KONSISTEN DALAM KETAAN (1 Samuel 30:1-4)


Minggu, 12 Juli 2020


1 Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag; Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis.
 2 Perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana, tua dan muda, telah ditawan mereka, dengan tidak membunuh seorangpun; mereka menggiring sekaliannya, kemudian meneruskan perjalanannya.
 3 Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan.
 4 Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis.
Menjalani hidup taat kepada Tuhan tidak selalu berjalan mulus seperti yang kita bayangkan. Kadangkala diperhadapkan dengan situasi-situasi sulit yang memaksa kita membuat keputusan antara berhenti atau tetap maju.
Dalam situasi seperti itu kita akan belajar bagaimana seseorang tetap konsisten dalam ketaatannya kepada Tuhan.
PERTAMA: DENGAN CARA MENGUATKAN KEPERCAYAANNYA KEPADA TUHAN
Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. (1 Sam. 30:6)
Bagaimana cara menguatkan kepercayaan kepada Tuhan?
Ø Kembali kepada firman
Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: "Bawalah efod itu kepadaku." Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud. (1 Sam. 30:7)
Efod adalah baju zirah yang dikenakan para imam, dan entah bagaimana, Allah bias berkomunikasi melalui batu-batu yang ada pada baju Efod itu. Ini bias disamakan dengan firman Tuhan di zaman kita sekarang ini. Allah berbicara kepada kita melalui firman-Nya.
Daud mendorong dirinya melihat kembali kepada firman Tuhan. Hal yang sama yang seharusnya kita lakukan, di mana, di saat kita mengahadapi persoalan hidup, sebaiknya kita mendorong hidup untuk melihat kembali kepada firman Tuhan.
Ø Berbahasa roh
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. (1 Kor. 14:4)
Banyak orang Kristen tidak mempraktekkan hal ini karena mereka kurang mengerti atau kurang memahami makna dari berbahasa roh. Ada juga yang kurang tertarik karena berbahasa roh sering menimbulkan kontroversi di kalangan orang percaya, ada yang mempercayai tentang keberadaan dan manfaat bahasa roh tapi banyak juga yang menolaknya. Namun jika Anda memperhatikan apa yang ditulis di dalam Alkitab, di sana dijelaskan tentang keberadaan dan manfaat bahasa roh bagi orang percaya.
Selain dalam 1 Kor. 14:4, dalam kitab Yudas 20 juga dicatat sebagai berikut:
“Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.” (Yudas 1:20)
Itu berbicara tentang bahasa roh juga. Ketika Anda berbahasa roh, Anda sedang membangun diri Anda sendiri di atas iman Anda yang paling suci. Memang terkadang pikiran daging Anda akan berkata bahwa Anda bodoh karena berbahasa roh, pikiran Anda akan mencoba menghentikan Anda. Tapi Anda perlu mengetahuinya bahwa berbahasa roh itu besar kuasanya, karena jika Anda melakukannya dalam waktu cukup lama, itu akan memaksa Anda sampai ke iman Anda yang paling suci. Mengapa, karena Anda tidak tahu apa yang sedang Anda ucapkan (bnd. 1Kor. 14:2).
Dalam berbahasa roh, ada kecenderungan untuk tidak melakukannya. Dibutuhkan iman untuk percaya bahwa sebenarnya ada manfaat dalam melakukannya.
Ø Tetap bertahan (maju terus di dalam Tuhan)
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Kor. 10:13)
Daud berada dalam situasi yang sangat sulit tetapi dia tidak melepaskan keyakinannya begitu saja. Seandainya ia menyerah pada kesakitan dan penderitaannya, kemudian melepaskan harapannya begitu saja tentu perjuagan, ketaatan dan kesetiaannya selama 13 tahun akan menjadi sia-sia.
Demikian halnya dengan Anda. Anda harus mendorong diri Anda sendiri di dalam Tuhan dan berdiri di atas janji-janji bahwa Tuhan tidak akan membiarkan diri Anda dicobai melebihi yang bisa Anda tanggung. Allah sedang memberitahukan Anda untuk bertahan, jangan berhenti, dan jangan menyerah! Dorong diri Anda sendiri di dalam Tuhan.
KEDUA: SELALU BELAJAR BERTANYA KEPADA TUHAN
Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan." (1 Sam. 30:8)
Sisa dari kisah ini mengatakan bahwa Daud memimpin orang-orangnya, mereka mengejar orang Amalek dan benar-benar menumpas mereka. Ini adalah contoh yang bagus tentang apa yang telah kita bicarakan sebelumnya, di mana Daud mengejar musuh-musuhnya dan membuat mereka tidak datang kembali. Ia memerangi pasukan Amalek sampai mereka benar-benar tumpas! Kita perlu belajar melakukan hal yang sama dalam hidup kita.
Daud dan orang-orangnya mendapatkan kembali istri, anak-anak mereka dan semua kawanan ternak. Mereka tidak kehilangan satu nyawa pun. Sebagai tambahan, mereka mendapat semua jarahan orang Amalek! Allah memberkati mereka. Jadi setelah tiga belas tahun, ketika berbagai hal berada dalam keadaan terburuk, Daud mendorong dirinya dalam Tuhan dan saat itulah ia melihat terobosan! Anda mungkin bermaksud berhenti, tapi ingat apa yang dikatakan Petrus:
“Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;” (Yoh. 6:68)
Ke mana lagi Anda bisa pergi? Siapa lagi yang memiliki perkataan yang hidup selain daripada Yesus? Tidak ada tempat lain lagi yang bisa Anda tuju; Anda hanya perlu berdiri dan mempercayai Tuhan. Inilah salah satu pelajaran besar yang bisa Anda pelajari dari hidup Daud. Amen!




Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGAPA HIDUP INI MENJADI KACAU? (Hakim-hakim 13-16)

BUKTI NYATA KITA MENGASIHI TUHAN YESUS