubahkan dan mengalami kebangunan rohani di dalam Tuhan. Amen!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS